STUDI DESKRIPTIF PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
SMA NEGERI 4 WATAMPONE
TAHUN 2004


SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 4
WATAMPONE

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Belakangan ini, seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi di era globalisasi yang tengah ramai dibicarakan di masyarakat kita serta mengenai era perdagangan bebas yang akan dimulai sebentar lagi, pemerintah mencanangkan kegiatan – kegiatan pembaruan yang kelak akan berguna guna menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas.
Mewujudkan pemuda – pemudi yang dapat menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, serta dapat menjadi wakil Indonesia dalam mengembangkan segala potensi Negara kita nantinya yang tetap berdasar pada dasar Negara kita yakni PANCASILA tentu menjadi cita –cita pemerintah yang harus segera diwujudkan dengan strategi yang efektif mengingat sedikitnya waktu yang tersisa.
Pendidikan adalah sektor yang merupakan bagian penting dari usaha pemerintah guna mewujudkan cita citanya. Adapun pemerintah segera memberdayakan sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi atau “KBK” guna mendapatkan hasil maksimal dari bidang pendidikan.
Berdasarkan pengamatan atas usaha dari pemerintah tersebut, penulis ingin mengetahui apakah sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi tersebut sudah diterapkan secara baik dan menyeluruh di segala bidang khususnya di SMA .
Dari uraian di atas, untuk mengetahui lebih lanjut tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA , penulis bermaksud melakukan penelitian yang diberi judul “ Studi Deskriptif Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi di SMA ”.
B.     Rumusan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan agar permasalahan tetap berada pada lingkup yang sesuai serta selalu terarah, diperlukan beberapa pertanyaan yang membatasi masalah ini, sehingga dapat dicapai solusi yang tepat pada pokok permasalahan.
a.       Adapun pertanyaan – pertanyaan yang peneliti ajukan adalah sebagai berikut :
Apakah “KBK” sudah diterapkan dengan baik di SMA  ini ?
b.      Bagaimana pendapat semua perangkat sekolah baik tentang sistem “KBK” ini ?

C.      Tujuan dan Manfaat Penelitian
a.       Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui bagaimana sistem “KBK” di SMA Negeri 4 .
2.      Untuk mengetahui tanggapan para perangkat sekolah tentang sistem “KBK” di SMA .

b.      Manfaat dari penelitian ini adalah :
Menambah pengetahuan khusnya bagi penulis dalam hal penelitian.
Sebagai bahan rujukan atau perbandingan bagi Bapak Kepala Sekolah SMA  tentang “KBK” di SMA  sehingga dapat melakukan tindakan tepat yang efektif bila masih terdapat kelemahan sehingga SMA Negeri 4  Watampone dapat menjadi SMA Favorit.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Landasan Teori

Landasan teori adalah bagian penting dalam suatu penelitian, adapun guna dari landasan teori adalah agar penelitian dapat tepat sasaran dan efektif. Adapun beberapa landasan teori disini :
a.       Sekolah. Sekolah adalah tempat berkumpulnya seseorang yang ingin mendapatkan ilmu (siswa) dengan fasilitas lainnya dalam rangka membantu proses mendapatkan ilmu atau belajar.
b.      Kepala Sekolah. Kepala sekolah atau Headmaster adalah seseorang yang memegang pimpinan paling tinggi dalam sekolah. Biasanya berfungsi sebagai pengatur, pengawas, maupun pengambil kebijakan dengan tujuan efektifnya kegiatan belajar mengajar yang terjadi di sekolah.
c.       Guru. Guru adalah bagian dari fasilitas belajar seseorang yang ingin mendapatkan ilmu. Guru berfungsi sebagai pengajar atau media belajar dari siswa tersebut.
d.      Siswa. Siswa adalah seseorang yang ingin mendapat ilmu guna digunakan atau dikembangkan dalam kehidupannya guna mencapai cita – cita hidup atau tujuan dari siswa tersebut.





BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Metode deskriptif adalah metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu pemikiran ataupun suatu peristiwa masa sekarang. (Idianto M, 2006: 85, 86).
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta gejala yang sudah diselidiki.

Adapun langkah – langkah penelitiannya sebagai berikut :
Menyusun proposal penelitian sosial. Penyusunan proposal dilakukan sebagai langkah awal dalam melakukan penelitian. Penyusunan ini terdiri dari menentukan topik yang dipilih. Setelah itu peneliti merumuskan masalah.
Mengumpulkan data. Pengumpulan data dilaksanakan setelah proposal penelitian disetujui oleh guru pembimbing. Untuk mengumpulkan data, penulis menetukan dengan cara Kuesioner dan Wawancara.
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara si peneliti dengan objek penelitian (Idianto M, 2006: 121 )
Kuesioner adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara menyebarkan selebaran yang diisi oleh objek penelitian. ( Idianto M, 2006: )
Pengolahan Data. Setelah data – data terkumpul, penulis akan mengolah data tersebut dengan teknik tabulasi.
Penyusunan Laporan. Setelah tahap – tahap sebagaimana diuraikan diatas, maka langkah selanjutnya adalah menyusun laporan agar tujuan dan manfaat dapat dikomunikasikan.






1.      Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan Bulan Maret 2007.

2.      Personalia Penelitian
1. Nama Lengkap : Christian Fernando NIS.04051007
2. Nama Lengkap : Ray Hidayat NIS.04051247

3.      Anggaran Biaya
Anggaran biaya pada penelitian ini diperoleh dari iuran anggota dengan rincian :

A. Pemasukan
Iuran Anggota :@Rp. 45.000,00 X 2 = Rp. 90.000,00
B.     Pengeluaran
Penyusunan Proposal Rp. 40.000,00
Pembuatan Pertanyaan Untuk Kuesioner Rp. 30.000,00
Wawancara Rp. 20.000,00 +
Total pengeluaran Rp. 90.000,00

Daftar Pustaka
http://antho-goodwill.blogspot.com/2011/11/penelitian-sosial.html

GAMBARAN   KEJADIAN   PLASENTA   PREVIA
DI RSUD TENRIAWARU KELAS B KAB. BONE
PERIODE TAHUN 2010




Karya Tulis Ilmiah
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
PendidikanAhli Madya Kebidanan di Akademi Kebidanan Batari Toja
Watampone Tahun 2011


A.  GUSPIKA
BT 08 136














AKADEMI KEBIDANAN BATARI TOJA
 WATAMPONE
2011</strike>

LEMBAR PERSETUJUAN


Nama            :    A. GUSPIKA
NIM            :    BT 08 136
Program Studi         :      D.III Kebidanan

Telah diperiksaoleh pembimbing serta dinyatakan layak untuk diajukan dalam sidang Karya Tulis Ilmiah Program Studi D.III Kebidanan Akademi Kebidanan Batari Toja Watampone.

Watampone,  29 Juli2011
Mengetahui.
Plt. Direktur



H. Andi Ahmad Anshari, SE
    Pembimbing.




HidayatiMakasau, S.ST
NIP. 590NIDNnNINIDN 010 762



LEMBAR PENGESAHAN


KaryaTulisIlmiahinitelahdiperiksadandisahkanolehTimPengujiPadaUjianAkhirProgramAkademiKebidananBatariTojaWatamponepadahariJumat, 29 Juli 2011.


Tim Penguji

1.    Hj. Azniah Syam, SKM, M. Kes    (    )

2.    Musni, SKM, M.Kes    (    )

3.    Hidayati Makasau,S.ST    (    )
  



Mengetahui.
Plt. Direktur Akademi Kebidanan Batari Toja





H. Andi Ahmad Anshari, SE




PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama         : A. GUSPIKA
NIM          : BT 08 136
Alamat         : Jln. Lapawawoi Kr. Sigeri
Telepon     : 085 255 136 683
    089 967 774 77

Dengan sesungguhnya menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah ini adalah merupakan hasil pemikiran dan pengkajian saya selama dalam proses penyusunan proposal sampai pada hasil penelitian. Apabila dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian, maka saya bersedia untuk diberikan sanksi sebagaimana mestinya.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya.

Watampone, 29 Juli 2011



( A. GUSPIKA )

ABSTRAK

Pendarahanakibatplasenta previa merupakansalahsatupenyebablangsungkematianibu dan bayi di Indonesia. Plasenta previa adalah plasenta yang letak abnormal pada segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.  Di RSUD TenriawaruKelas B Kab. Bonekejadiannyamasihcukuptinggi, untukperiodetahun 2010 tercatat 40 kasusdari 1194 ibubersalin.Penelitianinibertujuanuntukmemperoleh gambaran tentangkejadianplasenta previa berdasarkanumur, paritas dan jarakkehamilan ibu sebelumnya di RSUD TenriawaruKelas B Kab. Boneperiodetahun 2010. Manfaatpenelitianini di harapkanmenjadisumberinformasibagimasyarakat, bahanmasukanbagiinstansikesehatan, dapatmenambahkhasanahilmupengetahuanbagipenelitianselanjutnya dan menambahpengetahuanbagipenelitiansendiri.Metodepenelitianinimenggunakanmetodesurveybersifatdeskriptif, populasiadalahibubersalinyangdirawatinapperiodetahun 2010 sebanyak 1194 orangdenganjumlahsampel 40 orang.Hasilpenelitianinididapatkankasusplasenta previa menurutfaktorumurterbanyak yaitu antara 20-35 tahun sebanyak 25 kasus (62,5%),  kejadian plasenta previa terbanyak menurut paritas yaitu pada paritas 1 sebanyak 10 kasus (25%) dengan jarak kehailan 0-2 tahun. Darihasilpenelitianinidisimpulkanbahwafaktorumur, paritas, dan jarakkehamilanberperanuntukterjadinyaplasenta previa sehinggadianjurkanuntukpemeriksaan antenatal secara teratur dan mengikutiprogram KB.

Kata Kunci        : Plasenta previa


KATA PENGANTAR

PujisyukurpenulispanjatkankehadiranAllah SWT, yang telahmelimpahkankarunia dan hidayat-Nya, sehinggapenulisdapatmenyelesaikanKaryaTulisIlmiahinigunauntukmemenuhipersyaratandalammenyelesaikanpendidikan di AkademiKebidananBatari Toja Watamponedenganjudul“GAMBARAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSUD TENRIAWARU KELAS B KAB. BONE TAHUN 2010”
Selamapenelitianinidilakukandenganberbagaihambatan dan kesulitanpenulishadapi, namunpenulismenyadarisepenuhnyabahwatanpabantuanberbagaipihakmakaskiripsiinitidakdapatterwujud, untukitudengansegalakerendahanhatipenulismenyampaikanterimakasihkepada yang terhormat :
1.    Drs. H. AndiBachtiar, selakuKetuaUmumYayasanMakassar Indonesia yang menaungiAkademiBatari Toja Watampone.
2.    H. Andi Ahmad Anshari, SE, selakuDirekturAkademiBatari Toja WatamponebesertaseluruhStaf dan dosenyang telahbanyakmemberikansaran, petunjuk, nasehat, sertaturutmemfasilitasikelancaranprogram di bumiAkademiBatari Toja Watampone.
3.    HidayatiMakkasau, S.ST, denganpenuhkesabaran yang telahmeluangkanwaktu dan pikirandalammembimbing dan mengarahkanpenulisdalammenyelesaikanKaryaTulisIlmiahini.
4.    Dr. Hj. ArfiahArabe, SKM, M.Kes, sebagaiDirektur RSUD TenriawaruKelas B Kab. Bone dan seluruhstaf yang telahmembantu dan memberikanisinuntukmelakukanpenelitian
5.    Hj. Azniah Syam, SKM, M.Kes, sebagaipenguji I yang telahmemberikankritikan, masukan dan bantuannyasehinggaKaryaTulisIlmiahbisa lebihbaik.
6.    Musni, SKM,M.Kes, sebagaipenguji II yang telahmemberikankritikan, masukan dan bantuannyasehinggaKaryaTulisIlmiahini bisa lebihbaik.
7.    TeristimewaAyahanda danIbundahtercintasertasaudara-saudaraku yang telahmemberikandukungan dan sumbangsinyaselamamenjalankanpendidikan.
8.    Teman-teman angkatan II tahun 2008 Akbid Batari Toja Watampone yang telah memberikan bantuan dan kerjasama yang baik selama penulis mengikuti pendidikan .
9.    Semuapihak yang tidakdapatdisebutsatupersatu yang telahmembantu.
Akhirnya ,semogaAllah SWT senangtiasamelimpahkanrahmat-Nyakepadakitasemua, Amin.
Watampone, Juli2011

Penulis,
DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL             i
LEMBAR PERSETUJUAN            ii
LEMBAR PENGESAHAN            iii
PERNYATAAN            iv
ABSTRAK        v
KATA PENGANTAR             vi
DAFTAR ISI             viii
DAFTAR TABEL            x
DAFTAR LAMPIRAN             xi

BABI    PENDAHULUAN
1.1.    LatarBelakang            1  
1.2.    Rumusan Masalah            3  
1.3.    Maksud dan Tujuan Penelitian             4  
1.3.1. Maksud Penelitian            4
1.3.2. Tujuan Penelitian            4
1.1    Manfaat Penelitian             4  
1.4.1. Manfaat Praktis            4
1.4.2. Manfaat Ilmiah            5
1.4.3. Manfaat Institusi            5
1.4.4. Manfaat Peneliti            5

BAB II     KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1.    KajianPustakaTentangPlasentaPrevia            6
2.1.1. PengertianPlasentaPrevia            6
2.1.2. Klasifikasi            7
2.1.3. Etiologi Plasenta Previa            8
2.1.4. Patofisiologi            9
2.1.5. Diagnosa Plasenta Previa            9
2.1.6. Gambaranklinik            11
2.1.7. Penanganan            11
2.1.8. Komplikasi            16
2.1.9. Prognosis            16
2.2.    TinjauanTentangFaktoryangDiteliti            17
2.1.1.    Tinjauantentangfaktorresikoumur            17
2.1.2.    Tinjauantentangfaktorresikoparitas            18
2.1.3.    Tinjauantentangfaktorresikojarakkehamilan.            19
2.3.    KerangkaPemikiran            19
2.1.4.    Definisioperasionaldan kriteria objektif        22

BAB IIISUBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1.    SubjekPenelitian        24
3.1.1.    PopulasiPenelitian        24
3.1.2.    SampelPenelitian        24
3.1.3.    TeknikPenarikanSampel        24
3.2.    MetodePenelitian        25
3.2.1.    Variabel        25
3.2.2.    TeknikPengumpulan Data        25
3.2.3.    TeknikAnalisa Data        25
3.2.4.    Pengolahan Data danPenyajian Data        26
3.3.    LokasidanJadwalPenelitian        26
3.3.1.    Lokasi        26
3.3.2.    JadwalPenelitian        27
3.4.    AspekEtisDalamPenelitian        27

BAB  IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.    HasilPenelitian        28
4.2.    Pembahasan        30

BABVKESIMPULAN DAN SARAN
5.1    Kesimpulan             35
5.2    Saran             36

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR  RIWAYAT HIDUP


DAFTAR TABEL



Tabel                                                                                                                 Halaman

Tabel.4.1.1    Distribusi kejadianplasenta previa menurutumuribubersalin
Yang dirawat di RSUD TenriawaruKelas B Kab.Bone
Tahun 2010            28
Tabel.4.1.2     Distribusikejadianplasentapreviamenurutparitas dan jarakkehamilansebelumnya pada ibu bersalin yang dirawat di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone Tahun 2010        29



  




DAFTAR LAMPIRAN




Lampiran 1.    DaftarPenderitaPlasenta Previa di RSUD TenriawaruKelas B Kab. BonePeriodeTahun 2010.
Lampiran 2.    Lembar Usulan Judul Karya Tulis Ilmiah.
Lampiran 3.    Nota Persetujuan Ujian.
Lampiran 4.    Lembar Konsultasi Karya Tulis Ilmiah.
Lampiran 5.    Permohanan Izin Pengambilan Data Awal
Lampiran 6.    SuratIzin Penelitian Dari Kantor  Penelitian dan Pengembangan Kab. Bone.
Lampiran 7.    SuratKeterangan Bukti Telah Melakukan Penelitian Dari TenriawaruKelas B Kab. BonePeriodeTahun 2010.
Lampiran 8.    Surat Keterangan Bebas Pepustakaan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
Menjalani masa kehamilan hingga terjadi proses persalinan bagi setiap wanita merupakan hal istimewa. Namun di tengah-tengah kehamilan itu sendiri, tidak jarang di perhadapkan pada suatu masalah yang dapat merenggut jiwanya.Kematian itu merupakan tragedy yang berpengaruh bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Menurut World Health Organization (WHO) di tahun 2005 sebanyak 536 perempuan meninggal dunia akibat masalah persalinan. Selain itu sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran berkembang, rasio kematian ibu di negara-negara berkembang merupakan yang tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. 1
Tingginya angka kematian ibu menempatkan Indonesia pada urutan teratas di ASEAN, Survei Kesehatan Rumah tangga tahun 2001 menyebutkan angka kematian ibu di Indonesia 396 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan hasil survei pada tahun 1995 yaitu 373 per 100.000 kelahiran hidup.2
Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2010, angka kematianibu masih berada pada angka 226/100.000 kelahiran hidup, Jika dibandingkandengan angka kematian ibu tahun 2007 sebesar 248/100.000 kelahiran hidup,angka kematian ibu tersebut sudah mengalami penurunan tetapi masih belummencapai target nasional.3
Penyebab terpenting kematian maternal di Indonesia adalah perdarahan (40-60%), infeksi (20-30%) dan keracunan kehamilan (20-30%), sisanya sekitar 5% disebabkan penyakit lain yang memburuk saat kehamilan atau persalinan. Perdarahan sebagai penyebab kematian ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum.Perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang kejadiannya berkisar 3% dari semua persalinan. 4
Perdarahan setelah kehamilan 22 minggu, biasanya lebih banyak danlebih berbahaya dari pada sebelum kehamilan 22 minggu.Perdarahanantepartum yang berbahaya bersumber pada kelainan plasenta yaitu plasenta previa dan solusio plasenta, sedangkan perdarahan yang tidak bersumber padakelainan plasenta umpamanya kelainan serviks biasanya tidak seberapa berbahaya. Oleh karena itu, klasifikasi klinis perdarahan antepartum dibagisebagai berikut : (1) plasenta previa; (2) solusio plasenta; dan (3) perdarahanantepartum yang belum jelas sumbernya. 5
Di Sulawesi Selatan yang tercatat pada Sub Dines Kesehatan tahun 2010 jumlah kematian ibu sebesar 109 per 100.000 orang dengan akibat pendarahan30 orang (28%), infeksi 12 orang (11%), preeklampsia 26 orang (24%), partus lama 6 orang (5%), abortus 6 orang (5%) dan lain-lain 29 orang (27%).6
Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone bahwa penyebab pendarahan antepartum yang menduduki urutan pertama adalah plasenta previa sebanyak 40 orang, solusio plasenta sebanyak 3 orang dan pendarahan antepartum yang belum jelas sumberya sebanyak 11 orang dari 1194 jumlah persalinan.
Berdasarkan latar belakang diatas makapeneliti tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian plasenta previa antara lain umur, paritas, dan jarak kehamilan sebelumnya di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone selama periode tahun 2010.

1.2.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang  masalah  diatas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut :
1.2.1. Bagaimana gambaran kejadian plasenta previa berdasarkan umur ibu di RSUD TenriawaruKelas B Kab.Bone periode tahun 2010 ?
1.2.2. Bagaimana gambaran kejadianplasenta previa berdasarkan paritas ibu di RSUD TenriawaruKelas B Kab.Boneperiode tahun 2010  ?
1.2.3.     Bagaimanagambaran kejadian plasenta previa berdasarkan jarak kehamilanibu sebelumnyadi RSUD TenriawaruKelas B Kab.Boneperiode tahun 2010 ?

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian
1.3.1. Maksud penelitian
Untuk memperoleh gambaran tentang kejadian plasenta previa berdasarkan umur, paritas, dan jarak kehamilan sebelumnya di RSUD Tenriawaru Kelas BKab. Bone periode tahun 2010.
1.3.2. Tujuan penelitian.
1.    Mengetahui gambaran kejadian plasenta previa berdasarkan umur ibudi RSUD TenriawaruKelas B Kab.Boneperiode tahun 2010.
2.    Mengetahui gambarankejadian plasentaprevia berdasarkan paritas ibu di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.Bone periode tahun 2010.
3.    Mengetahui gambaran kejadian plasenta previa berdasarkan jarak kehamilan ibu sebelumnya di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.Bone periode tahun 2010.

1.4.Manfaat Penelitian
1.4.1. Manfaat praktis
Sebagai informasi untuk meningkatkan pengetahuan pembaca tentang plasenta previa.
1.4.2. Manfaat ilmiah
Menjadi sumber informasi dan menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan plasenta previa.
1.4.3.Manfaat bagi institusi
Sebagai informasi bagi institusi terkait untuk menentukan kebijakan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak.
1.4.4.Manfaat bagi peneliti
Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Akademi Kebidanan Batari Toja dan menjadi pengalamanilmiah yang berharga yang dapat meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan plasenta previabagi peneliti sendiri.










BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1.Kajian Pustaka Tentang Plasenta Previa
2.1.1. Pengertian Plasenta Previa
1.    Plasenta adalah suatu alat pertukaranzat antara ibu dan janin ataupun sebaliknya dengan bentuk bundar atau oval berukuran diameter 15-20 cm dan umumnya terbentuk secara lengkap pada kehamilan sekitar 16 minggu dengan ruang amnion mengisi seluruh ostium. 4
2.    Plasenta merupakan suatu organ yang terbentuk pada dinding sebelah dalam uterus segera setelah terjadi pembuahan. Zat-zat makanan dan oksigen akan didistribusikan dari ibu ke janinnya melalui plasenta serta membawa sisa-sisa metabolisme ke luar dari tubuh janin. Normalnya, plasenta melekat pada dinding atas uterus.7
3.    Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal pada segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh permukaan jalan lahir.4
4.    Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim atau menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. 8
5.    Plasenta previa adalah lokasi abnormal plasenta di segmen bawah uterus yang sebagian atau seluruh menutupi os serviks.9
6.    Plasenta previa adalah posisi plasenta yang berada di segmen bawah uterus, baik posterior maupun anterior, sehingga perkembangan plasenta yang sempurna menutupi os serviks. 10
7.    Plasenta previa adalah suatu kehamilan di mana plasenta berimplantasi abnormal pada segmen bawah rahim, menutupi atau tidak menutupi ostium uteri internum, sedangkan kehamilan itu sudah viabel atau mampu hidup di luar rahim (usia kehamilan >20 minggu dan atau berat janin >500 gram).11
2.1.2. Klasifikasi
Klasifikasi plasenta previa berdasarkan atas terabanya jaringan plasenta melalui permukaan jalan lahir pada waktu tertentu yaitu :
1.    Plasenta previa totalis    :    apabila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta.
2.    Plasenta previa parsialis    :    apabila sebagian pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta.
3.    Plasenta previa marginalis    :    apabila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir permukaan.

4.    Plasenta letak rendah    :    plasenta yang letaknya abnormal pada segmen bawah uterus, akan tetapi belum sampai menutupi permukaan jalan lahir. Pinggir plasenta berada kira-kira 3cm dan 4cm di atas pinggir pembukaan, sehingga tidak akan teraba pada pembukaan jalan lahir.
Karena klasifikasi plasenta ini tidak didasarkan pada keadaan anatomik melainkan fisiologik, sehingga klasifikasi akan beruba setiap waktu. Misalnya, plasenta previa totalis pada pembukaan 4 cm mungkin akan berubah menjadi plasenta previa parsialis pada pembukaan 8 cm. tentu saja observasi ini tidak akan terjadi dengan  penanganan yang baik. 4
2.1.3. Etiologiplasenta previa
1. Gangguan kesuburan endometrium
1)    Multiparitas dengan jarak kehamilan pendek. 12
2)    Seksio sesaria sebelumnya, atau pada wanita yang pernah menjalani operasi sesaria sebelumnya. 7
3)    Riwayat tindakan medis yang dilakukan pada uterus, seperti dilatasi dan kuretase atau aborsi medisinalis.
4)    Usia hamil pertama di atas 35 tahun dan di bawah 20 tahun. 7
5)    Tumor seperti mioma uteri, polip endometrium.
6)    Malnutrisi.13
2.  Perlebaran implantasi plasenta
1)    Kehamilan dengan janin lebih dari satu, seperti kembar dua atau kembar tiga memerlukanperluasan plasenta untuk memenuhi kebutuhan janin.7
2)    Kesuburan endometrium berkurang.
2.1.4. Patofisiologi
Pendarahan antepartum akibat plasenta previa terjadi sejak kehamilan 20 minggu saat segmen bawah uteri telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis.Umumnya terjadi pada trimester ketiga karena segmen bawah uterus lebih banyak mengalami perubahan.Perlebaran segmen bawah uterus dan pembukaan serviks menyebabkan sinus robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena robekan sinus marginalis dari plasenta.Pendarahan tidak dapat dihindari karena ketidak mampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi seperti plasenta letak normal.14
2.1.5. Diagnosa plasenta previa
1.    Anamnesis,  Pendarahan jalan lahir pada umur kehamilan setelah 22 minggu, tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigravida.
2.    Pemeriksaan luar, bagian terendah janin belum masuk pintu atas panggul. Apabila presentase kepala, biasanya kepala masih melayang di atas pintu atas panggul atau mengolak ke samping dan sukar didorong ke dalam pintu atas panggul. Tidak jarang terjadi kelainan letak janin seperti letak lintang ataupun letak sungsang.
3.    Pemeriksaan in spekulo, Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks dan vagina. Apabila pendarahan berasal dari ostium uteri eksternum, maka adanya plasenta previa harus dicurigai.
4.    Penentuan plasenta letak tidak langsung, penentuan plasenta secara tidak langsung dapat dilakukan dengan radiografi, radioisotopi, dan ultrasonografi. Akan tetapi pemeriksaan radiografi dan radioisotope masi dihadapkan pada bahaya radiasi yang cukup tinggi sehingga cara ini mulai ditinggalkan. Sedangkan ultrasonografi (USG) penentuan letak plasenta dengan cara ini ternyata sangat tepat, tidak menimbulkan bahaya radiasi bagi ibu dan janin dan tidak menimbulkan rasa nyeri.
5.    Penentuan letak plasenta secara langsung, untuk menegakkan diagnosis yang tepat tentang adanya dan jenis plasenta previa ialah secara langsung meraba plasenta melalui kanalis servikalis. Akan tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan pendarahan banyak. Pemeriksaan ini dilakukan di meja operasi dan dilakukan dengan cara meraba fornises, mulai dari fornises posterior, apa ada teraba tahanan lunak (batalan) antara bagian terdepan janin dan jari kita. Pemeriksaan melalui kanalis servikalis dengan cara jari dimasukkan secara hati-hati ke dalam ostium uteri internum untuk meraba adanya jaringan plasenta.4
2.1.6. Gambaran klinik
1.    Pendarahan tanpa sebab, tanpa nyeri dan biasanya berulang, dan darah berwarna merah segar.4
2.    Pendarahan biasanya terlihat.
3.    Perdarahan pertama biasanya tidak banyak, sehingga tidak akan berakibat fatal. Perdarahan berikutnya hampir selalu banyak dari pada sebelumnya, sehingga pasien dapat di rujuk kerumah sakit.
4.    Uterus lunak dan biasanya rileks meskipun sekitar 25% ibu datang dengan berbagai derajat kontraksi.
5.    Bayi umumnya belum engange dan balotemen positif, sekitar 35% bayi dengan kelainan letak.9
2.1.7. Penanganan
Semua pasien dengan pendarahan pervaginam pada kehamilan trimesterketiga dirawat di rumah sakit yang memiliki fasilitas melakukan transfuse darah dan operasi tanpa melakukan manipulasi apapun, baik rectal apalagi vaginal. Bila pasien dalam keadaan syok karena pendarahan banyak, harus segera diperbaiki keadaan umumnya dengan memberi infuse atau dengan transfuse darah.
Selanjutnya penangan plasenta previa tergantung pada keadaan umum pasien, kadar HB, jumlah pendarahan yang terjadi, umur kehamilan atau taksiran berat janin,jenis plasenta previa, paritas dan kemajuan persalinan. Bila kemungkinan, maka persalinan dapat ditunda sampai janin dapat hidup diluar kandungan lebih baik lagi.
1.    Penangan ekspektatif
    Kriteria :
1)    Umur kehamilan kurang dari 37 minggu.
2)    Pendarahan sedikit.
3)    Belum ada tanda-tanda inpartu.
4)    Keadaan umum ibu cukup baik, kadar HB 8 gr% atau lebih.
5)    Janin masih hidup.
    Rencana Penangan :
1)    Istirahat mutlak.
2)    Infuse Dextrose 5 % dan elektrolit.


3)    Beri antibiotik bila ada kontraksi :
a.    MgSO4 4 gr IV dosis awal dilanjut 4 gr setiap 4 jam.
b.    Nifedipin 3 x 20 mg/hari.
c.    Bentamethason 24 mg IV dosis tunggal untuk pematangan paru janin.
4)    Pemeriksaan HB, Golongan Darah.
5)    Pemeriksaan USG untuk mengetahui implantasi plasenta, usia kehamilan, profil biofisik letak dan presentasi janin.
6)    Awasi pendarahan terus menerus, tekanan darah, nadi, dan DJJ (Denyut Jantung Janin).
2.    Penangan aktif
Kriteria :
1)    Umur kehamilan  ≥ 37 minggu, berat badan janin ≥ 2500 gr.
2)    Pendarahan sebanyak 500 cc atau lebih.
3)    Ada tanda-tanda persalinan.
4)    Keadaan umum pasien tidak baik, ibu anemis dengankadar HB < 8 gr%.
5)    Janin telah meninggal. 8
Untuk menentukan tindakan selanjutnya sestio sesaria atau partus pervaginam, dilakukan dikamar operasi, infuse dan transfuse darah terpasang dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
1)    Jenis plasenta previa.
2)    Pendarahan : banyak atau sedikit tapi berulang.
3)    Keadaan umum ibu hamil.
4)    Keadaan janin : hidup, gawat, atau meninggal.
5)    Pembukaan jalan lahir.
6)    Paritas atau jumlah anak yang hidup.
7)    Fasilitas penolong atau di rumah sakit.
Setelah memperhatikan faktor-faktor diatas maka ada 2 pilihan persalinan yaitu persalinan perabdomonan dengan seksio sesaria dan persalinan pervagianam.
Indikasi seksio sesaria pada plasenta previa yaitu :
1)    Plasenta previa totalis.
2)    Plasenta previa pada primigravida.
3)    Plasenta previa dengan panggul sempit, dan janin letak lintang atau sungsang.
4)    Anak mahal atau fetal distress, yaitu diindikasikan hilangnya  variasi denyut ke denyut brandikardia, takikardia, atau deselerasi lambat. 15
5)    Plasenta previa lateralis jika pembukaan masih kecil dan pendarahan banyak, sebagian besar OUI tertutup oleh plasenta, plasenta terletak di sebelah belakang (posterior).
6)    Profause Bleeding, pendarahan sangat banyak dan mengalir cepat. Bila pendarahan lebih pada bekas insersi plasenta tidak dapat diatas dengan cara yang ada, tindakannya yaitu bila anak belum ada lakukan ligasi arteria hipogasterika untuk menyelamatkan alat reproduktif dan histeroktomi bila sudah ada anak.13
Partus pervaginam plasenta previa
Dilakukan pada plasenta previa marginalis atau lateralis pada multipara dan anak sudah meninggal atau premature.
1)    Jika pembukaan serviks sudah agak besar (4-5 cm), ketuban dipecahkan,  jika His lemah berikan oksitosin drips.
2)    Bila pendarahan terus berlangsung lakukan SC.
3)    Tindakan versi Braxton-Hicks dengan pemberat untuk menghentikan pendarahan (kompres atau tamponade bokong dan kepala janin terhadap plasenta) hanya dilakukan pada keadaan darurat, anakmasihkecil atau sudah mati, tidak fasilitas dilakukan operasi.
2.1.8. Komplikasi
Bahaya untuk ibu :
1.    Pendarahan post partum dan syok hipovolemik.
2.    Infeksi.
3.    Laserasi serviks.
4.    Plasenta akreta.
Bahaya untuk anak :
1.    Hipoksia.
2.    Anemia.
3.    Prematuritas atau lahir mati.12
2.1.9. Prognosis
Dengan penanggulangan yang baik seharusnya kematian ibu karena plasenta previa rendah sekali dan tidak ada sama sekali. Sejak diperkenalkan penanganan pasif pada tahun 1945, kematian perinatal berangsur-angsur dapat diperbaiki. Walaupun demikian kematian perinatal disebabkan prematuritas tetap memegang peranan utama. 4
Kejadian plasenta previa semakin berkurang seiring dengan makin diterimanya konsep well Born Baby dan Well Health Mother :
1.    Hamil dalam keadaan optimal.
2.    Hamil dengan jarak yang cukup panjang, yaitu gerakan Keluarga Berencana (KB) makin diterima masyarakat menuju keluarga yang sehat sejahtera dan berkualitas.
3.    Anak yang diinginkan. 16

2.2. Tinjauan Tentang Faktor yang Diteliti
2.2.1. Tinjauan tentang faktor resiko umur
Umur pada saat hamil merupakan faktor yang yang menentukan tingkat resiko kehamilan dan persalinan.Kehamilan dan persalinan terbaik adalah antara umur 20-35 tahun di mana pada waktu kurun waktu tersebut mempunyai resiko paling rendah untuk ibu dan anak. Umur yang dianggap beresiko adalah umur di bawah 20 tahun dan umur diatas 35 tahun. Semakin tua umur ibu maka akan menyebabkan penurunan fungsi fisiologi tubuh.8


2.2.2. Tinjauan tentang faktor resiko paritas
Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah dialami ibu baik lahir hidup maupun lahir mati dengan berat janin mencapai 500 gr dan pada umur kelahiran lebih dari 20 minggu.Komplikasi yang dapat memicu terjadinya kematian perinatal banyak di temui pada ibu dengan kehamilan lebih dari 3 kali.Hal ini di sebabkan karena pada kehamilan lebih dari 3 kali maka sistem reproduksinya sudah mengalami kemunduran.10
Frekuensi kehamilan yang pernah dialami oleh ibu baik lahir hidup maupun lahir mati mempunyai andil untuk terjadinya plasenta previa.Seorang ibu mengalami partus berulang-ulang menyebabkan endometrium menjadi cacat sehingga mempunyai peranan penting untuk terjadinya plasenta previa.Paritas tinggi mempunyai peranan tinggi untuk terjadi plasenta previa dari pada paritas rendah. 13
Paritas sangat berpangaruh pada kejadian plasenta previa, di mana paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas satu dan paritas tinggi (lebih dari 3) mempunyai angkah kematian tinggi. Semakin tinggi paritas maka semakin tinggi kematian maternal. Resiko pada paritas tinggi dapat di kurangi dan dicegah dengan keluarga berencana. Sebagian kehamilan paritas tinggi tidak direncanakan.5
Ibu yang mengalami kehamilan berulang - ulang (paritas tinggi) dapat memberikan resiko uterus menjadi renggang sehingga dapat menyebabkan kelainan letak dan kelainan pada plasenta.
2.2.3. Tinjauan tentang faktor resiko jarak kehamilan.
     Jarak kehamilan adalah jarak antara waktu kelahiran dengan kehamilan yang sedang berlangsung. Seorang ibu yang hamil atau melahirkan dengan jarak kelahiran yang <2 tahun mempunyai kemungkinan 2 kali berisiko tinggi  dibandingkan wanita dengan jarak kelahiran > 2 tahun.
Dengan demikian semakin dekat jarak kelahiran dengan kehamilan berikutnya maka semakin besar peluang kematian perinatal.Jarak kehamilan yang terlalu dekat yaitu di bawah 24 bulan terjadi gangguan kesuburan di mana terjadi perluasan implantasi plasenta yang dapat menyebabkan pendarahan antepartum.Seorang wanita memerlukan 2-3 tahun antara kelahiran agar pulih alat reproduksinya. 5

2.3. Kerangka Pemikiran
Pendarahan padakehamilan selalu dianggap sebagai komplikasi yang berbahaya. Pendarahan yang terjadi setelah kehamilan 22 minggu serta saat persalinan sebelum bayi lahir menyebabkan dampak yang kurang baik dan berbahaya pada ibu dan janin, sehingga perluh  penanganan khusus. Umumnya pendarahan ini bersumber dari kelainan implantasi plasenta diantara lain karena plasenta previa.4
Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh permukaan jalan lahir. Sekitar 60% pendarahan akibat plasenta previa terjadi sesudah 36 minggu sebanyak 30% pada usia kehamilan 32 sampai 36 minggu dan sisanya terjadi sebelum usia kehamilan 32 minggu. Pendarahan terjadi karena bagian bawah segmen rahim mulai memanjang pada akhir kehamilan sehingga plasenta sedikit bergeser atau terlepas.4
Perempuan yang banyak mengalami kehamilan atau paritas tinggi dengan jarak kehamilan pendek. Riwayat operasi sesaria, kehamilan multipel (kembar), riwayat kuret berulang serta kehamilan di atas umur 35 tahun berisiko mengalami plasenta previa.17
Faktor umur merupakan ukuran untuk menentukan beberapa lama manusia hidup. Dalam kurun waktu reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-35 tahun. Kematian maternal pada ibu hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi dari pada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun. Kematian maternal meningkat kembali pada usia 35 tahun keatas. Peningkatan umur ibu merupakan faktor resiko plasenta previa karena terjadi sklerosis pembuluh darah arteri kecil dan arteriolamiometrium yamg menyebabkan aliran darah ke endometrium tidak merata sehingga plasenta tumbuh lebih rendah dengan luas permukaan yang lebih besar untuk memperoleh aliran darah yang adekuat.4
Faktor lain yang mempengaruhi plasenta previa adalah jarak kehamilan yang terlalu dekat sebelum 2 tahun di mana endometrium belum siap untuk menerima hasil konsepsi. Seorang wanita memerlukan waktu 2-3 tahun antara kelahiran agar pulih alat reproduksinya secara fisiologi untuk suatu kehamilan berikutnya.
Gambaran 2.3. Kerangka pemikiran






Keterangan  :

      
  
2.3.1.    Definisi operasional dan kriteria objektif
1.    Plasenta previa adalah plasenta yang letak abnormal yaitu letaknya pada segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh permukaan jalan lahir, sesuai dengan hasil diagnosis dokter yang tercatat dalam status penderita dan buku register kebidanan yang diperoleh dari rekam medik.
Kriteria objektif :
1)    Plasenta previa     : apabila letak plasenta ditemukan pada segmen bawah   rahim.
2)    Non plasenta previa    : bila letak plasenta tidak ditemukan pada segmen bawah rahim.
2.    Umur ibu adalah lama waktu hidup yang hidup yang dihitung dari sejak lahi  hingga terjadinya  plasenta previa yang dinyatakan dengan tahun, dengan pembulatan ke atas apabila umur ibu lebih 5 bulan,  dan pembulatan bawah apabila lebihnya 5 bulan yang diperoleh berdasarkan hasil pencatatan tentang umur ibu saat mengalami plasenta previa dalam buku register kebidanan dan buku status pasien yang diperoleh dari rekam medik.


Kriteria objektif :
1)    Berisiko tinggi     : bila umur ibu <20 tahun atau >35 tahun.
2)    Berisiko rendah    : bila umur ibu 20-35 tahun.
3.    Paritas adalah jumlah kehamilan yang berakhir dengan kelahiran bayi telah mencapai titik mampu untuk bertahan hidup yaitu pada umur kehamilan < 20 minggu atau berat janin mencapai 500 gram baik lahir hidup maupun lahir mati dan dicatat dalam status pasien dan buku register kebidanan yang diperoleh dari rekam medik.
Kriteria objektif :
1)    Berisiko tinggi     : bila paritas >3.
2)    Berisiko rendah    : bila paritas ≤ 3.
4.    Jarak kehamilan adalah jarak waktu antara kehamilan dengan kehamilan sebelumnya yang dinyatakan dalam tahun dan tercatat dalam status pasien dan buku register kebidanan yang diperoleh rekam medik.
Kriteria objektif :
1)    Berisiko tinggi     : bila jarak kehamilan < 2 tahun.
2)    Berisiko rendah    : bila jarak kehamilan ≥ 2 tahun.




BAB III
SUBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1.    Subjek Penelitian
3.1.1.    Populasi Penelitian
Populasinya yaitu semua ibu bersalin yang dirawat di RSUD TenriawaruKelasB Kab.Bone periode tahun 2010.18,19
3.1.2.    Sampel Penelitian
Sampelnya yaitu semua ibu hamil yang bersalin di RSUD TenriawaruKelas B Kab.Bone yang didiagnosis plasenta previa, sesuai diagnosa dokter dan tercatat dalam buku register kebidanan dan status pasien selama periode tahun 2010 sesuai variabel yang diteliti.18,19
3.1.3.    Teknik Penarikan Sampel
Sampel yang diambil dari cara total sampling yaitu semua ibu hamil yang berada di RSUD TenriawaruKelas B Kab.Bone yang didiagnosa plasenta previa, sesuai dengan diagnose dokter dan tercatat pada buku registerkebidanan serta status pasien yang diperoleh dari rekam medik di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.Bone periode tahun 2010.19

3.2.    Metode Penelitian
3.2.1. Variabel
Penelitian ini menggunakan metode survey yang bersifat deskriptif untuk mendapatkan gambaran tentang kejadian plasenta previa di RSUDTenriawaruKelas B  Kab.Bone.18
3.2.2. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diperoleh dari buku register dan status pasien di rekam medik RSUD TenriawaruKelas B Kab.Bone periode tahun 2010.18,19
3.2.3. Teknik Analisa Data
Data dianalisis dengan menggunakan presentase berdasarkan rumus :


Keterangan :
P = Presentase yang dicari.
f = Frekuensi faktor.
n = Jumlah sampel.20


3.2.4. Pengolahan Data dan Penyajian Data
Data yang diperoleh dikumpulkan dan diolah secara manual dan elektronik dengan menggunakan kalkulator serta dalam bentuk tabel distribusi dan frekuensi disertai penjelasan berdasarkan tujuan penelitian.
Langkah-langkah pengolahan data antara lain :
1.    Editing adalah memeriksakankembalikebenaran data yang diperoleh.
2.    Coding adalah kegiatan  pemberian kode numberic (Angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori.
3.    Tabulasi adalah  kegiatan memasukkan data ke dalam master tabel.
4.    Cleaning data.18, 19

3.3.    Lokasi dan Jadwal Penelitian
3.3.1. Lokasi
Penelitian ini dilaksanakan di RSUD TenriawaruKelas B Kab.Bone, dengan pertimbangan bahwa di lokasi penelitian tersebut jumlah kasus plasenta previa masih cukup tinggi.

3.3.2. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian ini dilaksanakan mulai pada tanggal 01 - 13 Juli 2011.

3.4.    Aspek Etis Dalam Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti perlu mendapat adanya rekomendasi dari institusinya atas pihak lain dengan mengajuhkan permohanan izin kepada institusi atau lembaga tempat penelitian. Setelah mendapat persetujuan barulah melakukan masalah etika yang meliputi :
1.    Anonymity (Tanpa Nama)
Untuk menjaga kerahasiaan, peneliti tidak akan mencantumkan nama, respondent, tetapi lembar tersebut diberikan kode.
2.    Considentiality
Kerahasiaan informasi dijamin peneliti hanya kelompok data tertentu yang dilaporkan sebagai hasil penelitian.
3.    Informat Consent
Lembar persetujuan diberikan kepada respondent yang akan diteliti yang memenuhi kriteria inklusi disertai judul penelitian dan manfaat penelitian. Bila subjek menolak maka peneliti tidak memaksa dan tetap menghormati hak-hak subjek.18


BABIV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.    Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di RSUD TenriawaruKelas B Kab. Bone pada tanggal  01- 13Juli 2011 denganjumlahsampel sebanyak 40 orang  (3,3%) dari 1194 ibu bersalin yang dirawat selama periode tahun  2010. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari buku register kebidanan dan status pasien ibu yang bersalin yang mengalami plasenta previa pada kehamilan terakhir. Data yang diperoleh diolah secara manual dan elektronik dengan menggunakan kalkulator dan dianalisis secara deskriptif dan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel narasi sebagai berikut :
Tabel4.1.1
Distribusi kejadian plasenta previa menurut umur ibu bersalin
dirawat di RSUD Tenriawaru Kelas B
Kab. Bone tahun 2010
Umur ibu    N    %
< 20 tahun
20-35    tahun
>35 tahun    2
25
13    5
62,5
32,5
Total    40    100
Sumber : Data sekunder
berdasarkan table 4.1.1dari 40 ibu hamil yang bersalin di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab. Bone yang didiagnosis plasenta previa, nampak bahwa kejadian plasenta previa terbanyak pada umur 20-35 tahun dengan frekuensi  25 orang.
Table 4.1.2
Distribusi kejadian plasenta previa berdasarkan paritas dan
Jarak kehamilan sebelumnya pada ibu bersalin dirawat
di RSUD Tenriawaru Kelas B
Kab. Bone tahun  2010

Plasenta Previa

Paritas    Jarak Kehamilan  
Jumlah
    0-2    3-4    >5  
    F    %    F    %    F    %    f    %
1    10    25    -    -    -    -    10    25
2    3    7,5    1    2,5    2    5    6    15
3    8    20    2    5    4    10    14    35
4    3    7,5    1    2,5    1    2,5    5    12,5
≥ 5    2    5    2    5    1    2,5    5    12,5
∑    26    65    6    15    8    20    40    100
Sumber : Data sekunder
Berdasarkan tabel 4.1.2 diatas tampak bahwa ibu hamil yang bersalin di RSUD Tenriawaru Kelas BKab. Bone yang didiagnosis plasenta previa sesuai diagnose dokter yang tercatat dalam buku register kebidanan dan status pasien maka terlihat bahwa kejadian plasenta previa yang beresiko tinggiyaitu pada ibu yang jarak kehamilannya <2tahun  yaitu dengan paritas 1 dari 40 kasus plasenta previa yang merupakan sampel dalam penelitian.

4.2.    Pembahasan
Berdasarkan hasil penyajian data yang telah dilakukan maka penelitian ini menunjukkan bahwa selama periode tahun 2010 di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.Bone terdapatkasus plasenta previa sebanyak 40 orang(3,3%) dari 1194 ibu bersalin yang mengalami plasenta previa. Untuk itu diperoleh informasi beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya plasenta previa yang akan dibahas lebih lanjut sebagai berikut :
4.2.1.    Distribusi kejadian plasenta previa menurut umur
Berdasarkan  variabel  umur pada  penelitian ini, dari sampel yang ada didapatkan bahwa  ibu dengan  umur antara20-35  tahun dengan frekuensi plasenta  previa  sebanyak  25orang dari 40 kasus plasenta previa, sedangkan umur< 20 tahun atau  > 35 tahun sebanyak 15 orangkasus dari 40 kasus plasenta previa.
Hasil penelitian ini berbeda bengan data yang didapatkan oleh Frye A pada tahun 1999 dimana dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa prevalensi plasenta previa 3 kali pada ibu umur > 35 tahun . Demikian pula hasil penelitian Archibong EL dan Ahmed ESM pada tahun 2000 yangmenyatakan prevalensi plasenta previa sesuai dengan peningkatan umuribu yaitu 1 kali pada umur 20-29 tahun, 3 kali umur 30-39 tahun dan 9 kali pada umur 40 tahun.21
Walaupun penelitian ini hanya sebatas gambar akan tetapi dari proporsi yangdiperoleh maka memberikan isyarat bahwa ibu dengan umur 20-35 tahun terbanyak mengalami plasenta previa dibandingkan umur < 20 atau > 35 tahun di bandingkan umur diantara 20-35 tahun. Hal ini disebabkan karena dengan adanya peningkatan umur ibu yang merupakan salah satu faktor resiko terjadinya plasenta previa akibat sklerosis pembuluh darah arteri kecil dan arteriola miometrium yang menyebabkan aliran darah ke endometrium tidak merata sehingga plasenta tumbuh lebih besar dengan luas permukan lebih besar untuk mendapatkan aliran darah yang lebih adekuat.
Walaupun data yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan dengan teori dan beberapa penelitian sebelumnya namun hasil penelitian ini juga menggambarkan bahwa ada ibu bersalin yang tidak beresiko pada faktor prediposisi dari golongan umur tetapi mengalami plasenta previa karena mempunyai paritas lebih dari 3 dan jarak kehamilannya kurang dari 2 tahun.
4.2.2. Distribusi kejadian plasenta previa menurut paritas dan jarak kehamilan sebelumnya.
Distribusi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya plasenta previa. Paritas lebih dari 3 dalam hal ini disebabkan karena secara fisik paritas yang tinggi akan mengurangi kemampuan uterus sebagai tempat implantasinya plasenta sehingga hal ini memicu terjadinya plasenta previa.
Meskipun paritas>3 merupakan resiko terjadinya plasenta previa, namun data pada penelitian ini bahwakejadian plasenta previa terbanyak pada ibu dengan paritas 1 sebanyak 10 kasus dengan jarak kehamilan 0-2 tahun, paritas 2 sebanyak 6 kasusdengan jarak kehamilan 0-2 tahun yaitu 3 orang, jarak kehamilan 3-4 tahun yaitu 1 orang dan jarak kehamilan > 5 tahun yaitu 2 orang, paritas 3 sebanyak14 kasusdengan jarak kehamilan 0-2 tahun yaitu 8 orang,  jarak kehamilan 3-4 tahun yaitu 2 orang dan jarak kehamilan> 5 tahun yaitu 4 orang, paritas 4 sebanyak 5 kasus dengan jarak kehamilan 0-2 tahun yaitu 3 orang, jarak kehamilan 3-4 tahun yaitu 1 orang dan jarak kehamilan > 5 tahun yaitu 1 orang sedangkan paritas > 5 sebanyak 5 kasus dengan jarak kehamilan 0-2 tahun yaitu 2 orang, jarak kehamilan 3-4 tahun yaitu 2 dan jarak kehamilan > 5 tahun yaitu 2 orangdari 40 kasus plasenta previa. Pada penelitian ini didapatkan bahwa ibu dengan resiko rendah, namun mengalami plasenta previa karena faktor-faktor lain yang merupakan penyebab terjadinya plasenta previa.
Hasil penelitian ini mendukung teori yang menyatakan bahwa anggapan vaskularisasi yang berkurang atau atropi desidua akibat persalinan lampau dapat menyebabkan plasenta previa tidaklah selalu benar, karena tidak nyata dengan jelas bahwa plasenta previa didapatkan untuk sebagian besar pada penderita paritas tinggi.
     Selain dari paritas faktor yang mempengaruhi kejadian plasenta previa diantaranya adalah jarak kehamilan yang pendek dan hal ini belum mendapat perhatian yang semestinya, karena belum banyak diangkat bukti-bukti mengenai manfaat jarak kelahiran terhadap kesehatan ibu maupun bayinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 40 kasus plasenta previa hanya terdapat 31orang yang memenuhi variabel  darijarak kelahiran dan selebihnya sebanyak 9 orang adalah ibu dengan plasenta previa yang melahirkan pertama kali. Ditinjau dari faktor jarak kehamilan sebelumnya maka kejadian plasenta previa terbanyak pada ibu dengan jarak kehamilan 0-2 tahun yaitu sebanyak 26 orangdari  40  kasus, selanjutnya pada ibu dengan jarak kelahiran> 2 tahun sebanyak 14 orang .
Hal ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Rahayu Budi Utami pada tahun 2007 di RS DR. Sardjito dan RS Muhammadyah Yogyakarta yang menyatakan bahwa wanita dengan jarak kehamilan kurang dari 15 bulan mempunyai resiko 2 kali lebih besar untuk terjadinya plasenta previa dibandingkan pada wanita dengan jarak kehamilan  lebih dari 15 bulan.22
Demikian pula pendapat yang tertulis oleh Bibilung pada tahun 2007 sesuai hasil penelitian yang dipublikasikan The British Medical jumlah yang menyatakan bahwa wanita dengan interval yang pendek antara 2 kehamilan mempunyai resiko tinggi mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan. Hal ini disebabkan karena jarak kehamilan yang terlalu dekat di bawah 2 tahun terjadi gangguan kesuburan endometrium di mana terjadi perluasan implantasi plasenta yang menyebabkan kelainan implantasi plasenta yaitu plasenta previa.

















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.    Kesimpulan
Dari  hasil penelitia  mengenai distribusi kejadian plasenta previamakadiperoleh hasil sebagaiberikut :
1.    Kejadian plasenta previa berdasarkan umur terbanyak yaitu pada umur 20-35 tahundi RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.Bone periode tahun 2010, dimana umur 20-35 tahun merupakan resiko rendah.
2.    Kejadian plasenta previa berdasarkan paritas yang beresiko tinggi yaitu ibu dengan paritas 1 dan 2 di RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.Bone periode tahun 2010.
3.    Kejadian plasenta previa yang beresiko tinggiyaitu pada ibu yang  bersalin jarak kehamilannya <2 tahun sedangkan yang beresiko rendah yaitu jarak kehamilan > 2 tahundi RSUD Tenriawaru Kelas B Kab.Bone periode tahun 2010.



5.2.    Saran
Berdasarkanhasil penelitian tentang disrtibusi kejadian plasenta previa maka ada beberapa saran yang disimpulkan oleh penelitian antara lain :
1.    Perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menunda usia hamil dan bersalin untuk mencegah terjadinya kehamilan yang beresiko tinggi yakni pada umur < 20 tahun atau > 35 tahun.
2.    Mengatasi jumlah paritas dengan pengetahuan tentang keluarga berencana.
3.    Sebaiknya seorang wanita merencanakan kehamilannya dengan baik dan supaya hamil umur 35 tahun.











DAFTAR PUSTAKA


1.    WHO: Penurunan angka kematian ibu 2007. (diunduh pada tanggal 12 April 2011)m.antaranews.com.

2.    Kematian ibu tertinggi di ASEAN, selasa 23 September 2003 : Siswono (Diunduh pada tanggal 12 April 2011) http://www.suarapembaharuan.com.

3.    Depkes, Profil Kesehatan Republik Indonesia. Tahun 2010, Jakarta. 2011.


4.    Hanifa. W. Ilmu Kebidanan.edisi ketiga cetakan kesembilan.Jakarta :YBP-SP ; 2007.

5.    Hanifa.W.  Ilmu Kebidanan. edisi ketiga cetakan ketujuh. Jakarta : YBP-SP; 2005.

6.    Depkes, Profil Kesehatan Sulawesi Selatan.Tahun2010, Makassar. 2011.
  
7.    Anonim.PlasentaPrevia.2008.(diunduh tgl 16 April 2011) http//www.susukolostrum.com.

8.    Saifuddin, A. B. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta :JNP KKD - POGI - YBP. SP; 2009.

9.    Chapman, Vicky. Asuhan Kebidanan Persalinan Dan Kelahiran. cetakan 1. Jakarta: EGC; 2006.

10.    Varney, Helen. Buku Ajar Asuhan Kebidanan.Jakarta :cetakan 1. Edisi 4 ECG; 2007.

11.    Achadiat, Chrisdiono M. Prosedur Tetap Obstetri Dan Ginekologi. cetakan 1. Jakarta :EGC; 2004.

12.    Sastrawinata, Sulaiman. Obstetri Patologi. edisi kedua. cetakan 1.Jakarta:  EGC; 2004.

13.    Rustam, Mochtar. Sinopsis Obstetri. edisi kedua; Jakarta: EGC; 2000.
14.    Sujiati, M.Keb, Mufdlilah, M.Sc, Asri.H, M.keb. Asuhan Patologi Kebidanan. Cetakan pertama. Jakarta : NUMED; 2009.

15.    Winson. N. V, McDonald. S. Kamus Kebidanan Bergambar. cetakan 1. Jakarta : EGC; 2009.

16.    Saifuddin, A. B. Buku Paduan Praktis Pelayana Kontrasepsi .edisi kedua. Jakarta :JNP KKD - POGI - YBP. SP; 2006.

17.    Varney, Helen. Buku Saku Bidan. cetakan 1. Jakarta:EGC ; 2002.

18.    Hidayat, A. Metode Penelitian Teknik Analisis Data. Jakarta : Salembang Medika; 2007.

19.    Dr. Eko Budiarto. Biostatistika. Penerbit Kedokteran ; EGC. 2002.

20.    S. Natoatmojo. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta :Rineka Cipta;2007.

21.    Gd. Alit.Wardana, Md. Kornia Karkata. Faktor resiko plasenta previa di RS. Sanglah Denpasar. Bali : 2002. (diunduh pada tanggal 16 April 2011) http://www.kalbet.co.id.

22.    Utami, Rahayu.B. Jarak kelahiran dan resiko kejadian plasenta previa di RSUP Dr. Sardjito dan RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta: 2007. (diunduh pada tanggal 16 april 2011)http://etd.ugm.ac.id.






Lampiran 1. DaftarPenderitaPlasenta Previa di RSUD TenriawaruKelas B Kab. BonePeriodeTahun 2010.
No. Urut    No. Register    NamaIbu    Umur    Paritas (Frekuensi)    JarakKehamilan
(Tahun)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.    089407
089505
093846
093672
093720
093709
093712
093995
093996
093997
093989
094671
094754
090514
094910
095645
097231
097286
098250
099698
101539
101563
102121
102520
102490
102619
10 28 10
10 28 30
10 38 20
10 39 84
10 41 40
10 31 66
10 47 65
10 47 79
10 48 65
10 63 80
10 71 91
10 72 36
10 73 72
10 80 67
    Ny“F”
Ny “R”
Ny “A”
Ny “N”
Ny “S”
Ny “M”
Ny “A”
Ny “R”
Ny “H”
Ny “A”
Ny “A”
Ny “A”
Ny “M”
Ny “U”
Ny “J”
Ny “M”
Ny “R”
Ny “A”
Ny “E”
Ny “K”
Ny “J”
Ny “R”
Ny “A”
Ny “A”
Ny “N”
Ny“H”
Ny “U”
Ny “I”
Ny “K”
Ny “S”
Ny “E”
Ny “R”
Ny “M”
Ny “S”
Ny “N”
Ny “D”
Ny “E”
Ny “D”
Ny “N”
Ny “E”    24 tahun
17 tahun
38 tahun
34 tahun
24 tahun
38 tahun
29 tahun
40 tahun
32 tahun
35 tahun
26 tahun
31 tahun
37 tahun
26 tahun
25 tahun
38 tahun
47 tahun
40 tahun
27 tahun
35 tahun
41 tahun
40 tahun
25 tahun
35 tahun
38 tahun
35 tahun
28 tahun
31 tahun
25 tahun
19 tahun
23 tahun
33 tahun
48 tahun
30 tahun
24 tahun
46 tahun
24 tahun
26 tahun
41 tahun
31 tahun    2
1
3
3
2
5
1
5
2
3
1
3
3
1
3
2
6
1
3
2
3
9
3
4
1
1
5
3
3
1
1
4
4
3
1
4
2
3
4
3    1  
0
2
2
1
1
0
3
6
12
0
12
7
1
1
6
1
0
1
1
9
4
1
2
0
1
6
    3  
1
0
0
1
3
1
0
7
4
3
2
0












DAFTAR RIWAYAT HIDUP






Nama                : A. GUSPIKA
Tempat/Tanggal lahir        : Watampone, 01 September 1989
Jenis kelamin            : Perempuan
Status                : Mahasiswi
Agama                : Islam
Alamat                : Jln. Lapawawoi Kr. Sigeri
Telepon            : 085 255 136 683
    089 967 774 77
Email                : a.guspikha@yahoo.com
Riwayat Pendidikan        :
1.    Tamat SDN INPRES 6/75 Bukaka Tahun 2002.
2.    Tamat SMP Negeri 2 Watampone Tahun 2005.
3.    Tamat SMA Negeri 4 Watampone Tahun 2008.
4.    Sementara Penyelesaian Pendidikandi Program D III Akademi Kebidanan Batari Toja Watampone Tahun 2008 – 2011.

ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY”H” GESTASI 36 MINGGU 2 HARI
DI BPS Hj. HARFIANI JLN. S. ASAHAN
TANGGAL 04 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal Kunjungan : 04 April 2011, Pukul 09.30 Wita
Tanggal Pengkajian : 04 April 2011, Pukul 09.35 Wita

LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
1. Identitas Istri/ Suami
Nama : Ny.”H” / Tn.”S”
Umur : 36 Tahun / 28 Tahun
Nikah/ Lamanya : 1x / ± 7 Tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT/ Wiraswasta
Alamat : Jln. Lanto DG. Pasewang

2. Riwayat Kehamilan Sekarang
1. Kehamilan kedua, 1 kali melahirkan dan tidak pernah keguguran (GII PI A0)
2. HPHT tanggal . 26-07- 2010 HTP tanggal 03-05-2011
3. Umur kehamilan 36 minggu 2 hari.
4. Pergerakan janin dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu.
5. Pergerakan janinnya lebih banyak dirasakan pada kuadran kanan bawah perut.
6. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama kehamilannya.
7. Ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 kali di puskesmas biru dan 2 kali di BPS Hj. Harfiani.
8. Ibu mendapat suntikan TT sebanyak 2 kali.
~ TT1 tanggal 07-09-2010,di puskesmas Biru
~ TT2 tanggal 09-10-2010,di puskesmas Biru
3. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas Yang Lalu
NO Kehamilan Persalinan Bayi / Anak Nifas
Tahun Umur Keadaan Jenis Tempat Penolong JK PBL / BB Keadaan
1 2005 Aterm normal PBK rumah Bidan ♀ 48 / 2800 Sehat Normal
2 2011 Kehamilan sekarang

4. Riwayat Reproduksi
1. Riwayat haid
Manarche : 15 Tahun
Siklus : 28 - 30 Hari
Lamanya : 6 - 7 Hari
Dismenorrhea : Tidak ada
2. Riwayat KB
Ibu pernah menjadi Akseptor KB dengan menggunakan KB Microginon tetapi berhenti dengan alas an ingin punya anak lagi.
5. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Lalu dan Sekarang
1. Ibu tidak pernah ada riwayat penyakit jantung, DM, hipertensi dan malaria.
2. Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seksual , HIV / AIDS
3. Ibu tidak ada riwayat dioperasi dan transfusi darah.
4. Ibu tidak ada riwayat alergi makanan, minuman dan obat- obatan.
5. Ibu tidak ada ketergantungan obat-obatan, rokok dan alkohol.
6. Ibu tidak ada riwayat keturunan kembar baik dari pihak istri maupun suami.

6. Riwayat Psikososial, Ekonomi, dan Spiritual
1. Ibu dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya sekarang.
2. Pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami.
3. Hubungan ibu dengan suami dan keluarganya harmonis.
4. Ibu rajin melakukan shalat 5 waktu dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatannya dan bayinya.
5. Ibu dan keluarga ingin persalinannya di BPS / rumah dan ingin ditolong oleh Bidan.
6. Kebutuhan bayi dan biaya persalinan sudah disiapkan.

7. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari – hari
1. Nutrisi
~ Sebelum hamil
• Frekuensi : 3 kali sehari
• Pola makan : Teratur (nasi, sayur, dan lauk - pauk)
• Pola minum : 6 - 8 gelas sehari
~ Selama hamil
• Frekuensi : 3 kali sehari
• Pola makan : Teratur (nasi, sayur, dan lauk - pauk)
• Pola minum : 8 - 11 gelas/ hari

2. Eliminasi
a. BAK (Buang Air Kecil)
~ Sebelum hamil
• Frekuensi : 3 – 4 kali sehari
• Warna : Kuning
• Bau : Amoniak
~ Selama hamil
• Frekuensi : 4 - 5 kali sehari
• Warna : Kuning
• Bau : Amoniak
b. BAB (Buang Air Besar)
~Sebelum hamil
• Frekuensi : 1 – 3 kali sehari
• Warna : Kuning
• Konsistensi : Lunak
~ Selama hamil
• Frekuensi : 1 – 2 kali sehari
• Warna : Kuning
• Konsistensi : Lunak

3. Pola Istirahat
~ Sebelum hamil
• Tidur siang : ± 1 - 2 jam sehari (Pukul 14.00 - 16.00 wita)
• Tidur malam : ± 7 - 8 jam sehari ( 21.00 Pukul - 05.00 wita)
~ Selama hamil
• Tidur siang : ± 1 - 2 jam sehari (Pukul 12.00 - 13.00 wita)
• Tidur malam : ± 7 - 8 jam sehari (Pukul 22.00 - 06.00 wita)
4. Personal Hygiene
~ Sebelum hamil
• Mandi : 2 kali sehari pake sabun.
• Sikat gigi : 2-3 kali sehari pakai pasta gigi.
• Keramas : 2-3 seminggu.
• Ganti pakaian dalam dan luar setiap selesai mandi.
~ Selama hamil
• Tidak ada perubahan.

8. Pemeriksaan Fisik
1. Penampilan ibu : Rapi, Postur tubuh Lordosis, Kesadaran komposmentis, Emosi stabil, pola komunikasi akrab dan koopeatif.
2. Keadaan umum :
a. TB : 152 cm
b. BB : 54 kg (sebelum hamil 50 kg)
c. LILA: 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 103/ 80 mmHg (N:S:100-130,D:70-80)
• Nadi : 80 x/ menit (N: 70- 80 x/ menit)
• Suhu : 36, 5ºC (N: 36,5- 37,5ºC)
• Pernafasan : 22 x/menit (N: 20- 24 x/ menit)

3. Kepala dan rambut
Inspeksi : Kulit rambut bersih, rambut ombak dan tidak rontok.
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
4. Wajah
Inspeksi : Tidak ada cloasma dan tidak nampak adanya oedema
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
5. Mata
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan Konjungtiva merah muda Sclera putih bersih.
6. Telinga
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, tidak ada serume.
Palpasi : Tidak teraba adanya nyeri tekan.
7. Hidung
Inspeksi : Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada, Polip dan secret.
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
8. Mulut dan gigi
Inspeksi : Keadaan mulut dan gigi bersih, tidak ada caries dan gigi tanggal.
9. Leher
Inspeksi : Tidak tampak adanya pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe dan vena jugularis
Palpasi : Tidak teraba pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe dan vena jugularis.
10. Payudara
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, puting susu terbentuk, tampak adanya hyperpigmentasi pada areola mammae.
Palpasi : Belum ada kolostrum saat puting dipencet, tidak ada massa tumor.
11. Abdomen
Inspeksi : Tampak pembesaran perut sesuai umur kehamilan, striae alba, linea nigra, tidak ada luka bekas operasi, tonus otot perut tegang.
Palpasi :
• Leopold I : 2 jrbpx (30 cm), teraba bokong.
• Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
• Leopold III : Presentase kepala
• Leopold IV : BAP (Bergerak Atas Panggul / Konvergen)
Auskultasi DJJ 148 x/ menit, teratur, kuat dan terdengar paling jelas pada daerah kuadran kiri bawah perut.
12. Vulva dan Vagina
• Tidak ada kelainan
13. Eksterimitas Bawah
• Inspeksi :Simetris kiri dan kanan.
• Palpasi : Tidak ada udema dan varices.
• Perkusi : Refleks patella (+) kiri dan kanan.
14. Pemeriksaan laboratorium
• Hb : 14 gram %
• Albumin : -
• Reduksi : -



LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 36 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BAP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.

1. GII PI A0
DS : Ibu mengatakan ini adalah kehamilan kedua, melahirkan satu kali dan tidak pernah keguguran.
DO :
• Tampak pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
• Tonus otot perut ibu tampak tegang.
• Tampak striae alba dan linea nigra.
• Palpasi :
Leopold I : 2 jrbpx (30 cm)
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Presentase kepala
Leopold IV : BAP (Bergerak Atas Panggul / Konvergen)
Analisa dan interprestasi data
 Uterus akan membesar pada bulan – bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesterone yang kadarnya meningkat yang disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus, serabut kolagen menjadi higroskopik akibat kadar peningkatan estrogen. Uterus membesar sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin.
(Ilmu kebidanan Sarwono hal 89)
 Striae livide disebabkan oleh terdapatnya deposit pigmen dan hyperpigmentasi pada kulit yang disebabkan oleh pengaruh Metanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat yang dikeluarkan oleh lobus hipofisis anterior, dimana striae mirip keadaan pada kulit yang seolah- olah retak- retak, warna berubah agak hypermik dan kebiru- biruan dan pada seorang primigravida sering tampak striae livide. Setelah partus livide berubah menjadi putih disebut striae albicans.Pada sorang multigravida tampak striae livide dengan striae albicans.
(Ilmu Kebidanan Sarwono hal.97- 98)

2. Gestasi 36 minggu 2 hari
DS :
• HPHT tanggal 26 - 07- 2010
• Ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan.
• Pergerakan janinnya dirasakan pertama kali pada umur kehamilan 4 bulan.
DO :
• HTP tanggal 03 - 05 - 2011
• Palpasi leopold I TFU 2jrbpx
• Tanggal pengkajian 15-03-2011

Analisa dan interprestasi data
Menurut rumus neagle, dihitung dari HPHT tanggal 26 - 07 - 2010 sampai tanggal kunjungan 14-04-2011, maka umur kehamilan ibu 36 minggu 2 hari.(0bstetri Fisiologi Padjajaran Hal. 127)


3. Situs memanjang (Pu-Ki)
DS : Pergerakan janin dirasakan kuat dan teratur pada sebelah kanan perut ibu.
DO : Palpasi abdomen
Leopold I : 2 jrbpx
Leopold II : PU-Ki
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP

Analisa dan interprestasi data
 Pergerakan janin kuat terutama disebelah kanan menandakan bagian- bagian janin seperti tangan dan kaki berada pada sebelah kanan sehingga punggung berada pada sebelah kiri.
(Obstetri Willians hal. 23)
 Palpasi Leopold II teraba tahanan keras, lebar dan datar seperti papan yang merupakan punggung janin di sisi kiri ibu.
(Ilmu Kebidanan,Sarwono Prawiroharjohal 15)

4. Presentase Kepala
DS : -
DO : Palpasi Leopold III teraba kepala.
Analisa dan Interpretasi data
Pada Leopold III pemeriksaan dilakukan untuk menentukan bagian terendah janin. Pada daerah simpisis teraba bagian bulat,keras,dan melenting serta mudah digerakkan menandakan bahwa janin dalam presentase kepala.
(Manuaba,1998.Hal 135)



5. Intra uterin
DS : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami nyeri perut yang hebat selama hamil.
DO : Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Ibu tidak merasa nyeri pada saat palpasi.
Pada saat palpasi teraba bagian-bagian janin.

Analisa dan interprestasi data
Cavum uteri adalah bagian dari uterus yang merupakan tempat berkembang dan bertumbuhnya janin. Disinilah hasil konsepsi dapat tumbuh dan berkembang hingga uterine tanpa menyebabkan nyeri. (Obstetri Fisiologi UNPAD hal 196- 198)

6. BAP (Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
DS : -
DO : Palpasi Leopold IV: BAP (Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)

Analisa dan interpretasi data
Pada saat pemeriksaan leopold IV pemeriksa menghadap kearah kaki ibu untuk menetapkan bagian terendah janin yang masuk pintu atas panggul terbesarnya maka tangan yang melakukan pemeriksaan divergen(BDP) sedagkan bila lingkaran terbesanya belum masuk PAP maka tangan pemeriksa konvergen. ( Manuaba hal 211)

7. Tunggal
DS :
• Ibu tidak memiliki riwayat kembar dari pihak ibu maupun suami.
• Janin ibu bergerak kuat dan teratur (1-2 kali/ jam)
DO :
• Palpasi abdomen
Leopold I : 2 jrbpx (30 cm)
Leopold II : PU-KI
Leopold III : Kepala
Leoopold IV : BAP
• Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
• Auskultasi DJJ terdengar jelas secara teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 142 x/ menit.

Analisa dan interprestasi data
Dari hasil pemeriksaan tidak ada riwayat kembar dari pihak istri ataupun suami didukung oleh pemeriksaan Leopold I, dan III teraba 2 bagian besar janin pada sumbu yang berlawanan, bagian kepala pada kuadran bawah perut dan bagian bokong pada kuadran atas perut. Perbesaran perut sesuai umur kehamilan dan DJJ hanya terdengar disatu tempat menandakan bahwa janin tunggal.
(Sarwono, P.2002. Hal 159)

8. Hidup
DS : Ibu merasakan pergerakan janinnya kuat dan teratur terutama bagian kanan perut ibu.
DO : DJJ terdengar jelas secara teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 142 x/ menit.

Analisa dan interpretasi data
a. Adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu saat pengkajian dan DJJ terdengar jelas menandakan jantung janin berfungsi dengan baik dan janin hidup serta berkembang.
(Sarwano, 2002. Hal. 129)
b. Salah satu tanda pasti janin hidup adalah adanya pergerakan janin pada umur kehamilan 22 minggu untuk primi dan 16 minggu untuk multi.
(Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana .hal. 136)

9. Keadaan Janin Baik
DS : janin bergerak kuat dan teratur.
DO : DJJ 142 x/ i terdengar jelas pada kuadran kiri bawah perut ibu

Analisa dan interprestasi data
a. Adanya pergerakan janin, DJJ terdengar jelas dan teratur dengan frekuensi 142x/menit menandakan janin dalam keadaan baik.
b. DJJ kurang dari 120/menit atau lebih dari 160/menit atau tidak teratur menandakan janin dalam asfiksia (kekurangan O2)
(Obstetric Fisiologi Padjajaran, Hal 170)

10. Keadaan ibu baik
DS : Ibu tidak ada keluhan.
DO :
• Palpasi Leopold IV convergen (bergerak atas panggul)
• Tidak ada oedema pada wajah dan tungkai.
• Keadaan composmentis dan scelera merah mudah.
• Tanda- tanda vital
- Tekanan Darah : 130/80 mmHg
- Nadi : 80x/ menit
- Suhu : 36, 7ºC
- Pernafasan : 22 x/menit
• Palpasi menurut Leopold
- Leopold I : TFU 2jrbpx (30cm)
- Leopold II : Pu-Ki
- Leopold III : Kepala
- Leopold : BAP
Analisa dan interprestasi data
Kesadaran ibu composmentis serta tanda-tanda vital dalam batas normal serta tidak ada tanda-tanda yang membahayakan, itu menggambarkan bahwa keadaan ibu baik.
(Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan dan Keluarga Berencana).

LANGKAH III. MERUMUSKAN DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL
Tidak ada data yang menunjang terjadinya masalah potensial.

LANGKAH IV. PERLUNYA TINDAKAN SEGERA/ KOLABORASI
Tidak ada data yang menunjang terjadinya masalah potensial.



LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN/ INTERVENSI
Diagnosa : GIII PI A0, gestasi 36 minggu 2 hari, situs memanjang dengan PUKI, Kepala, BAP, Intra uteri, tunggal, hidup, keadaan janin baik keadaan ibu baik.
Tujuan :
• Pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung normal.
• Keadaan ibu dan janin baik.
Kriteria :
• DJJ dalam batas normal (120-160x/i)
• Terjadi kelahiran letak kepala.
• Tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Tekanan Darah : sistole:100-130 mmHg
Diastole: 70-90 mmHg
- Nadi : 70- 90 x/ menit
- Suhu : 36,5⁰C - 37,5ºC
- Pernafasan : 16- 24 x/ menit
• Pergerakan janin dirasakan dirasakan minimal 10x dalam sehari.
INTERVENSI
Tanggal 4 April 2011, Pukul 09.40 wita
1. Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Rasional : Ibu tahu tentang keadaan janinnya dan ibu lebih mempersiapkandiri dalam menghadapi persalinannya dan ibu tidak perlu merasa cemas.
2. Anjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi beban kerja.
Rasional : Istirahat yang cukup akan memberikan relaksasi pada otot - otot serta mengurangi beban kerja jantung.
3. Memberi HE tentang :
a. Pemberian makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang mengandung karbohidrat (Nasi, Roti, Jagung, Kentang, Umbi-Umbi), Protein (Ikan, telur), Kalsium, Vit C (Jeruk, tomat, papaya, dll), Kalsium, Fe (kangkung, bayam, daun ubi dis).
Rasional : Karbohidrat dan protein salah satu sumber kalori yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, makanan yang mengandung Fe untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin minum air putih 6-8 gelas / hari.
b. Personal hygiene termasuk perawatan payudara.
Rasional : Keadaan yang bersih dapat mencegah masuknya mikroorganisme kedalam tubuh sehingga membuat ibu merasa nyaman.

4. Berikan penjelasan tentang 10 tanda bahaya kehamilan.
Rasional : Ibu mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan dapat memeriksan diri segera di tempat pelayanan kesehatan terdekat jika ibu mengalami salah satu tanda bahaya dalam kehamilan.
5. Beri promosi kesehatan tentangPemberian suplemen Fe dan vitamin.
Rasional : ~ Suplemen zat besi (Fe) dapat membantu meningkatkan kadar HB ibu disamping intake makanan yang mengandung zat besi.
~ Kebutuhan akan vitamin meningkat untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin sehingga dibutuhkan tambahan suplemen.
6. Anjurkan ibu untuk menghitung gerakan janin
Rasional : Mengajarkan ibu menghitung gerakan janin dan ibu dapat memahami sendiri keadaan janin sekaligus menambah pengetahuan ibu.
7. Anjurkan ibu untuk datang/ kunjungan ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluhan.
Rasional : Ibu bersedia dating 1 minggu kemudian memeriksakan kehamilan dan akan dating lebih awal jika terjadi indikasi untuk mendapat penanganan segera.
8. Beri HE tentang :
B : Bidan
A : Alat
K : Kendaraan
S : Surat
O : Obat
K : Keluarga
U : Uang
Rasional : Mempersiapkan sedini mungkin apabila terjadi komplikasi dalam kehamilannya dan proses persalinan yang akan di hadapi.

LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 4 April 2011, Pukul 09.45 wita
1. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kondisi dan letak janin dalam rahimnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidak merasa cemas.
2. Menganjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi beban kerja dirumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban kerja dirumah.
3. Memberi HE tentang
a. Pemberian makanan yang bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbonhidrat, protein, kalsium, vit c, kalsium dan Fe.
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
b. Personal hygiene termasuk perawatan payudara (Persiapan ASI)
Hasil : Ibu akan menjaga kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara (Persiapan ASI).
4. Berikan tahu penjelasan pada ibu tentang 10 tanda bahaya dalam kehamilan.
a. Sakit kepala yang menetap.
b. Penglihatan kabur.
c. Mual muntah yang berlebih.
d. Oedema pada wajah dan jari-jari tangan.
e. Nyeri perut yang hebat.
f. Deman tinggi.
g. Penurunan gerakan janin.
h. Kejang-kejang.
i. Perdarahan dari jalan lahir.
j. Pengeluaran cairan tiba-tiba dari jalan lahir.
5. Penatalaksanaan obat oral : suplemen Fe 1x1 dan vit B1, B12 2x1.
Hasil : Ibu rajin mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Mengajukan ibu untuk datang ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluahan.
Hasil : Ibu bersedia datang 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan datang lebih awal jika ada keluhan.
7. Memberikan HE tentang Baksoku.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melaksanakannya.


LANGKAH VII. EVALUASI
Tanggal 04 April 2011, Pukul 10. 00 wita
1. Ibu mengerti tentang kehamilannya sekarang.
2. Ibu gembira mendengar keadaan janinnya baik.
3. Ibu mengerti dan mau meleksanakan apa yang dianjurkan kepadanya.
4. Keadaan umum ibu baik,
Tanda- tanda vital (TTV) dalam batas normal
• Tekanan Darah : 130/ 80 mmHg (N, sistol 100-130mmHg, diastol 70-90mmHg)
• Nadi : 80 x/menit (N, 70-90x/menit)
• Suhu : 36, 7º C (N,36,5°-37,5°c)
• Pernapsan : 22 x/menit (N, 16-24 x/menit)
5. Ibu bersediah datang untuk follow up 1 minggu kemudian, atau datang lebih awal jika ada keluhan.

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 36 MINGGU 2 HARI DENGAN SERING KENCING
D I P U S K E S M A S B I R U
TANGGAL 18 MARET 2011

No. Register :
Tanggal Kunjungan : 04 April 2011, Pukul 09.30 Wita
Tanggal Pengkajian : 04 April 2011, Pukul 09.35 Wita

DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Kehamilan kedua, 1 kali melahirkan dan tidak pernah keguguran (GII PI A0).
2. HPHT 26-07-2010 HTP 03-05-2011
3. Umur kehamilan 36 minggu 2 hari, ± 9 bulan.
4. Pergerakan janin dirasakan ibu pada umur kehamilan 16 minggu.
5. Pergerakan janin kuat dan teratur, terutama kuadran kanan perut ibu.
6. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama hamil.
7. Ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 kali di puskesmas biru. Dan 2 kali di BPS Hj. Harfiani.
8. Mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2x selama hamil di puskesmas biru.






DATA OBJEKTIF ( O )
1. Penampilan ibu : Rapi postur tubuh lordosis, kesadaran composmentis, emosi stabil, pola komunikasi akrab dan kooperatif.
2. Keadaan ibu : Baik.
a. Berat badan : 54 kg ( sebelum hamil 50 kg)
b. Tinggi badan : 152 cm
c. LILA : 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 130/80 mmHg (N, S 100-130 mmHg,D 70-90mmHg)
• Nadi : 80 x/ menit (N, 70-90 x/menit)
• Suhu : 36,5ºC (N, 36, 5ºC -37, 5ºC)
• Pernafasan : 22 x/menit (N, 16-24x/menit)

3. Kulit kepala bersih,rambut lurus,hitam dan tidak rontok,tidak ada massa dan nyeri tekan.
4. Wajah tidak ada cloasma,ekspresi wajah tampak biasa,tidak ada oedema.
5. Mata tampak simetris kiri dan kanan,konjungtiva tidak icterus,sclera merah mudah.
6. Tidak peradangan, tidak ada secret dan polip pada lubang hidung.
7. Bibir tampak lembab, keadaan mulut gigi bersih, tidak ada caries dan gigi tanggal.
8. Telinga simetris kanan dan kiri,tidak ada serumen.tidak ada nyeri tekan.
9. Tidak ada pembesaran pada kelenjar lyroid, Limfe dan vena jugularis.
10. Payudara simetris kiri dan kanan,putting susu terbentuk dan hiperpigmentasi pada areola mammae,tidak ada massa dan nyeri tekan.
11. Abdomen tampk striae albicans dan linea nigra,tonus otot tampak regang,tidak ada luka bekas operasi dan pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Palpasi :
• Tidak ada nyeri tekan, teraba bagian janin pada saat palpasi.
• Palpasi menurut leopold
Leopold I : TFU 3 jrbpx
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP
Auskultasi : DJJ terdengar kuat dan teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 148x/menit.
12. Vulva dan vagina tidak ad kelainan.
13. Ektramitas atas bawah.
- Simetris kiri dan kanan.
- Tidak ada varices.
- Tidak ada oedema pada kaki.
- Refleks patella kiri dan kanan(+/+)

ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII P1 A0, Gestasi 39 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BDP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.



PLANNING ( P )
Tanggal 04 April 2011, Pukul 09.45 wita
1. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa kondisi dan letak janin dalam rahimnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidak merasa cemas.
2. Menganjurkan pada ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi beban kerja di rumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban bekerja di rumah.
3. Memberikan HE tentang
• Mengkonsumsi makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbohidrat( nasi, kentang, umbi-umbian), protein (telur,ikan).
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
• Personal hygiene tentang perawatan payudara(persiapan ASI).
Hasil : Ibu akan menjega kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan, dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara. (persiapan ASI).
4. Beritahu dan menjelaskan pada ibu tentang 10 tanda bahaya dalam kehamilan.
a. Sakit kepala yang menetap.
b. Penglihatan kabur.
c. Mual muntah yang berlebih.
d. Oedema pada wajah dan jari-jari tangan.
e. Nyeri perut yang hebat.
f. Deman tinggi.
g. Penurunan gerakan janin.
h. Kejang-kejang.
i. Perdarahan dari jalan lahir.
j. Pengeluaran cairan tiba-tiba dari jalan lahir.
5. Penatalaksanaan obat oral : suplemen Fe 1x1 dan vit B1, B12 2x1.
Hasil : Ibu rajin mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Mengajukan ibu untuk datang ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluahan.
Hasil : Ibu bersedia datang 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan datang lebih awal jika ada keluhan.
7. Memberikan HE tentang Baksoku.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melaksanakannya.














PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 38 MINGGU 2 HARI
DI BPS BIDAN Hj. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAL 18 MARET 2011

No. Register :
Tanggal Kunjungan : 18 April 2011, Pukul 16.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 18 April 2011, Pukul 16.05 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan pergerakan janinnya sering.
2. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama hamil.
3. Ibu mengatakan sering kencing.

DATA OBJEKTIF ( O )
1) Penampilan ibu : Rapi, postur tubuh
2) Keadaan umum ibu : baik
a. TB : 152 cm
b. BB : 54,2 kg (sebelum hamil 50 kg)
c. LILA : 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 110/ 80 mmHg
• Nadi : 82 x/ menit
• Suhu : 36,5ºC
• Pernafasan : 24 x/menit
3) Kulit kepala bersih,rambut lurus,hitam dan tidak rontok.
4) Wajah tidak ada cloasma,ekspresi wajah tampak biasa,tidak ada oedema.
5) Mata tampak simetris kiri dan kanan,konjungtiva merah muda,sclera putih.
6) Lubang hidung simetris kanan dan kiri,tidak ada polip dan secret,serta tidak ada nyeri tekan.
7) Keadaan mulut dan gigi tampak bersih tidak ada caries.
8) Telinga simetris kanan dan kiri,tidak ada serumen.tidak ada nyeri tekan.
9) Leher tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,kelenjar limfe,dan vena jugularis.
10) Payudara simetris kiri dan kanan,putting susu terbentuk dan hiperpigmentasi pada areola mammae,tidak ada massa dan nyeri tekan.
11) Abdomen tampk striae albicans dan linea nigra,tonus otot tampak regang,tidak ada luka bekas operasi dan pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Palpasi :
• Tidak ada nyeri tekan, teraba janin saat palpasi.
• Palpasi menurut leopold
Leopold I : TFU 3 jrbpx (33 cm)
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP(Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
• Auskultasi : DJJ terdengar kuat kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 146 x/menit.

12) Vulva dan vagina tidak ada kelainan.
13) Ekstramitas atas dan bawah.
- Simetris kiri dan kanan.
- Tidak ada avarices.
- Tidak ada oedema pada kaki.
- Refleks patella kiri dan kanan (+/+)

ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 38 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BAP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.
PLANNING ( P )
Tanggal 18 April 2011, Pukul 16.30 wita
1. Memberitahukan ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa kondisi dan letak janinnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidakmerasa cemas.
2. Menganjurkan kepada ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi beban kerja di rumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban kerja di rumah.
3. Memberi HE tentang
a. Mengkonsumsi makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbohidrat (nasi, kentang, umbi-umbian), protein (telur,ikan).
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
b. Personal hygiene tentang perawatan payudara(persiapan ASI).
Hasil : Ibu akan menjega kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan, dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara. (persiapan ASI).
4. Beri tahu ibu tanda-tanda persalinan.
a) Mules-mules yang teratur timbul semakin sering dan semakin lama.
b) Pengeluaran lendir dan darah dari jalan lahir.
c) Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecah selaput ketuban.
Hasil : Agar ibu mengetahui tanda-tanda persalinan dan akan memanggil bidan jika ibu mengalami tanda-tanda persalinan.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap minum suplemen Fe 1x1 perhari.
Hasil : Ibu akan mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Beri HE tentang BAKSOKU
Hasil : Ibu sudah menyiapkan.







PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 38 MINGGU 4 HARI DENGAN NYERI PERUT
DI BPS BIDAN HJ. HARFIANI JL.S. ASAHAN
TANGGAL 18 MARET 2011

No. Register :
Tanggal Kunjungan : 20 April 2011, Pukul 10.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 20 April 2011, Pukul 10.00 Wita

DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang sejak pukul 02.00 wita, tanggal 20 April 2011.
2. Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah mengalami satu dari 9 tanda bahaya kehamilan.
3. HPHT : 26-07-2010.
4. Ibu mengatakan ada pengeluaran lendir bercampur darah dari jalan lahir.

DATA OBJEKT IF ( O )
1) Keadaan umum ibu baik.
2) Kesadaran komposmentis.
3) Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 130/ 80 mmHg
• Nadi : 82 x/ menit
• Suhu : 36,5ºC
• Pernafasan : 24 x/menit
4) Ekspresi wajah ibu tampak meringis.
5) TP : 03 - 05 - 2011
6) Konjungtiva merah muda,sclera putih.
7) Tidak ada oedema pada wajah dan tungkai.
8) Tampak linea dan striae livida.
9) Palpasi menurut leopold
• Leopold I : TFU 3 jrbpx (33 cm)
• Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
• Leopold III : Kepala
• Leopold IV : BDP(Bergerak Dasar Panggul/ Divergen)
10) TBJ 33x80 : 2640 g dengan rumus = (TFU x lingkar perut)
= (33x80) 2640 g
11) DJJ terdengar jelas kuat dan teratur pada kuadran kiri perut bawah dengan frekuensi 146 x/menit.
12) Tonus otot tampak tegang.
13) HIS 4x dalam 10 menit durasi 20-40 detik
Hasil VT 1 tanggal 20 April 2010 pukul 10.30 wita
• Vulva dan vagina : Tidak ada kelainan
• Portio : Lunak dan tebal
• Pembukaan : 4 cm
• Ketuban : (+)
• Presentase : Kepala
• Penurunan : Hodge III 0/5
• Penumbungan tali pusat : Tidak ada
• Penyusupan : Tidak ada
• Kesan panggul : Normal
• Pelepasan : Lendir dan darah
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 39 minggu 4 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BDP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik, Infartu kala I fase aktif.
PLANNING ( P )
Tanggal 20 April 2011, Pukul 11.45 wita
1. Menganjurkan kepada ibu untuk mengosongkan kandung kemih.
Hasil : Ibu sudah mengosongkan kandung kemihnya.
2. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu hamil dan keluarganya.
Hasil : Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.
3. Menjelaskan penyebab dan manfaat nyeri.
Hasil : Ibu mengerti dan tidak terlalu meringis saat timbul nyeri (HIS).
4. Menganjurkan ibu memilih posisi menyenangkan untuk teknik relaksasi dan upaya mengurangi resiko nyeri.
Hasil : Ibu ibu memilih berjalan-jalan, dan sesekali berbaring miring kekiri dibantu oleh suami/keluarga untuk menekan daerah sacrum dan sacro agar nyeri berkurang dan menarik napas panjang melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut saaat timbul kontraksi.
5. Memberikan support dan memotivasi ibu.
Hasil : Ibu menerima dengan baik.
6. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum serta beristirahat diantara dua kontraksi / saat relaksasi !
Hasil : Ibu makan dan minum.
7. Mengajarkan pada ibu cara meneran yang baik.
Hasil : Ibu melakukan sesuai petunjuk.
8. Mengobservasi kemajuan persalinan, keadaan ibu dan keadaan janin.
Hasil :
a) Tanda-tanda vital
• TD : 130/80 mmHg
• N : 82 x/menit
• S : 36,5 °c
• P : 24 x/menit
b) His 4 x dalam 10 menit (durasi 20-40 detik), DJJ 146 x /menit.
c) Ibu merasakan nyeri timbul lebih sering dan lebih lama. Serta keinginan untuk meneran seperti BAB.
9. Mengobservasi DJJ, His dan nadi ibu setiap 30 menit dan mendokumentasikan hasil pemantauan dalam partograf.
Hasil :
• 10.30 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40, nadi 82x/i
• 11.00 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40,nadi 82x/i
• 11.30 wita : DJJ 142 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40,nadi 80x/i
• 12.00 wita : DJJ 142 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 80x/i • 12.30 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 84x/i • 13.00 wita : DJJ 148 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 84x/i • 13.30 wita : DJJ 148 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i • 14.00 wita : DJJ 146 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i • 14.30 wita : DJJ 142 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i 10. Menyiapkan alat partus set, siap pasien dan PI lengkap serta pakaian ibu dan bayi dalam keadaan siap pakai. PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP) KALA II PERSALINAN DATA SUBJEKTIF (S) 1. Ibu mengeluh nyeri perut bertambah dan semakin kuat. 2. Ibu mempunyai dorongan yang kuat saat timbul kontraksi. 3. Ibu merasa ingin meneran. DATA OBJEKTIF (S) 1. Tanda-tanda vital normal. 2. His adekuat 5x selama 10 durasi <40 detik. 3. DJJ terdengar jelas dengan frekuensi 142 x/menit 4. Perineun tampak menonjol. 5. Vulva dan anus membuka 6. Pelepasan lendir dan darah. ASSESMENT (A) Kala II persalinan PLANNING (P) Tanggal 20 April 2011, Pukul 14.30 wita 1. Mengamati tanda dan gejala kala II Hasil : Adanya dorongan kuat untuk meneran, Adanya tekanan yang meningkat pada anus, Perineum tampak menonjol, dan Vulva dan spinger ani membuka. 2. Memeriksa kelengkapan alat dan mendekatkan alat-alat ketempat tidur. Hasil : Alat partus sudah lengkap dan siap didekatkan tempat tidur. 3. Menyiapkan diri dan memakai celemek Hasil : Penolong memakai celemek. 4. Mencuci tangan dengan teknik steril dengan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir dan keringkan dengan handuk. Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih. 5. Memakai sarung tangan pada tangan yang digunakan untuk pemeriksaan dalam. Hasil : Sarung tangan sudah dipasang pada tangan kanan. 6. Mengisi spoit dengan oxitocin 10 unit dengan teknik satu tangan. Hasil : Oxitocin sudah dalam spoit. 7. Memeriksa vulva dan perineum dengan menggunakan kapas sublimat / savion. Hasil : Vulva dan perineun bersih. 8. Melakukan pemeriksaan dalam (VT) pukul 14.30 wita Hasil : • Vulva dan vagina : Tidak ada kelainan • Portio : Lunak dan tebal • Pembukaan : 4 cm • Ketuban : (+) • Presentase : Kepala • Penurunan : Hodge IV 0/5 • Penumbungan tali pusat : Tidak ada • Penyusupan : Tidak ada • Kesan panggul : Normal • Pelepasan : Lendir dan darah • His 5 x dalam 10 menit durasi >40 detik.
9. Mencelupkan sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5% dan buka sarung tangan secara terbalik dan rendam selama 10 menit.
Hasil : Sarung tangan terendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 m
10. Memeriksa DJJ untuk memastikan janin dalam keadaan normal
Hasil : DJJ 142 x/menit.
11. Memberitahukan ibu hamil hasil pemeriksaan dan keadaan janinnya.
Hasil : Ibu mengetahui keadaan diri dan janinya.
12. Meminta keluarga untuk mendampingi ibu.
Hasil : Ibu didampingi oleh suaminya.
13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan untuk meneran dan anjurkan ibu untuk istirahat, dan menilai DJJ saat His berkurang.
Hasil : Saat tidak ada His, ibu istirahat dan minum susu dibantu oleh suaminya, DJJ 14 x/menit.
14. Menganjurkan ibu untuk berjalan-jalan, jongkok atau mengambil posisi nyaman jika merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.
Hasil : Ibu miring kiri, miring kanan.
15. Memasang handuk bersih diatas perut ibu saat kepala bayi nampak 5-6cm didepan vulva.
Hasil : Handuk bersih diatas perut.
16. Memasang Duk bersih dan steril dibawah bokong ibu
Hasil : Duk bersih dibawah bokong ibu.
17. Membuka partus set
Hasil : Partus set sudah terbuka.
18. Memakai sarung tangan pada kedua tangan
Hasil : Sarung tangan terpasang pada kedua tangan.
19. Melahirkan kepala dengan menahan puncak kepala dan menyokong perenium.
Hasil : Kepala sudah lahir.
20. Membersihkan jalan nafas dengan kasa yang sudah disiapkan pada mulut dan hidung bayi,memeriksa adanya lilitan tali pusat.
Hasil : Jalan nafas sudah dibersihkan dan tidak ada lilitan tali pusat.
21. Menunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar.
Hasil : Kepala sudah melakukan paksi luar.
22. Melahirkan bahu belakang dengan menyangga bayi pada saat terjadi kontraksi.
Hasil : Bahu depan dan belakang sudah lahir.
23. Melahirkan lengan dan tubuh bayi dengan menyangga bayi pada saat terjadi kontrasi.
Hasil : Lengan dan tubuh sudah lahir.
24. Melahirkan tungkai dengan menelusuri punggung kearah kaki bayi pada saat ada kontraksi.
Hasil : Pukul 14.55 wita lahir seorang bayi ♀ secara spontan dengan PBK.
25. Menilai pernafasan, warna kulit, tonus otot bayi dengan cepat.
Hasil : Bayi bernafas spontan, menangis kuat serta warna kulit kemerahan.
26. Meletakkan bayi diatas handuk dan keringkan serta bungkus bayi.
Hasil : Bayi sudah dikeringkan.
27. Memeriksa kembali kontraksi uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi didalam uterus (hamil tunggal)
Hasil : Bayi tunggal.
28. Memberitahukan ibu bahwa ia akan disuntik.
Hasil : Ibu bersedia disuntik.
29. Menyuntikkan oxitocin 10 unit / 1/3 pada bagian distal lateral.
Hasil : Oxitocin sudah disuntikkan pada paha ibu.
30. Menjepit tali pusat dengan klem kira-kira 3cmdari pusar dan klem ke 2 kira-kira 2 cm dari klem pertama.
Hasil : Tali pusat dijepit dengan klem.
31. Memotong tali pusat diantara kedua klem
Hasil : Tali pusat sudah terpotong.
32. Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering dan bersih.
Hasil : Bayi terbungkus dengan kain kering dan bersih.
33. Bayi diberikan kepada ibu untuk disusui
Hasil : Bayi sudah mulai menyusui.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP)
KALA III PENGELUARAN URI

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan mules pada bagian bawah.
2. Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya.
3. Ibu mengatakan pengeluaran darah dari jalan lahir.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Bayi lahir spontan tanggal 20 April 2011 pukul 14.55 wita dengan jenis kelamin perempuan menangis kuat, bernafas spontan dan warnah kulit kemerahan.
2. TFU setinggi pusat.
3. Tampak pengeluaran dari jalan lahir.

ASSESMENT (A)
Kala III pengeluaran URI

PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul14.55 wita-15.05 wita
34. Memindahkan klem pada tali pusat sekitar 5-10 cm dari vulva.
Hasil : Klem dipindahkan dengan jarak 5-10cm dari vulva.
35. Meletakkan satu tangan diatas perut ibu dan melekukan dorsol cranial.
Hasil : Dorsol cranial telah dilakukan.
36. Melakukan PTT sambil tetap juga melakukan dorsol cranial.
Hasil : Tali pusat bertambah panjang.
37. Melahirkan plasenta dengan menarik tali pusat kearah bawah kemudian kearah atas.
Hasil : Plasenta terlepas.
38. Menjemput plasenta dengan kedua tangan dan memutar searah jarum jam saat Nampak pada vulva.
Hasil : Plasenta lahir dengan selaput ketuban terpilin pada pukul 15.05 wita.
39. Melakukan masase uterus dengan gerakan melingkar searah jarum jam.
Hasil : Uterus teraba bundar dan keras.
40. Memeriksa kelengkapan plasenta.
Hasil : Plasenta lahir lengkap dengan selaput ketuban.
41. Memeriksa adanya laserasi pada vagina dan perineum.
Hasil : Ada caserasi dengan rupture tingkat 1.

PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP)
KALA IV PEMANTALIAN

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengeluh nyeri perut bagian bawah dan masih terasa.
2. Ibu merasa lelah dan ingin istirahat.


DATA OBJEKTIF (O)
1. Plasenta lahir lengkap dengan selaput terpilin pukul 15.05 wita.
2. Kontraksi uterus baik (keras dan bundar).
3. TFU setinggi pusat.
4. Pengeluaran darah ± 150 cc
5. Kandung kemih kosong.
6. TTV :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
7. Ibu tampak lelah setelah proses persalinan.


ASSESMENT (A)
Kala IV pemantauan.


PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul 15.10 wita.

42. Memantau kontraksi uterus dan tinggi fundus serta perdarahan pervaginam.
Hasil : Kontraksi uterus teraba keras dan bundar, TFU setinggi pusat dan pendarahan normal sekitar 50cc.
43. Membiarkan bayi melakukan kontak kulit dengan ibunya.
Hasil : Bayi tetap melakukan kontak kulit dengan ibunya.
44. Menimban berat badan bayi dan ukur panjang badan lalu bungkus dengan kain kering dan bersih serta memberikan salep mata, menyunttikan vit K dan imunisasi hepatitis B.
Hasil : ~ Bayi dibungkus dengan selimut.
• BBL : 2600 g
• PBL : 48 cm
~ Salep mata dan vit K tidak diberikan.
45. Memberikan suntikan imunisasi hepatitis B pada paha kanan antero lateral.
Hasil : Imunisasi hepatitis B belum diberikan, rencana hari ke2 post partum.
46. Menilai ulang kontraksi uterus.
Hasil : Kontraksi keras dan bundar.
47. Menganjurkan ibu untuk melakukan masase uterus dan pemeriksaan kontraksi uterus.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
48. Melakukan penjahitan perineum, hecting perineum secara terputus-putus sambil mengevaluasi jumlah kehilangan darah.
Hasil : Perineum sudah diherting dengan rapi.
49. Memerksa TTV ibu dan kandung kemih.
Hasil :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
50. Memeriksa kembali kondisi bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik (40-60) serta suhu tubuh normal.
Hasil :
Pernapasan : 48 x/menit
Suhu : 38ºc
51. Merendam peralatan dalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi selama 10 menit setelah itu mencuci dan membilas peralatan.
Hasil : Semua peralatan terendam dalam larutan klorin 0,5 %
52. Membuang bahan- bahan yang terkontaminasi ketempat yang tersedia.
Hasil : Bahan-bahan dibuang pada tempat sampah.
53. Membersihkan ibu menggunakan DTT, membersihkan sisa-sisa air ketuban, lender dan darah. Lalu bantú ibu memakai pakaian bersih dan kering.
Hasil : Ibu sudah bersih dari air ketuban, lendir, darah serta ibu sudah memakai pakaian kering dan bersih.
54. Memastikan ibu merasa nyaman, membantu ibu memberikan ASI, menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu dan minum yang diinginkan.
Hasil : Ibu merasa nyaman, sudah menyusui dan makan nasi.
55. Mendekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5%
56. Mencelupakan sarung tangan kotor kedalam larutan 0,5% lalu merendam secara terbalik selama 10 menit.
Hasil : Sarung tangan sudah terendam dalam larutan klorin0,5%.
57. Mencuci kedua tangan dengan sabun dibawah air mengalir.
Hasil : Kedua tangan sudah bersih.
58. Lengkapi partograf (hal. Depan dan belakang)
Hasil : Partograf sudah dilengkapi.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PNC KOMPREHENSIF
PADA NY “H” DENGAN NYERI LUKA PERINEUM HARI I
DI BPS HJ. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAN 21 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal pengkajian : 21 April 2011, Pukul 08.00 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ini merupakan persalinan yang kedua
2. Ibu melahirkan tanggal 20 April 2011, pukul 14.55 wita
3. Ibu mengeluh nyeri pada luka perineum.
4. Ibu merasa nyeri pada perut bagian bawah. Sifat nyeri hilang timbul.
5. ASI ibu belum ada.
6. Ibu belum BAB, BAK lancar.
7. Ada pengeluaran darah dari jalan lahir.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV dalam batas normal.
TD : 130/80 mmHg (N, sistol 100-130mmHg, distol 70-90 mmHg)
N : 82 x/menit (N, 70-90 x/menit)
S : 37ºc (N, 36,5ºc-37,5ºc)
P : 24x/menit. (N, 16-24 x/menit)
4. Ekspresi wajah ibu meringis saat bergerak.
5. Kolostrum ada saat puting susu dipencet.
6. Kontraksi uterus baik teraba keras dan bundar.
7. TFU 1 jrbwpst.
8. Tampak jahitan pada perineum.
9. Pengaluaran lochia rubra, berwarnah merah, berbau khas (amis)
10. Nyeri tekan pada perineum.

ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari I
Masalah aktual : Nyeri luka jahitan perineum.
Masalah potensial : Potensial terjadinya infeksi.

PLANNING (P)
Tanggal 21 April 2011, Pukul 08.15 wita

1. Mengobservasi TTV
Hasil :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
2. Menganjurkan ibu beristirahat yang cukup yaitu tidur siang 1-2 jam. Malam 7-8 jam.
Hasil : Ibu bersedia dengan apa yang dianjurkan.
3. Menganjurkan ibu mengkomsumsi makanan yang bergizi mengandung karbohidrat, protein dan vitamin
Hasil : Ibu mengerti tentang makanan yang bergizi dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
4. Menjelaskan pada ibu tantang masa nifas yaitu perasaan sakit pada bagian bawah disebabkan kontraksi rahim dan adanya lochia yang berupa cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina serta keluarnya ASI.
Hasil : Ibu mengerti tentang perubahan masa nifas.
5. Mengobservasi TFU, kontraksi uterus.
Hasil : ~ TFU 1 jrbwpusat.
~ Kontraksi baik teraba bundar 2dan keras.
6. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia berwanah merah berbau khas.
7. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
8. Melakukan penjelasan tentang personal hygine yaitu sering mengganti duk dan pakaian dala bila basah.
Hasil : Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia melakukannya.
9. Menjelaskan penyebab nyeri pada daerah perineum disebabkan karena terputusnya kontinuitas jaringan otot, kulit dan serabut syaraf akibat dari rangsangan oto perineum yang berlebihan saat kepala melewati jalan lahir. Dengan adanya luka ini maka dapat merangsang ujung-ujung syaraf sehingga timbul rasa nyeri.
Hasil : Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan.
10. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara On demand dan menjelaskan pentingnya ASI untuk bayinya.
Hasil : Ibu mengerti apa yang sudah dijelaskan dan mau melakukan apa yang dianjurkan.
11. Penatalaksanaan pemberian obat oral.
Hasil : ~Amoxcilin 3x1 ~Paracetamol 3x1

PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE II

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 22 April 2011, Pukul 08.00 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu masih mengeluh nyeri luka perineum.
2. Pengeluaran ASI belum lancar (sedikit) bayi sudah disusui setiap saat.
3. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
4. Ibu sudah BAK, namun belum BAB.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu masih meringis saat bergerak.
5. ASI (+), colostrum (+) sedikit pada saat dipencet.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 1 jrbpst
8. Tampak jahitan pada perineum.
9. Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis)
10. Nyeri tekan pada perineum.

ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari II
Masalah actual : Nyeri luka perineum
Masalah potensial :

PLANNING (P)
Tanggal 22 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi yaitu mengandung karbonhidrat, protein, dan vitamin dan ibu mengerti tentang makanan yang bergizi.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri.
Hasil : TFU 1 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas.
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu melakukan personal hygiene yaitu sering mengganti duk dan pakaian dalam bila basah.
Hasil : Ibu melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk melakukan vulva hygiene yaitu membersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
9. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.




PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE III

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 23 April 2011, Pukul 08.00 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Nyeri pada luka perineum sudah agak berkurang.
2. ASI sudah ada namun belum lancar bayi sudah disusui setiap saat.
3. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
4. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
5. BAK lancar, namun BAB belum.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu tampak biasa.
5. Payudara terasa keras, ASI keluar saat putting susu di pencet.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 2 jrbpst.
8. Jahitan pada perineum tampak agak kering.
9. Pengeluaran lochia.
10. Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis)
11. Nyeri tekan pada perineum sudah agak berkurang.

ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post partum hari III
Masalah actual : Nyeri luka jahitan perineum agak berkurang.
Masalah potensial :

PLANNING (P)
Tanggal 23 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang berserat dan buah-buahan.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri (TFU)
Hasil : TFU 2 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis).
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan personal hygiene yaitu membersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.

PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE IV

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 24 April 2011, Pukul 08.00 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Nyeri pada luka perineum sudah agak berkurang.
2. ASI sudah adbanyak dan lancar.
3. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
4. BAK lancar, BAB 1 x.
5. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu tampak biasa dan sudah tidak meringis saat bergerak..
5. Payudara tampak keras, ASI sudah banyak, bayi menyusui setiap saat.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 3 jrbpst.
8. Jahitan pada perineum tampak agak kering.
9. Pengeluaran lochia sanguinolenta.
10. Nyeri tekan pada perineum sudah agak berkurang.

ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari IV
Masalah actual : -
Masalah potensial : -

PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang berserat dan buah-buahan
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri (TFU)
Hasil : TFU 3 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia sanguinolenta.
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan personal hygiene yaitu sering mengganti duk dan pakaian dalam bila basah dan menganjurkan ibu melakukan vulva hygiene yaitumembersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.

PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PERINATAL KOMPREHENSIF
PADA BAYI NY. ”H” DENGAN BCB / SMK / SPONTAN / PBK
DI BPS HJ. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAL 20 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 20 April 2011, Pukul 15.45 Wita

IDENTITAS BAYI DAN ORANG TUA
1. Identitas Bayi
Nama : By Ny “H”
Tanggal lahir : 20 April 2011, puku14.45 wita
Umur : 0 hari
Jenis kelamin : ♀ (Perempuan)
Anak ke : II (dua)

2. Identitas Orang Tua
Nama ibu / ayah : Ny “H” / Tn “S”
Umur : 36 tahun / 28 tahun
Mikah : 1 kali / ± 7 tahun
Suku : bugis / bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMU /SMU
Pekerjaan : IRT / wiraswasta
Alamat : Jln. Lanto DG. Pasewang



RIWAYAT PERSALINAN
1. Bayi lahir tanggal 04 April 2011, pukul 14.55 wita
2. Jenis persalinan normal dengan bayi cukup bulan, lahir spontan, langsung menangis.
3. Bayi lahir dengan presentasi belakang kepala.
4. Kesadaran umum bayi baik.

DATA SUBEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan HPHT tanggal 26-07-2010
2. Ibu memeriksakan kehamilannya di puskesmas Biru dan BPS Hj. Harfiani.
3. Ibu mengatakan imunisasi TT lengkap.
4. Ibu mengatakan mengkomsumsi tablet Fe dan vitamin selama kehamilan.
5. Ibu mengatakan bayinya langsung menangis saat lahir.

DATA OBJEKTIF (O)
1. HTP Tanggal 03-05-2011
2. Anak lahir tanggal 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
3. Umur kehamilan 38 minggu 4 hari.
4. AFGAR SCORE setelah lahir 8/10.

Tanda AFGAR 0 1 2 1 menit 5 menit
A. Apperonce
(warna kulit)

P. Palse
(frekuensi jantung)

G. Grimance
(Refleks)

A. Activity
((Tonus otot)

R.Respiration
(usaha bernafas)
Pucat


Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak bernafas Tubuh merah
Ekstramitas biru

<100 Menangis merintih Fleksi ekstramitas sedikit Lambat dan teratur Merah seluruh tubuh >100


Menangis, batuk, bersin

Fleksi baik aktif

Tangis kuat 2


2


1


1


2 2


2


2


2


2

5. Pemeriksaan umum
• BBL/PBL : 2600 g / 48 cm (Normal, BB : 2500-4000g / PB : 48-52 cm)
• Jenis kelamin : Perempuan
• Lingkar kepala : 30 cm (Normal,30-35,5 cm)
• Lingkar dada : 32 cm (Normal, 30-35 cm)
• Lingkar badan : 31 cm (Normal, 30,5-33 cm)
6. TTV
Frekuensi jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
Pernafasan : 40x/menit (Normal, 30-60x/menit)
Suhu : 37ºc (Normal, 36,5-37,5ºc)
7. Pemeriksaan Fsik
1) Kepala
• Ubun-ubun besar : Tidak ada luka lecet
• Satura : Tampak jelas
• Rambut : Tampak tipis
2) Mata
• Kesimetrisan : Tampak simetris kiri dan kanan
• Sclera : Putih bersih
• Konjungtiva : Merah mudah
3) Hidung
• Tidak ada secret.
• Hidung simetris kiri dan kanan.
4) Telinga
• Daun telinga : Tidak ada kelainan, lunak
• Secret telinga : Tidak ada
5) Mulut dan Bibir
• Mulut tampak bersih.
• Lidah tidak ada kelainan.
• Gusi tidak nampak berdarah.
• Bibir merah mudah.
6) Leher
Tonus otot leher baik.
7) Dada dan perut
• Gerakan dada dan perut : Aktif
• Tonjolan / tulang dada : Tidak ada
• Keadaan tali pusat : Masih basah tampak putih
8) Punggung dan bokong
• Tonjolan punggung : Baik
• Lipatan kulit bokong : Bersih
9) Genetalia dan anus
• Teraba jelas
• Anus (+)
10) Ekstramitas
• Tangan
~ Pergerakan : Aktif
~ Jari tangan : Lengkap kiri kanan
~ Refleks menggenggam : Baik.
• Kaki
~ Pergerakan : Kaki aktif
~ Jari – jari : Lengkap kiri kanan.

ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir BCB / SMK / spontan / PBK
Masalah actual : -
Masalah potencial : Terjadi infeksi tali pusat.

PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul 14.50 wita.

1. Mempertahankan susu bayi dengan cara membungkus bayi dengan menggunakan selimut dan kain bersih.
a. Membungkus kepala bayi dan tapia tau dengan selimut kering.
Hasil : Bayi terbungkus selimut kering dan memakai topi.
b. Meletakkan bayi pada tempat yang aman dan kering.
Hasil : Bayi berada diatas tempat tidur yang aman dan kering.
2. Mengobservasikan KU dan TTV
Hasil : Keadaan umum baik.
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 40x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37ºc (Normal, 36,5-37,5 ºc)
3. Merawat tali pusat dengan kasa steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus kasa kering dan steril dengan rapi.
4. Memekaikan pakaian bayi seperti, kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaiakan pada bayi.
5. Menganjurkan ibu untuk membersihkan payudara dan puting susu apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kasa yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMANT.
Hasil : Ibu sementara menyusui bayinya dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
7. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
• Sebelum menyusui keluarkan duluh ASI sedikit kemudian oleskan pada puting susu dan areola sebagai desinfektan menjaga kelembatan puting susu.
• Bayi diletakkan menghadap payudara/perut ibu.
• Pegang bayi dengan satu tangan, kepala bayi diletakkan pada lengkung siku ibu dan bokong bayi diletakkan pada lengan.
• Satu tangan bayi diletakkan dibelakang ibu dan satu tangan didepan.
• Perut bayi menempel ke badan ibu, kepala bayi menghadap ke payudara.
• Telingan dan lengan bayi diletakkan pada satu garis lurus.
• Tataplah bayi dengan kasih sayang (Bounding Attachment)
• Payudara dipegang dengan ibu jari lainnya menopang dibawah.
• Tes refleks rooting hingga bayi membuka mulutnya.
Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukannya.
8. Mengajarkan ibu cara menyendawakan bayinya yaitu cara menepuk pundak bayi secara lembut.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melakukannya.
9. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (Personal Hygiene)
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
10. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi.
Hasil : Ibu mengetahui dan mengerti tanda-tanda bahaya paa bayi.
11. Menganjurkan ibu untuk ketenaga kesehatan setempat jika terdapat tanda bahaya dan tanda infeksi pada bayi.
Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.






















PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE I
TANGGAL 21 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 21 April 2011, Pukul 08.15 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAKdan 1x BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah ada namun masi kurang.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril namun masi tampak basah.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke II)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : Potensial terjadinya infeksi tali pusat.

PLANNING (P)
Tanggal 21 April 2011, Pukul 08.30 wita

1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.

11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
12. Menyuntikan imunisasi Hepatitis B pada 1/3 paha lateral bagian atas sebelah kanan.
Hasil : Imunisasi Hepatitis B disuntikan pada paha kanan atas.













PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE II
TANGGAL 22 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 22 April 2011, Pukul 08.18 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAKdan 1x BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah ada namun masi kurang.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril namun masi tampak basah.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke II)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : Potensial terjadinya infeksi tali pusat.

PLANNING (P)
Tanggal 22 April 2011, Pukul 08.30 wita

1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi.
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.




















PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE III
TANGGAL 23 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 23 April 2011, Pukul 08.15 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAK dan BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah banyak dan lancar.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril dan sudah kering dan berwarna coklat..
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke III)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : -

PLANNING (P)
Tanggal 23 April 2011, Pukul 08.30 wita

1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
















PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE IV
TANGGAL 24 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal kunjungan : 24 April 2011, Pukul 08.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 24 April 2011, Pukul 08.15 Wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
2. Ibu mengatakan bayinya sering BAK dan BAB.
3. Ibu mengatakan ASInya sudah banyak dan lancar.

DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 44x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 36,5 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat sudah puput.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.

ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke IV)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : -

PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, Pukul 08.30 wita

1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 36,5 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat sudah puput.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.




















PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY “H” DENGAN METODE AMENOREA LAKTASI (MAL)
DI RUMAH KLIEN JLN. LANTO DG.PASEWANG
TANGGAL 24 APRIL 2011

No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 wita
Tanggal Kunjungan : 24 April 2011 , Pukul 08.00 wita
Tanggal pengkajian : 24 April 2011 , Pukul 08.30 wita

DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu telah melahirkan tanggal 20 April 2011, pukul 14.55 wita.
2. Ibu menyusui bayinya.
3. Ibu memilih dan bersedia mengikuti program KB Metode Amenorea Laktasi (MAL).

DATA OBJEKTIF (O)
1. KU ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. Tanda-tanda vital.
TD : 120/80mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºC
P : 22 x/menit
BB : 50 kg
TB : 152 cm
4. Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar limfe, tidak ada massa dan nyeri tekan.
5. Payudara simetris kiri dan kanan, puting susu terbentuk, tidak ada massa dan nyeri tekan.
6. Tidak ada massa dan nyeri tekan pada abdomen.

ASSESMENT (A)
Diagnosa : Akseptor KB Metode Amenorea Laktasi (MAL)

PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, pukul 09.00 wita
1. Jalin hubungan baik dengan ibu melalui 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Hasil : Klien mau terbuka dengan petugas saat dilakukan pengkajian.
2. Memberikan konseling pada klien mengenai keuntungan dan kerugian KB dengan Metode Amenorea Laktasi (MAL)
a. Keuntungan
• Efektifitas tinggi (Keberhasialan 98 % pada enam bulan pasca persalinan)
• Segera efektif.
• Tidak mengganggu senggama.
• Tidak ada efek secara sistematik.
• Tidak perlu pengawasan medis.
b. Kerugian
• Perlu sejak pengawasan kehamilan segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan.
• Mungkin sulit dilakukan karna kondisi sosial.
• Efektifitas tinggi karna hanya sampai kembalinya haid atau sampai enam bulan.
• Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus Hepatitis B / HIV / AIDS.
Hasil : Ibu mengerti dengan konseling yang diberikan.
3. Melakukan Informed consent pada ibu.
Hasil : Ibu memilih Metode Amenorea Laktasi.
4. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan seimbang seperti makan nasi 3 piring, telur, ikan, ayam ataudaging 4-5 potong, tempe atau tahu2-4 potong, sayur yang berwarna hijau 2-3 mangkok setiap hari dan buah-buahan kaya akan vitamin(jeruk manis, pepaya, mangga, dll) 3 potong perhari, serta minum air 6-8 gelas perhari, susu menyusui 200cc perhari, hindari minum teh dan kopi.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melakukan apa yang dianjurkan.

TENTANG DIRIKU

Foto saya
Keinginan selalu ada, namun butuh pengajaran.

Followers

Copyright 2010 SUGIANTO
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger