Browse » Home » All posts
ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY”H” GESTASI 36 MINGGU 2 HARI
DI BPS Hj. HARFIANI JLN. S. ASAHAN
TANGGAL 04 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 04 April 2011, Pukul 09.30 Wita
Tanggal Pengkajian : 04 April 2011, Pukul 09.35 Wita
LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
1. Identitas Istri/ Suami
Nama : Ny.”H” / Tn.”S”
Umur : 36 Tahun / 28 Tahun
Nikah/ Lamanya : 1x / ± 7 Tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT/ Wiraswasta
Alamat : Jln. Lanto DG. Pasewang
2. Riwayat Kehamilan Sekarang
1. Kehamilan kedua, 1 kali melahirkan dan tidak pernah keguguran (GII PI A0)
2. HPHT tanggal . 26-07- 2010 HTP tanggal 03-05-2011
3. Umur kehamilan 36 minggu 2 hari.
4. Pergerakan janin dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu.
5. Pergerakan janinnya lebih banyak dirasakan pada kuadran kanan bawah perut.
6. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama kehamilannya.
7. Ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 kali di puskesmas biru dan 2 kali di BPS Hj. Harfiani.
8. Ibu mendapat suntikan TT sebanyak 2 kali.
~ TT1 tanggal 07-09-2010,di puskesmas Biru
~ TT2 tanggal 09-10-2010,di puskesmas Biru
3. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas Yang Lalu
NO Kehamilan Persalinan Bayi / Anak Nifas
Tahun Umur Keadaan Jenis Tempat Penolong JK PBL / BB Keadaan
1 2005 Aterm normal PBK rumah Bidan ♀ 48 / 2800 Sehat Normal
2 2011 Kehamilan sekarang
4. Riwayat Reproduksi
1. Riwayat haid
Manarche : 15 Tahun
Siklus : 28 - 30 Hari
Lamanya : 6 - 7 Hari
Dismenorrhea : Tidak ada
2. Riwayat KB
Ibu pernah menjadi Akseptor KB dengan menggunakan KB Microginon tetapi berhenti dengan alas an ingin punya anak lagi.
5. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Lalu dan Sekarang
1. Ibu tidak pernah ada riwayat penyakit jantung, DM, hipertensi dan malaria.
2. Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seksual , HIV / AIDS
3. Ibu tidak ada riwayat dioperasi dan transfusi darah.
4. Ibu tidak ada riwayat alergi makanan, minuman dan obat- obatan.
5. Ibu tidak ada ketergantungan obat-obatan, rokok dan alkohol.
6. Ibu tidak ada riwayat keturunan kembar baik dari pihak istri maupun suami.
6. Riwayat Psikososial, Ekonomi, dan Spiritual
1. Ibu dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya sekarang.
2. Pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami.
3. Hubungan ibu dengan suami dan keluarganya harmonis.
4. Ibu rajin melakukan shalat 5 waktu dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatannya dan bayinya.
5. Ibu dan keluarga ingin persalinannya di BPS / rumah dan ingin ditolong oleh Bidan.
6. Kebutuhan bayi dan biaya persalinan sudah disiapkan.
7. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari – hari
1. Nutrisi
~ Sebelum hamil
• Frekuensi : 3 kali sehari
• Pola makan : Teratur (nasi, sayur, dan lauk - pauk)
• Pola minum : 6 - 8 gelas sehari
~ Selama hamil
• Frekuensi : 3 kali sehari
• Pola makan : Teratur (nasi, sayur, dan lauk - pauk)
• Pola minum : 8 - 11 gelas/ hari
2. Eliminasi
a. BAK (Buang Air Kecil)
~ Sebelum hamil
• Frekuensi : 3 – 4 kali sehari
• Warna : Kuning
• Bau : Amoniak
~ Selama hamil
• Frekuensi : 4 - 5 kali sehari
• Warna : Kuning
• Bau : Amoniak
b. BAB (Buang Air Besar)
~Sebelum hamil
• Frekuensi : 1 – 3 kali sehari
• Warna : Kuning
• Konsistensi : Lunak
~ Selama hamil
• Frekuensi : 1 – 2 kali sehari
• Warna : Kuning
• Konsistensi : Lunak
3. Pola Istirahat
~ Sebelum hamil
• Tidur siang : ± 1 - 2 jam sehari (Pukul 14.00 - 16.00 wita)
• Tidur malam : ± 7 - 8 jam sehari ( 21.00 Pukul - 05.00 wita)
~ Selama hamil
• Tidur siang : ± 1 - 2 jam sehari (Pukul 12.00 - 13.00 wita)
• Tidur malam : ± 7 - 8 jam sehari (Pukul 22.00 - 06.00 wita)
4. Personal Hygiene
~ Sebelum hamil
• Mandi : 2 kali sehari pake sabun.
• Sikat gigi : 2-3 kali sehari pakai pasta gigi.
• Keramas : 2-3 seminggu.
• Ganti pakaian dalam dan luar setiap selesai mandi.
~ Selama hamil
• Tidak ada perubahan.
8. Pemeriksaan Fisik
1. Penampilan ibu : Rapi, Postur tubuh Lordosis, Kesadaran komposmentis, Emosi stabil, pola komunikasi akrab dan koopeatif.
2. Keadaan umum :
a. TB : 152 cm
b. BB : 54 kg (sebelum hamil 50 kg)
c. LILA: 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 103/ 80 mmHg (N:S:100-130,D:70-80)
• Nadi : 80 x/ menit (N: 70- 80 x/ menit)
• Suhu : 36, 5ºC (N: 36,5- 37,5ºC)
• Pernafasan : 22 x/menit (N: 20- 24 x/ menit)
3. Kepala dan rambut
Inspeksi : Kulit rambut bersih, rambut ombak dan tidak rontok.
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
4. Wajah
Inspeksi : Tidak ada cloasma dan tidak nampak adanya oedema
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
5. Mata
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan Konjungtiva merah muda Sclera putih bersih.
6. Telinga
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, tidak ada serume.
Palpasi : Tidak teraba adanya nyeri tekan.
7. Hidung
Inspeksi : Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada, Polip dan secret.
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
8. Mulut dan gigi
Inspeksi : Keadaan mulut dan gigi bersih, tidak ada caries dan gigi tanggal.
9. Leher
Inspeksi : Tidak tampak adanya pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe dan vena jugularis
Palpasi : Tidak teraba pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe dan vena jugularis.
10. Payudara
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, puting susu terbentuk, tampak adanya hyperpigmentasi pada areola mammae.
Palpasi : Belum ada kolostrum saat puting dipencet, tidak ada massa tumor.
11. Abdomen
Inspeksi : Tampak pembesaran perut sesuai umur kehamilan, striae alba, linea nigra, tidak ada luka bekas operasi, tonus otot perut tegang.
Palpasi :
• Leopold I : 2 jrbpx (30 cm), teraba bokong.
• Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
• Leopold III : Presentase kepala
• Leopold IV : BAP (Bergerak Atas Panggul / Konvergen)
Auskultasi DJJ 148 x/ menit, teratur, kuat dan terdengar paling jelas pada daerah kuadran kiri bawah perut.
12. Vulva dan Vagina
• Tidak ada kelainan
13. Eksterimitas Bawah
• Inspeksi :Simetris kiri dan kanan.
• Palpasi : Tidak ada udema dan varices.
• Perkusi : Refleks patella (+) kiri dan kanan.
14. Pemeriksaan laboratorium
• Hb : 14 gram %
• Albumin : -
• Reduksi : -
LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 36 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BAP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.
1. GII PI A0
DS : Ibu mengatakan ini adalah kehamilan kedua, melahirkan satu kali dan tidak pernah keguguran.
DO :
• Tampak pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
• Tonus otot perut ibu tampak tegang.
• Tampak striae alba dan linea nigra.
• Palpasi :
Leopold I : 2 jrbpx (30 cm)
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Presentase kepala
Leopold IV : BAP (Bergerak Atas Panggul / Konvergen)
Analisa dan interprestasi data
Uterus akan membesar pada bulan – bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesterone yang kadarnya meningkat yang disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus, serabut kolagen menjadi higroskopik akibat kadar peningkatan estrogen. Uterus membesar sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin.
(Ilmu kebidanan Sarwono hal 89)
Striae livide disebabkan oleh terdapatnya deposit pigmen dan hyperpigmentasi pada kulit yang disebabkan oleh pengaruh Metanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat yang dikeluarkan oleh lobus hipofisis anterior, dimana striae mirip keadaan pada kulit yang seolah- olah retak- retak, warna berubah agak hypermik dan kebiru- biruan dan pada seorang primigravida sering tampak striae livide. Setelah partus livide berubah menjadi putih disebut striae albicans.Pada sorang multigravida tampak striae livide dengan striae albicans.
(Ilmu Kebidanan Sarwono hal.97- 98)
2. Gestasi 36 minggu 2 hari
DS :
• HPHT tanggal 26 - 07- 2010
• Ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan.
• Pergerakan janinnya dirasakan pertama kali pada umur kehamilan 4 bulan.
DO :
• HTP tanggal 03 - 05 - 2011
• Palpasi leopold I TFU 2jrbpx
• Tanggal pengkajian 15-03-2011
Analisa dan interprestasi data
Menurut rumus neagle, dihitung dari HPHT tanggal 26 - 07 - 2010 sampai tanggal kunjungan 14-04-2011, maka umur kehamilan ibu 36 minggu 2 hari.(0bstetri Fisiologi Padjajaran Hal. 127)
3. Situs memanjang (Pu-Ki)
DS : Pergerakan janin dirasakan kuat dan teratur pada sebelah kanan perut ibu.
DO : Palpasi abdomen
Leopold I : 2 jrbpx
Leopold II : PU-Ki
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP
Analisa dan interprestasi data
Pergerakan janin kuat terutama disebelah kanan menandakan bagian- bagian janin seperti tangan dan kaki berada pada sebelah kanan sehingga punggung berada pada sebelah kiri.
(Obstetri Willians hal. 23)
Palpasi Leopold II teraba tahanan keras, lebar dan datar seperti papan yang merupakan punggung janin di sisi kiri ibu.
(Ilmu Kebidanan,Sarwono Prawiroharjohal 15)
4. Presentase Kepala
DS : -
DO : Palpasi Leopold III teraba kepala.
Analisa dan Interpretasi data
Pada Leopold III pemeriksaan dilakukan untuk menentukan bagian terendah janin. Pada daerah simpisis teraba bagian bulat,keras,dan melenting serta mudah digerakkan menandakan bahwa janin dalam presentase kepala.
(Manuaba,1998.Hal 135)
5. Intra uterin
DS : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami nyeri perut yang hebat selama hamil.
DO : Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Ibu tidak merasa nyeri pada saat palpasi.
Pada saat palpasi teraba bagian-bagian janin.
Analisa dan interprestasi data
Cavum uteri adalah bagian dari uterus yang merupakan tempat berkembang dan bertumbuhnya janin. Disinilah hasil konsepsi dapat tumbuh dan berkembang hingga uterine tanpa menyebabkan nyeri. (Obstetri Fisiologi UNPAD hal 196- 198)
6. BAP (Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
DS : -
DO : Palpasi Leopold IV: BAP (Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
Analisa dan interpretasi data
Pada saat pemeriksaan leopold IV pemeriksa menghadap kearah kaki ibu untuk menetapkan bagian terendah janin yang masuk pintu atas panggul terbesarnya maka tangan yang melakukan pemeriksaan divergen(BDP) sedagkan bila lingkaran terbesanya belum masuk PAP maka tangan pemeriksa konvergen. ( Manuaba hal 211)
7. Tunggal
DS :
• Ibu tidak memiliki riwayat kembar dari pihak ibu maupun suami.
• Janin ibu bergerak kuat dan teratur (1-2 kali/ jam)
DO :
• Palpasi abdomen
Leopold I : 2 jrbpx (30 cm)
Leopold II : PU-KI
Leopold III : Kepala
Leoopold IV : BAP
• Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
• Auskultasi DJJ terdengar jelas secara teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 142 x/ menit.
Analisa dan interprestasi data
Dari hasil pemeriksaan tidak ada riwayat kembar dari pihak istri ataupun suami didukung oleh pemeriksaan Leopold I, dan III teraba 2 bagian besar janin pada sumbu yang berlawanan, bagian kepala pada kuadran bawah perut dan bagian bokong pada kuadran atas perut. Perbesaran perut sesuai umur kehamilan dan DJJ hanya terdengar disatu tempat menandakan bahwa janin tunggal.
(Sarwono, P.2002. Hal 159)
8. Hidup
DS : Ibu merasakan pergerakan janinnya kuat dan teratur terutama bagian kanan perut ibu.
DO : DJJ terdengar jelas secara teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 142 x/ menit.
Analisa dan interpretasi data
a. Adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu saat pengkajian dan DJJ terdengar jelas menandakan jantung janin berfungsi dengan baik dan janin hidup serta berkembang.
(Sarwano, 2002. Hal. 129)
b. Salah satu tanda pasti janin hidup adalah adanya pergerakan janin pada umur kehamilan 22 minggu untuk primi dan 16 minggu untuk multi.
(Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana .hal. 136)
9. Keadaan Janin Baik
DS : janin bergerak kuat dan teratur.
DO : DJJ 142 x/ i terdengar jelas pada kuadran kiri bawah perut ibu
Analisa dan interprestasi data
a. Adanya pergerakan janin, DJJ terdengar jelas dan teratur dengan frekuensi 142x/menit menandakan janin dalam keadaan baik.
b. DJJ kurang dari 120/menit atau lebih dari 160/menit atau tidak teratur menandakan janin dalam asfiksia (kekurangan O2)
(Obstetric Fisiologi Padjajaran, Hal 170)
10. Keadaan ibu baik
DS : Ibu tidak ada keluhan.
DO :
• Palpasi Leopold IV convergen (bergerak atas panggul)
• Tidak ada oedema pada wajah dan tungkai.
• Keadaan composmentis dan scelera merah mudah.
• Tanda- tanda vital
- Tekanan Darah : 130/80 mmHg
- Nadi : 80x/ menit
- Suhu : 36, 7ºC
- Pernafasan : 22 x/menit
• Palpasi menurut Leopold
- Leopold I : TFU 2jrbpx (30cm)
- Leopold II : Pu-Ki
- Leopold III : Kepala
- Leopold : BAP
Analisa dan interprestasi data
Kesadaran ibu composmentis serta tanda-tanda vital dalam batas normal serta tidak ada tanda-tanda yang membahayakan, itu menggambarkan bahwa keadaan ibu baik.
(Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan dan Keluarga Berencana).
LANGKAH III. MERUMUSKAN DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL
Tidak ada data yang menunjang terjadinya masalah potensial.
LANGKAH IV. PERLUNYA TINDAKAN SEGERA/ KOLABORASI
Tidak ada data yang menunjang terjadinya masalah potensial.
LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN/ INTERVENSI
Diagnosa : GIII PI A0, gestasi 36 minggu 2 hari, situs memanjang dengan PUKI, Kepala, BAP, Intra uteri, tunggal, hidup, keadaan janin baik keadaan ibu baik.
Tujuan :
• Pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung normal.
• Keadaan ibu dan janin baik.
Kriteria :
• DJJ dalam batas normal (120-160x/i)
• Terjadi kelahiran letak kepala.
• Tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Tekanan Darah : sistole:100-130 mmHg
Diastole: 70-90 mmHg
- Nadi : 70- 90 x/ menit
- Suhu : 36,5⁰C - 37,5ºC
- Pernafasan : 16- 24 x/ menit
• Pergerakan janin dirasakan dirasakan minimal 10x dalam sehari.
INTERVENSI
Tanggal 4 April 2011, Pukul 09.40 wita
1. Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Rasional : Ibu tahu tentang keadaan janinnya dan ibu lebih mempersiapkandiri dalam menghadapi persalinannya dan ibu tidak perlu merasa cemas.
2. Anjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi beban kerja.
Rasional : Istirahat yang cukup akan memberikan relaksasi pada otot - otot serta mengurangi beban kerja jantung.
3. Memberi HE tentang :
a. Pemberian makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang mengandung karbohidrat (Nasi, Roti, Jagung, Kentang, Umbi-Umbi), Protein (Ikan, telur), Kalsium, Vit C (Jeruk, tomat, papaya, dll), Kalsium, Fe (kangkung, bayam, daun ubi dis).
Rasional : Karbohidrat dan protein salah satu sumber kalori yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, makanan yang mengandung Fe untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin minum air putih 6-8 gelas / hari.
b. Personal hygiene termasuk perawatan payudara.
Rasional : Keadaan yang bersih dapat mencegah masuknya mikroorganisme kedalam tubuh sehingga membuat ibu merasa nyaman.
4. Berikan penjelasan tentang 10 tanda bahaya kehamilan.
Rasional : Ibu mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan dapat memeriksan diri segera di tempat pelayanan kesehatan terdekat jika ibu mengalami salah satu tanda bahaya dalam kehamilan.
5. Beri promosi kesehatan tentangPemberian suplemen Fe dan vitamin.
Rasional : ~ Suplemen zat besi (Fe) dapat membantu meningkatkan kadar HB ibu disamping intake makanan yang mengandung zat besi.
~ Kebutuhan akan vitamin meningkat untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin sehingga dibutuhkan tambahan suplemen.
6. Anjurkan ibu untuk menghitung gerakan janin
Rasional : Mengajarkan ibu menghitung gerakan janin dan ibu dapat memahami sendiri keadaan janin sekaligus menambah pengetahuan ibu.
7. Anjurkan ibu untuk datang/ kunjungan ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluhan.
Rasional : Ibu bersedia dating 1 minggu kemudian memeriksakan kehamilan dan akan dating lebih awal jika terjadi indikasi untuk mendapat penanganan segera.
8. Beri HE tentang :
B : Bidan
A : Alat
K : Kendaraan
S : Surat
O : Obat
K : Keluarga
U : Uang
Rasional : Mempersiapkan sedini mungkin apabila terjadi komplikasi dalam kehamilannya dan proses persalinan yang akan di hadapi.
LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 4 April 2011, Pukul 09.45 wita
1. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kondisi dan letak janin dalam rahimnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidak merasa cemas.
2. Menganjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi beban kerja dirumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban kerja dirumah.
3. Memberi HE tentang
a. Pemberian makanan yang bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbonhidrat, protein, kalsium, vit c, kalsium dan Fe.
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
b. Personal hygiene termasuk perawatan payudara (Persiapan ASI)
Hasil : Ibu akan menjaga kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara (Persiapan ASI).
4. Berikan tahu penjelasan pada ibu tentang 10 tanda bahaya dalam kehamilan.
a. Sakit kepala yang menetap.
b. Penglihatan kabur.
c. Mual muntah yang berlebih.
d. Oedema pada wajah dan jari-jari tangan.
e. Nyeri perut yang hebat.
f. Deman tinggi.
g. Penurunan gerakan janin.
h. Kejang-kejang.
i. Perdarahan dari jalan lahir.
j. Pengeluaran cairan tiba-tiba dari jalan lahir.
5. Penatalaksanaan obat oral : suplemen Fe 1x1 dan vit B1, B12 2x1.
Hasil : Ibu rajin mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Mengajukan ibu untuk datang ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluahan.
Hasil : Ibu bersedia datang 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan datang lebih awal jika ada keluhan.
7. Memberikan HE tentang Baksoku.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melaksanakannya.
LANGKAH VII. EVALUASI
Tanggal 04 April 2011, Pukul 10. 00 wita
1. Ibu mengerti tentang kehamilannya sekarang.
2. Ibu gembira mendengar keadaan janinnya baik.
3. Ibu mengerti dan mau meleksanakan apa yang dianjurkan kepadanya.
4. Keadaan umum ibu baik,
Tanda- tanda vital (TTV) dalam batas normal
• Tekanan Darah : 130/ 80 mmHg (N, sistol 100-130mmHg, diastol 70-90mmHg)
• Nadi : 80 x/menit (N, 70-90x/menit)
• Suhu : 36, 7º C (N,36,5°-37,5°c)
• Pernapsan : 22 x/menit (N, 16-24 x/menit)
5. Ibu bersediah datang untuk follow up 1 minggu kemudian, atau datang lebih awal jika ada keluhan.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 36 MINGGU 2 HARI DENGAN SERING KENCING
D I P U S K E S M A S B I R U
TANGGAL 18 MARET 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 04 April 2011, Pukul 09.30 Wita
Tanggal Pengkajian : 04 April 2011, Pukul 09.35 Wita
DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Kehamilan kedua, 1 kali melahirkan dan tidak pernah keguguran (GII PI A0).
2. HPHT 26-07-2010 HTP 03-05-2011
3. Umur kehamilan 36 minggu 2 hari, ± 9 bulan.
4. Pergerakan janin dirasakan ibu pada umur kehamilan 16 minggu.
5. Pergerakan janin kuat dan teratur, terutama kuadran kanan perut ibu.
6. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama hamil.
7. Ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 kali di puskesmas biru. Dan 2 kali di BPS Hj. Harfiani.
8. Mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2x selama hamil di puskesmas biru.
DATA OBJEKTIF ( O )
1. Penampilan ibu : Rapi postur tubuh lordosis, kesadaran composmentis, emosi stabil, pola komunikasi akrab dan kooperatif.
2. Keadaan ibu : Baik.
a. Berat badan : 54 kg ( sebelum hamil 50 kg)
b. Tinggi badan : 152 cm
c. LILA : 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 130/80 mmHg (N, S 100-130 mmHg,D 70-90mmHg)
• Nadi : 80 x/ menit (N, 70-90 x/menit)
• Suhu : 36,5ºC (N, 36, 5ºC -37, 5ºC)
• Pernafasan : 22 x/menit (N, 16-24x/menit)
3. Kulit kepala bersih,rambut lurus,hitam dan tidak rontok,tidak ada massa dan nyeri tekan.
4. Wajah tidak ada cloasma,ekspresi wajah tampak biasa,tidak ada oedema.
5. Mata tampak simetris kiri dan kanan,konjungtiva tidak icterus,sclera merah mudah.
6. Tidak peradangan, tidak ada secret dan polip pada lubang hidung.
7. Bibir tampak lembab, keadaan mulut gigi bersih, tidak ada caries dan gigi tanggal.
8. Telinga simetris kanan dan kiri,tidak ada serumen.tidak ada nyeri tekan.
9. Tidak ada pembesaran pada kelenjar lyroid, Limfe dan vena jugularis.
10. Payudara simetris kiri dan kanan,putting susu terbentuk dan hiperpigmentasi pada areola mammae,tidak ada massa dan nyeri tekan.
11. Abdomen tampk striae albicans dan linea nigra,tonus otot tampak regang,tidak ada luka bekas operasi dan pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Palpasi :
• Tidak ada nyeri tekan, teraba bagian janin pada saat palpasi.
• Palpasi menurut leopold
Leopold I : TFU 3 jrbpx
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP
Auskultasi : DJJ terdengar kuat dan teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 148x/menit.
12. Vulva dan vagina tidak ad kelainan.
13. Ektramitas atas bawah.
- Simetris kiri dan kanan.
- Tidak ada varices.
- Tidak ada oedema pada kaki.
- Refleks patella kiri dan kanan(+/+)
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII P1 A0, Gestasi 39 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BDP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.
PLANNING ( P )
Tanggal 04 April 2011, Pukul 09.45 wita
1. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa kondisi dan letak janin dalam rahimnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidak merasa cemas.
2. Menganjurkan pada ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi beban kerja di rumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban bekerja di rumah.
3. Memberikan HE tentang
• Mengkonsumsi makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbohidrat( nasi, kentang, umbi-umbian), protein (telur,ikan).
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
• Personal hygiene tentang perawatan payudara(persiapan ASI).
Hasil : Ibu akan menjega kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan, dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara. (persiapan ASI).
4. Beritahu dan menjelaskan pada ibu tentang 10 tanda bahaya dalam kehamilan.
a. Sakit kepala yang menetap.
b. Penglihatan kabur.
c. Mual muntah yang berlebih.
d. Oedema pada wajah dan jari-jari tangan.
e. Nyeri perut yang hebat.
f. Deman tinggi.
g. Penurunan gerakan janin.
h. Kejang-kejang.
i. Perdarahan dari jalan lahir.
j. Pengeluaran cairan tiba-tiba dari jalan lahir.
5. Penatalaksanaan obat oral : suplemen Fe 1x1 dan vit B1, B12 2x1.
Hasil : Ibu rajin mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Mengajukan ibu untuk datang ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluahan.
Hasil : Ibu bersedia datang 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan datang lebih awal jika ada keluhan.
7. Memberikan HE tentang Baksoku.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melaksanakannya.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 38 MINGGU 2 HARI
DI BPS BIDAN Hj. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAL 18 MARET 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 18 April 2011, Pukul 16.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 18 April 2011, Pukul 16.05 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan pergerakan janinnya sering.
2. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama hamil.
3. Ibu mengatakan sering kencing.
DATA OBJEKTIF ( O )
1) Penampilan ibu : Rapi, postur tubuh
2) Keadaan umum ibu : baik
a. TB : 152 cm
b. BB : 54,2 kg (sebelum hamil 50 kg)
c. LILA : 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 110/ 80 mmHg
• Nadi : 82 x/ menit
• Suhu : 36,5ºC
• Pernafasan : 24 x/menit
3) Kulit kepala bersih,rambut lurus,hitam dan tidak rontok.
4) Wajah tidak ada cloasma,ekspresi wajah tampak biasa,tidak ada oedema.
5) Mata tampak simetris kiri dan kanan,konjungtiva merah muda,sclera putih.
6) Lubang hidung simetris kanan dan kiri,tidak ada polip dan secret,serta tidak ada nyeri tekan.
7) Keadaan mulut dan gigi tampak bersih tidak ada caries.
8) Telinga simetris kanan dan kiri,tidak ada serumen.tidak ada nyeri tekan.
9) Leher tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,kelenjar limfe,dan vena jugularis.
10) Payudara simetris kiri dan kanan,putting susu terbentuk dan hiperpigmentasi pada areola mammae,tidak ada massa dan nyeri tekan.
11) Abdomen tampk striae albicans dan linea nigra,tonus otot tampak regang,tidak ada luka bekas operasi dan pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Palpasi :
• Tidak ada nyeri tekan, teraba janin saat palpasi.
• Palpasi menurut leopold
Leopold I : TFU 3 jrbpx (33 cm)
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP(Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
• Auskultasi : DJJ terdengar kuat kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 146 x/menit.
12) Vulva dan vagina tidak ada kelainan.
13) Ekstramitas atas dan bawah.
- Simetris kiri dan kanan.
- Tidak ada avarices.
- Tidak ada oedema pada kaki.
- Refleks patella kiri dan kanan (+/+)
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 38 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BAP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.
PLANNING ( P )
Tanggal 18 April 2011, Pukul 16.30 wita
1. Memberitahukan ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa kondisi dan letak janinnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidakmerasa cemas.
2. Menganjurkan kepada ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi beban kerja di rumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban kerja di rumah.
3. Memberi HE tentang
a. Mengkonsumsi makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbohidrat (nasi, kentang, umbi-umbian), protein (telur,ikan).
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
b. Personal hygiene tentang perawatan payudara(persiapan ASI).
Hasil : Ibu akan menjega kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan, dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara. (persiapan ASI).
4. Beri tahu ibu tanda-tanda persalinan.
a) Mules-mules yang teratur timbul semakin sering dan semakin lama.
b) Pengeluaran lendir dan darah dari jalan lahir.
c) Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecah selaput ketuban.
Hasil : Agar ibu mengetahui tanda-tanda persalinan dan akan memanggil bidan jika ibu mengalami tanda-tanda persalinan.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap minum suplemen Fe 1x1 perhari.
Hasil : Ibu akan mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Beri HE tentang BAKSOKU
Hasil : Ibu sudah menyiapkan.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 38 MINGGU 4 HARI DENGAN NYERI PERUT
DI BPS BIDAN HJ. HARFIANI JL.S. ASAHAN
TANGGAL 18 MARET 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 20 April 2011, Pukul 10.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 20 April 2011, Pukul 10.00 Wita
DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang sejak pukul 02.00 wita, tanggal 20 April 2011.
2. Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah mengalami satu dari 9 tanda bahaya kehamilan.
3. HPHT : 26-07-2010.
4. Ibu mengatakan ada pengeluaran lendir bercampur darah dari jalan lahir.
DATA OBJEKT IF ( O )
1) Keadaan umum ibu baik.
2) Kesadaran komposmentis.
3) Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 130/ 80 mmHg
• Nadi : 82 x/ menit
• Suhu : 36,5ºC
• Pernafasan : 24 x/menit
4) Ekspresi wajah ibu tampak meringis.
5) TP : 03 - 05 - 2011
6) Konjungtiva merah muda,sclera putih.
7) Tidak ada oedema pada wajah dan tungkai.
8) Tampak linea dan striae livida.
9) Palpasi menurut leopold
• Leopold I : TFU 3 jrbpx (33 cm)
• Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
• Leopold III : Kepala
• Leopold IV : BDP(Bergerak Dasar Panggul/ Divergen)
10) TBJ 33x80 : 2640 g dengan rumus = (TFU x lingkar perut)
= (33x80) 2640 g
11) DJJ terdengar jelas kuat dan teratur pada kuadran kiri perut bawah dengan frekuensi 146 x/menit.
12) Tonus otot tampak tegang.
13) HIS 4x dalam 10 menit durasi 20-40 detik
Hasil VT 1 tanggal 20 April 2010 pukul 10.30 wita
• Vulva dan vagina : Tidak ada kelainan
• Portio : Lunak dan tebal
• Pembukaan : 4 cm
• Ketuban : (+)
• Presentase : Kepala
• Penurunan : Hodge III 0/5
• Penumbungan tali pusat : Tidak ada
• Penyusupan : Tidak ada
• Kesan panggul : Normal
• Pelepasan : Lendir dan darah
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 39 minggu 4 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BDP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik, Infartu kala I fase aktif.
PLANNING ( P )
Tanggal 20 April 2011, Pukul 11.45 wita
1. Menganjurkan kepada ibu untuk mengosongkan kandung kemih.
Hasil : Ibu sudah mengosongkan kandung kemihnya.
2. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu hamil dan keluarganya.
Hasil : Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.
3. Menjelaskan penyebab dan manfaat nyeri.
Hasil : Ibu mengerti dan tidak terlalu meringis saat timbul nyeri (HIS).
4. Menganjurkan ibu memilih posisi menyenangkan untuk teknik relaksasi dan upaya mengurangi resiko nyeri.
Hasil : Ibu ibu memilih berjalan-jalan, dan sesekali berbaring miring kekiri dibantu oleh suami/keluarga untuk menekan daerah sacrum dan sacro agar nyeri berkurang dan menarik napas panjang melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut saaat timbul kontraksi.
5. Memberikan support dan memotivasi ibu.
Hasil : Ibu menerima dengan baik.
6. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum serta beristirahat diantara dua kontraksi / saat relaksasi !
Hasil : Ibu makan dan minum.
7. Mengajarkan pada ibu cara meneran yang baik.
Hasil : Ibu melakukan sesuai petunjuk.
8. Mengobservasi kemajuan persalinan, keadaan ibu dan keadaan janin.
Hasil :
a) Tanda-tanda vital
• TD : 130/80 mmHg
• N : 82 x/menit
• S : 36,5 °c
• P : 24 x/menit
b) His 4 x dalam 10 menit (durasi 20-40 detik), DJJ 146 x /menit.
c) Ibu merasakan nyeri timbul lebih sering dan lebih lama. Serta keinginan untuk meneran seperti BAB.
9. Mengobservasi DJJ, His dan nadi ibu setiap 30 menit dan mendokumentasikan hasil pemantauan dalam partograf.
Hasil :
• 10.30 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40, nadi 82x/i
• 11.00 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40,nadi 82x/i
• 11.30 wita : DJJ 142 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40,nadi 80x/i
• 12.00 wita : DJJ 142 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 80x/i • 12.30 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 84x/i • 13.00 wita : DJJ 148 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 84x/i • 13.30 wita : DJJ 148 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i • 14.00 wita : DJJ 146 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i • 14.30 wita : DJJ 142 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i 10. Menyiapkan alat partus set, siap pasien dan PI lengkap serta pakaian ibu dan bayi dalam keadaan siap pakai. PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP) KALA II PERSALINAN DATA SUBJEKTIF (S) 1. Ibu mengeluh nyeri perut bertambah dan semakin kuat. 2. Ibu mempunyai dorongan yang kuat saat timbul kontraksi. 3. Ibu merasa ingin meneran. DATA OBJEKTIF (S) 1. Tanda-tanda vital normal. 2. His adekuat 5x selama 10 durasi <40 detik. 3. DJJ terdengar jelas dengan frekuensi 142 x/menit 4. Perineun tampak menonjol. 5. Vulva dan anus membuka 6. Pelepasan lendir dan darah. ASSESMENT (A) Kala II persalinan PLANNING (P) Tanggal 20 April 2011, Pukul 14.30 wita 1. Mengamati tanda dan gejala kala II Hasil : Adanya dorongan kuat untuk meneran, Adanya tekanan yang meningkat pada anus, Perineum tampak menonjol, dan Vulva dan spinger ani membuka. 2. Memeriksa kelengkapan alat dan mendekatkan alat-alat ketempat tidur. Hasil : Alat partus sudah lengkap dan siap didekatkan tempat tidur. 3. Menyiapkan diri dan memakai celemek Hasil : Penolong memakai celemek. 4. Mencuci tangan dengan teknik steril dengan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir dan keringkan dengan handuk. Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih. 5. Memakai sarung tangan pada tangan yang digunakan untuk pemeriksaan dalam. Hasil : Sarung tangan sudah dipasang pada tangan kanan. 6. Mengisi spoit dengan oxitocin 10 unit dengan teknik satu tangan. Hasil : Oxitocin sudah dalam spoit. 7. Memeriksa vulva dan perineum dengan menggunakan kapas sublimat / savion. Hasil : Vulva dan perineun bersih. 8. Melakukan pemeriksaan dalam (VT) pukul 14.30 wita Hasil : • Vulva dan vagina : Tidak ada kelainan • Portio : Lunak dan tebal • Pembukaan : 4 cm • Ketuban : (+) • Presentase : Kepala • Penurunan : Hodge IV 0/5 • Penumbungan tali pusat : Tidak ada • Penyusupan : Tidak ada • Kesan panggul : Normal • Pelepasan : Lendir dan darah • His 5 x dalam 10 menit durasi >40 detik.
9. Mencelupkan sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5% dan buka sarung tangan secara terbalik dan rendam selama 10 menit.
Hasil : Sarung tangan terendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 m
10. Memeriksa DJJ untuk memastikan janin dalam keadaan normal
Hasil : DJJ 142 x/menit.
11. Memberitahukan ibu hamil hasil pemeriksaan dan keadaan janinnya.
Hasil : Ibu mengetahui keadaan diri dan janinya.
12. Meminta keluarga untuk mendampingi ibu.
Hasil : Ibu didampingi oleh suaminya.
13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan untuk meneran dan anjurkan ibu untuk istirahat, dan menilai DJJ saat His berkurang.
Hasil : Saat tidak ada His, ibu istirahat dan minum susu dibantu oleh suaminya, DJJ 14 x/menit.
14. Menganjurkan ibu untuk berjalan-jalan, jongkok atau mengambil posisi nyaman jika merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.
Hasil : Ibu miring kiri, miring kanan.
15. Memasang handuk bersih diatas perut ibu saat kepala bayi nampak 5-6cm didepan vulva.
Hasil : Handuk bersih diatas perut.
16. Memasang Duk bersih dan steril dibawah bokong ibu
Hasil : Duk bersih dibawah bokong ibu.
17. Membuka partus set
Hasil : Partus set sudah terbuka.
18. Memakai sarung tangan pada kedua tangan
Hasil : Sarung tangan terpasang pada kedua tangan.
19. Melahirkan kepala dengan menahan puncak kepala dan menyokong perenium.
Hasil : Kepala sudah lahir.
20. Membersihkan jalan nafas dengan kasa yang sudah disiapkan pada mulut dan hidung bayi,memeriksa adanya lilitan tali pusat.
Hasil : Jalan nafas sudah dibersihkan dan tidak ada lilitan tali pusat.
21. Menunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar.
Hasil : Kepala sudah melakukan paksi luar.
22. Melahirkan bahu belakang dengan menyangga bayi pada saat terjadi kontraksi.
Hasil : Bahu depan dan belakang sudah lahir.
23. Melahirkan lengan dan tubuh bayi dengan menyangga bayi pada saat terjadi kontrasi.
Hasil : Lengan dan tubuh sudah lahir.
24. Melahirkan tungkai dengan menelusuri punggung kearah kaki bayi pada saat ada kontraksi.
Hasil : Pukul 14.55 wita lahir seorang bayi ♀ secara spontan dengan PBK.
25. Menilai pernafasan, warna kulit, tonus otot bayi dengan cepat.
Hasil : Bayi bernafas spontan, menangis kuat serta warna kulit kemerahan.
26. Meletakkan bayi diatas handuk dan keringkan serta bungkus bayi.
Hasil : Bayi sudah dikeringkan.
27. Memeriksa kembali kontraksi uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi didalam uterus (hamil tunggal)
Hasil : Bayi tunggal.
28. Memberitahukan ibu bahwa ia akan disuntik.
Hasil : Ibu bersedia disuntik.
29. Menyuntikkan oxitocin 10 unit / 1/3 pada bagian distal lateral.
Hasil : Oxitocin sudah disuntikkan pada paha ibu.
30. Menjepit tali pusat dengan klem kira-kira 3cmdari pusar dan klem ke 2 kira-kira 2 cm dari klem pertama.
Hasil : Tali pusat dijepit dengan klem.
31. Memotong tali pusat diantara kedua klem
Hasil : Tali pusat sudah terpotong.
32. Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering dan bersih.
Hasil : Bayi terbungkus dengan kain kering dan bersih.
33. Bayi diberikan kepada ibu untuk disusui
Hasil : Bayi sudah mulai menyusui.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP)
KALA III PENGELUARAN URI
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan mules pada bagian bawah.
2. Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya.
3. Ibu mengatakan pengeluaran darah dari jalan lahir.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Bayi lahir spontan tanggal 20 April 2011 pukul 14.55 wita dengan jenis kelamin perempuan menangis kuat, bernafas spontan dan warnah kulit kemerahan.
2. TFU setinggi pusat.
3. Tampak pengeluaran dari jalan lahir.
ASSESMENT (A)
Kala III pengeluaran URI
PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul14.55 wita-15.05 wita
34. Memindahkan klem pada tali pusat sekitar 5-10 cm dari vulva.
Hasil : Klem dipindahkan dengan jarak 5-10cm dari vulva.
35. Meletakkan satu tangan diatas perut ibu dan melekukan dorsol cranial.
Hasil : Dorsol cranial telah dilakukan.
36. Melakukan PTT sambil tetap juga melakukan dorsol cranial.
Hasil : Tali pusat bertambah panjang.
37. Melahirkan plasenta dengan menarik tali pusat kearah bawah kemudian kearah atas.
Hasil : Plasenta terlepas.
38. Menjemput plasenta dengan kedua tangan dan memutar searah jarum jam saat Nampak pada vulva.
Hasil : Plasenta lahir dengan selaput ketuban terpilin pada pukul 15.05 wita.
39. Melakukan masase uterus dengan gerakan melingkar searah jarum jam.
Hasil : Uterus teraba bundar dan keras.
40. Memeriksa kelengkapan plasenta.
Hasil : Plasenta lahir lengkap dengan selaput ketuban.
41. Memeriksa adanya laserasi pada vagina dan perineum.
Hasil : Ada caserasi dengan rupture tingkat 1.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP)
KALA IV PEMANTALIAN
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengeluh nyeri perut bagian bawah dan masih terasa.
2. Ibu merasa lelah dan ingin istirahat.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Plasenta lahir lengkap dengan selaput terpilin pukul 15.05 wita.
2. Kontraksi uterus baik (keras dan bundar).
3. TFU setinggi pusat.
4. Pengeluaran darah ± 150 cc
5. Kandung kemih kosong.
6. TTV :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
7. Ibu tampak lelah setelah proses persalinan.
ASSESMENT (A)
Kala IV pemantauan.
PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul 15.10 wita.
42. Memantau kontraksi uterus dan tinggi fundus serta perdarahan pervaginam.
Hasil : Kontraksi uterus teraba keras dan bundar, TFU setinggi pusat dan pendarahan normal sekitar 50cc.
43. Membiarkan bayi melakukan kontak kulit dengan ibunya.
Hasil : Bayi tetap melakukan kontak kulit dengan ibunya.
44. Menimban berat badan bayi dan ukur panjang badan lalu bungkus dengan kain kering dan bersih serta memberikan salep mata, menyunttikan vit K dan imunisasi hepatitis B.
Hasil : ~ Bayi dibungkus dengan selimut.
• BBL : 2600 g
• PBL : 48 cm
~ Salep mata dan vit K tidak diberikan.
45. Memberikan suntikan imunisasi hepatitis B pada paha kanan antero lateral.
Hasil : Imunisasi hepatitis B belum diberikan, rencana hari ke2 post partum.
46. Menilai ulang kontraksi uterus.
Hasil : Kontraksi keras dan bundar.
47. Menganjurkan ibu untuk melakukan masase uterus dan pemeriksaan kontraksi uterus.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
48. Melakukan penjahitan perineum, hecting perineum secara terputus-putus sambil mengevaluasi jumlah kehilangan darah.
Hasil : Perineum sudah diherting dengan rapi.
49. Memerksa TTV ibu dan kandung kemih.
Hasil :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
50. Memeriksa kembali kondisi bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik (40-60) serta suhu tubuh normal.
Hasil :
Pernapasan : 48 x/menit
Suhu : 38ºc
51. Merendam peralatan dalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi selama 10 menit setelah itu mencuci dan membilas peralatan.
Hasil : Semua peralatan terendam dalam larutan klorin 0,5 %
52. Membuang bahan- bahan yang terkontaminasi ketempat yang tersedia.
Hasil : Bahan-bahan dibuang pada tempat sampah.
53. Membersihkan ibu menggunakan DTT, membersihkan sisa-sisa air ketuban, lender dan darah. Lalu bantú ibu memakai pakaian bersih dan kering.
Hasil : Ibu sudah bersih dari air ketuban, lendir, darah serta ibu sudah memakai pakaian kering dan bersih.
54. Memastikan ibu merasa nyaman, membantu ibu memberikan ASI, menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu dan minum yang diinginkan.
Hasil : Ibu merasa nyaman, sudah menyusui dan makan nasi.
55. Mendekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5%
56. Mencelupakan sarung tangan kotor kedalam larutan 0,5% lalu merendam secara terbalik selama 10 menit.
Hasil : Sarung tangan sudah terendam dalam larutan klorin0,5%.
57. Mencuci kedua tangan dengan sabun dibawah air mengalir.
Hasil : Kedua tangan sudah bersih.
58. Lengkapi partograf (hal. Depan dan belakang)
Hasil : Partograf sudah dilengkapi.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PNC KOMPREHENSIF
PADA NY “H” DENGAN NYERI LUKA PERINEUM HARI I
DI BPS HJ. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAN 21 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal pengkajian : 21 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ini merupakan persalinan yang kedua
2. Ibu melahirkan tanggal 20 April 2011, pukul 14.55 wita
3. Ibu mengeluh nyeri pada luka perineum.
4. Ibu merasa nyeri pada perut bagian bawah. Sifat nyeri hilang timbul.
5. ASI ibu belum ada.
6. Ibu belum BAB, BAK lancar.
7. Ada pengeluaran darah dari jalan lahir.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV dalam batas normal.
TD : 130/80 mmHg (N, sistol 100-130mmHg, distol 70-90 mmHg)
N : 82 x/menit (N, 70-90 x/menit)
S : 37ºc (N, 36,5ºc-37,5ºc)
P : 24x/menit. (N, 16-24 x/menit)
4. Ekspresi wajah ibu meringis saat bergerak.
5. Kolostrum ada saat puting susu dipencet.
6. Kontraksi uterus baik teraba keras dan bundar.
7. TFU 1 jrbwpst.
8. Tampak jahitan pada perineum.
9. Pengaluaran lochia rubra, berwarnah merah, berbau khas (amis)
10. Nyeri tekan pada perineum.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari I
Masalah aktual : Nyeri luka jahitan perineum.
Masalah potensial : Potensial terjadinya infeksi.
PLANNING (P)
Tanggal 21 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV
Hasil :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
2. Menganjurkan ibu beristirahat yang cukup yaitu tidur siang 1-2 jam. Malam 7-8 jam.
Hasil : Ibu bersedia dengan apa yang dianjurkan.
3. Menganjurkan ibu mengkomsumsi makanan yang bergizi mengandung karbohidrat, protein dan vitamin
Hasil : Ibu mengerti tentang makanan yang bergizi dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
4. Menjelaskan pada ibu tantang masa nifas yaitu perasaan sakit pada bagian bawah disebabkan kontraksi rahim dan adanya lochia yang berupa cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina serta keluarnya ASI.
Hasil : Ibu mengerti tentang perubahan masa nifas.
5. Mengobservasi TFU, kontraksi uterus.
Hasil : ~ TFU 1 jrbwpusat.
~ Kontraksi baik teraba bundar 2dan keras.
6. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia berwanah merah berbau khas.
7. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
8. Melakukan penjelasan tentang personal hygine yaitu sering mengganti duk dan pakaian dala bila basah.
Hasil : Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia melakukannya.
9. Menjelaskan penyebab nyeri pada daerah perineum disebabkan karena terputusnya kontinuitas jaringan otot, kulit dan serabut syaraf akibat dari rangsangan oto perineum yang berlebihan saat kepala melewati jalan lahir. Dengan adanya luka ini maka dapat merangsang ujung-ujung syaraf sehingga timbul rasa nyeri.
Hasil : Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan.
10. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara On demand dan menjelaskan pentingnya ASI untuk bayinya.
Hasil : Ibu mengerti apa yang sudah dijelaskan dan mau melakukan apa yang dianjurkan.
11. Penatalaksanaan pemberian obat oral.
Hasil : ~Amoxcilin 3x1 ~Paracetamol 3x1
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE II
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 22 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu masih mengeluh nyeri luka perineum.
2. Pengeluaran ASI belum lancar (sedikit) bayi sudah disusui setiap saat.
3. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
4. Ibu sudah BAK, namun belum BAB.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu masih meringis saat bergerak.
5. ASI (+), colostrum (+) sedikit pada saat dipencet.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 1 jrbpst
8. Tampak jahitan pada perineum.
9. Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis)
10. Nyeri tekan pada perineum.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari II
Masalah actual : Nyeri luka perineum
Masalah potensial :
PLANNING (P)
Tanggal 22 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi yaitu mengandung karbonhidrat, protein, dan vitamin dan ibu mengerti tentang makanan yang bergizi.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri.
Hasil : TFU 1 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas.
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu melakukan personal hygiene yaitu sering mengganti duk dan pakaian dalam bila basah.
Hasil : Ibu melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk melakukan vulva hygiene yaitu membersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
9. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE III
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 23 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Nyeri pada luka perineum sudah agak berkurang.
2. ASI sudah ada namun belum lancar bayi sudah disusui setiap saat.
3. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
4. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
5. BAK lancar, namun BAB belum.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu tampak biasa.
5. Payudara terasa keras, ASI keluar saat putting susu di pencet.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 2 jrbpst.
8. Jahitan pada perineum tampak agak kering.
9. Pengeluaran lochia.
10. Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis)
11. Nyeri tekan pada perineum sudah agak berkurang.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post partum hari III
Masalah actual : Nyeri luka jahitan perineum agak berkurang.
Masalah potensial :
PLANNING (P)
Tanggal 23 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang berserat dan buah-buahan.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri (TFU)
Hasil : TFU 2 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis).
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan personal hygiene yaitu membersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE IV
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 24 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Nyeri pada luka perineum sudah agak berkurang.
2. ASI sudah adbanyak dan lancar.
3. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
4. BAK lancar, BAB 1 x.
5. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu tampak biasa dan sudah tidak meringis saat bergerak..
5. Payudara tampak keras, ASI sudah banyak, bayi menyusui setiap saat.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 3 jrbpst.
8. Jahitan pada perineum tampak agak kering.
9. Pengeluaran lochia sanguinolenta.
10. Nyeri tekan pada perineum sudah agak berkurang.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari IV
Masalah actual : -
Masalah potensial : -
PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang berserat dan buah-buahan
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri (TFU)
Hasil : TFU 3 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia sanguinolenta.
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan personal hygiene yaitu sering mengganti duk dan pakaian dalam bila basah dan menganjurkan ibu melakukan vulva hygiene yaitumembersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PERINATAL KOMPREHENSIF
PADA BAYI NY. ”H” DENGAN BCB / SMK / SPONTAN / PBK
DI BPS HJ. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAL 20 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 20 April 2011, Pukul 15.45 Wita
IDENTITAS BAYI DAN ORANG TUA
1. Identitas Bayi
Nama : By Ny “H”
Tanggal lahir : 20 April 2011, puku14.45 wita
Umur : 0 hari
Jenis kelamin : ♀ (Perempuan)
Anak ke : II (dua)
2. Identitas Orang Tua
Nama ibu / ayah : Ny “H” / Tn “S”
Umur : 36 tahun / 28 tahun
Mikah : 1 kali / ± 7 tahun
Suku : bugis / bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMU /SMU
Pekerjaan : IRT / wiraswasta
Alamat : Jln. Lanto DG. Pasewang
RIWAYAT PERSALINAN
1. Bayi lahir tanggal 04 April 2011, pukul 14.55 wita
2. Jenis persalinan normal dengan bayi cukup bulan, lahir spontan, langsung menangis.
3. Bayi lahir dengan presentasi belakang kepala.
4. Kesadaran umum bayi baik.
DATA SUBEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan HPHT tanggal 26-07-2010
2. Ibu memeriksakan kehamilannya di puskesmas Biru dan BPS Hj. Harfiani.
3. Ibu mengatakan imunisasi TT lengkap.
4. Ibu mengatakan mengkomsumsi tablet Fe dan vitamin selama kehamilan.
5. Ibu mengatakan bayinya langsung menangis saat lahir.
DATA OBJEKTIF (O)
1. HTP Tanggal 03-05-2011
2. Anak lahir tanggal 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
3. Umur kehamilan 38 minggu 4 hari.
4. AFGAR SCORE setelah lahir 8/10.
Tanda AFGAR 0 1 2 1 menit 5 menit
A. Apperonce
(warna kulit)
P. Palse
(frekuensi jantung)
G. Grimance
(Refleks)
A. Activity
((Tonus otot)
R.Respiration
(usaha bernafas)
Pucat
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak bernafas Tubuh merah
Ekstramitas biru
<100 Menangis merintih Fleksi ekstramitas sedikit Lambat dan teratur Merah seluruh tubuh >100
Menangis, batuk, bersin
Fleksi baik aktif
Tangis kuat 2
2
1
1
2 2
2
2
2
2
5. Pemeriksaan umum
• BBL/PBL : 2600 g / 48 cm (Normal, BB : 2500-4000g / PB : 48-52 cm)
• Jenis kelamin : Perempuan
• Lingkar kepala : 30 cm (Normal,30-35,5 cm)
• Lingkar dada : 32 cm (Normal, 30-35 cm)
• Lingkar badan : 31 cm (Normal, 30,5-33 cm)
6. TTV
Frekuensi jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
Pernafasan : 40x/menit (Normal, 30-60x/menit)
Suhu : 37ºc (Normal, 36,5-37,5ºc)
7. Pemeriksaan Fsik
1) Kepala
• Ubun-ubun besar : Tidak ada luka lecet
• Satura : Tampak jelas
• Rambut : Tampak tipis
2) Mata
• Kesimetrisan : Tampak simetris kiri dan kanan
• Sclera : Putih bersih
• Konjungtiva : Merah mudah
3) Hidung
• Tidak ada secret.
• Hidung simetris kiri dan kanan.
4) Telinga
• Daun telinga : Tidak ada kelainan, lunak
• Secret telinga : Tidak ada
5) Mulut dan Bibir
• Mulut tampak bersih.
• Lidah tidak ada kelainan.
• Gusi tidak nampak berdarah.
• Bibir merah mudah.
6) Leher
Tonus otot leher baik.
7) Dada dan perut
• Gerakan dada dan perut : Aktif
• Tonjolan / tulang dada : Tidak ada
• Keadaan tali pusat : Masih basah tampak putih
8) Punggung dan bokong
• Tonjolan punggung : Baik
• Lipatan kulit bokong : Bersih
9) Genetalia dan anus
• Teraba jelas
• Anus (+)
10) Ekstramitas
• Tangan
~ Pergerakan : Aktif
~ Jari tangan : Lengkap kiri kanan
~ Refleks menggenggam : Baik.
• Kaki
~ Pergerakan : Kaki aktif
~ Jari – jari : Lengkap kiri kanan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir BCB / SMK / spontan / PBK
Masalah actual : -
Masalah potencial : Terjadi infeksi tali pusat.
PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul 14.50 wita.
1. Mempertahankan susu bayi dengan cara membungkus bayi dengan menggunakan selimut dan kain bersih.
a. Membungkus kepala bayi dan tapia tau dengan selimut kering.
Hasil : Bayi terbungkus selimut kering dan memakai topi.
b. Meletakkan bayi pada tempat yang aman dan kering.
Hasil : Bayi berada diatas tempat tidur yang aman dan kering.
2. Mengobservasikan KU dan TTV
Hasil : Keadaan umum baik.
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 40x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37ºc (Normal, 36,5-37,5 ºc)
3. Merawat tali pusat dengan kasa steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus kasa kering dan steril dengan rapi.
4. Memekaikan pakaian bayi seperti, kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaiakan pada bayi.
5. Menganjurkan ibu untuk membersihkan payudara dan puting susu apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kasa yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMANT.
Hasil : Ibu sementara menyusui bayinya dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
7. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
• Sebelum menyusui keluarkan duluh ASI sedikit kemudian oleskan pada puting susu dan areola sebagai desinfektan menjaga kelembatan puting susu.
• Bayi diletakkan menghadap payudara/perut ibu.
• Pegang bayi dengan satu tangan, kepala bayi diletakkan pada lengkung siku ibu dan bokong bayi diletakkan pada lengan.
• Satu tangan bayi diletakkan dibelakang ibu dan satu tangan didepan.
• Perut bayi menempel ke badan ibu, kepala bayi menghadap ke payudara.
• Telingan dan lengan bayi diletakkan pada satu garis lurus.
• Tataplah bayi dengan kasih sayang (Bounding Attachment)
• Payudara dipegang dengan ibu jari lainnya menopang dibawah.
• Tes refleks rooting hingga bayi membuka mulutnya.
Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukannya.
8. Mengajarkan ibu cara menyendawakan bayinya yaitu cara menepuk pundak bayi secara lembut.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melakukannya.
9. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (Personal Hygiene)
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
10. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi.
Hasil : Ibu mengetahui dan mengerti tanda-tanda bahaya paa bayi.
11. Menganjurkan ibu untuk ketenaga kesehatan setempat jika terdapat tanda bahaya dan tanda infeksi pada bayi.
Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE I
TANGGAL 21 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 21 April 2011, Pukul 08.15 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAKdan 1x BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah ada namun masi kurang.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril namun masi tampak basah.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke II)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : Potensial terjadinya infeksi tali pusat.
PLANNING (P)
Tanggal 21 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
12. Menyuntikan imunisasi Hepatitis B pada 1/3 paha lateral bagian atas sebelah kanan.
Hasil : Imunisasi Hepatitis B disuntikan pada paha kanan atas.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE II
TANGGAL 22 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 22 April 2011, Pukul 08.18 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAKdan 1x BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah ada namun masi kurang.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril namun masi tampak basah.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke II)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : Potensial terjadinya infeksi tali pusat.
PLANNING (P)
Tanggal 22 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi.
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE III
TANGGAL 23 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 23 April 2011, Pukul 08.15 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAK dan BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah banyak dan lancar.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril dan sudah kering dan berwarna coklat..
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke III)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : -
PLANNING (P)
Tanggal 23 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE IV
TANGGAL 24 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal kunjungan : 24 April 2011, Pukul 08.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 24 April 2011, Pukul 08.15 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
2. Ibu mengatakan bayinya sering BAK dan BAB.
3. Ibu mengatakan ASInya sudah banyak dan lancar.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 44x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 36,5 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat sudah puput.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke IV)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : -
PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 36,5 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat sudah puput.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY “H” DENGAN METODE AMENOREA LAKTASI (MAL)
DI RUMAH KLIEN JLN. LANTO DG.PASEWANG
TANGGAL 24 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 wita
Tanggal Kunjungan : 24 April 2011 , Pukul 08.00 wita
Tanggal pengkajian : 24 April 2011 , Pukul 08.30 wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu telah melahirkan tanggal 20 April 2011, pukul 14.55 wita.
2. Ibu menyusui bayinya.
3. Ibu memilih dan bersedia mengikuti program KB Metode Amenorea Laktasi (MAL).
DATA OBJEKTIF (O)
1. KU ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. Tanda-tanda vital.
TD : 120/80mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºC
P : 22 x/menit
BB : 50 kg
TB : 152 cm
4. Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar limfe, tidak ada massa dan nyeri tekan.
5. Payudara simetris kiri dan kanan, puting susu terbentuk, tidak ada massa dan nyeri tekan.
6. Tidak ada massa dan nyeri tekan pada abdomen.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Akseptor KB Metode Amenorea Laktasi (MAL)
PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, pukul 09.00 wita
1. Jalin hubungan baik dengan ibu melalui 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Hasil : Klien mau terbuka dengan petugas saat dilakukan pengkajian.
2. Memberikan konseling pada klien mengenai keuntungan dan kerugian KB dengan Metode Amenorea Laktasi (MAL)
a. Keuntungan
• Efektifitas tinggi (Keberhasialan 98 % pada enam bulan pasca persalinan)
• Segera efektif.
• Tidak mengganggu senggama.
• Tidak ada efek secara sistematik.
• Tidak perlu pengawasan medis.
b. Kerugian
• Perlu sejak pengawasan kehamilan segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan.
• Mungkin sulit dilakukan karna kondisi sosial.
• Efektifitas tinggi karna hanya sampai kembalinya haid atau sampai enam bulan.
• Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus Hepatitis B / HIV / AIDS.
Hasil : Ibu mengerti dengan konseling yang diberikan.
3. Melakukan Informed consent pada ibu.
Hasil : Ibu memilih Metode Amenorea Laktasi.
4. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan seimbang seperti makan nasi 3 piring, telur, ikan, ayam ataudaging 4-5 potong, tempe atau tahu2-4 potong, sayur yang berwarna hijau 2-3 mangkok setiap hari dan buah-buahan kaya akan vitamin(jeruk manis, pepaya, mangga, dll) 3 potong perhari, serta minum air 6-8 gelas perhari, susu menyusui 200cc perhari, hindari minum teh dan kopi.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melakukan apa yang dianjurkan.
PADA NY”H” GESTASI 36 MINGGU 2 HARI
DI BPS Hj. HARFIANI JLN. S. ASAHAN
TANGGAL 04 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 04 April 2011, Pukul 09.30 Wita
Tanggal Pengkajian : 04 April 2011, Pukul 09.35 Wita
LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
1. Identitas Istri/ Suami
Nama : Ny.”H” / Tn.”S”
Umur : 36 Tahun / 28 Tahun
Nikah/ Lamanya : 1x / ± 7 Tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT/ Wiraswasta
Alamat : Jln. Lanto DG. Pasewang
2. Riwayat Kehamilan Sekarang
1. Kehamilan kedua, 1 kali melahirkan dan tidak pernah keguguran (GII PI A0)
2. HPHT tanggal . 26-07- 2010 HTP tanggal 03-05-2011
3. Umur kehamilan 36 minggu 2 hari.
4. Pergerakan janin dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu.
5. Pergerakan janinnya lebih banyak dirasakan pada kuadran kanan bawah perut.
6. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama kehamilannya.
7. Ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 kali di puskesmas biru dan 2 kali di BPS Hj. Harfiani.
8. Ibu mendapat suntikan TT sebanyak 2 kali.
~ TT1 tanggal 07-09-2010,di puskesmas Biru
~ TT2 tanggal 09-10-2010,di puskesmas Biru
3. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas Yang Lalu
NO Kehamilan Persalinan Bayi / Anak Nifas
Tahun Umur Keadaan Jenis Tempat Penolong JK PBL / BB Keadaan
1 2005 Aterm normal PBK rumah Bidan ♀ 48 / 2800 Sehat Normal
2 2011 Kehamilan sekarang
4. Riwayat Reproduksi
1. Riwayat haid
Manarche : 15 Tahun
Siklus : 28 - 30 Hari
Lamanya : 6 - 7 Hari
Dismenorrhea : Tidak ada
2. Riwayat KB
Ibu pernah menjadi Akseptor KB dengan menggunakan KB Microginon tetapi berhenti dengan alas an ingin punya anak lagi.
5. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Lalu dan Sekarang
1. Ibu tidak pernah ada riwayat penyakit jantung, DM, hipertensi dan malaria.
2. Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seksual , HIV / AIDS
3. Ibu tidak ada riwayat dioperasi dan transfusi darah.
4. Ibu tidak ada riwayat alergi makanan, minuman dan obat- obatan.
5. Ibu tidak ada ketergantungan obat-obatan, rokok dan alkohol.
6. Ibu tidak ada riwayat keturunan kembar baik dari pihak istri maupun suami.
6. Riwayat Psikososial, Ekonomi, dan Spiritual
1. Ibu dan keluarga sangat senang dengan kehamilannya sekarang.
2. Pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami.
3. Hubungan ibu dengan suami dan keluarganya harmonis.
4. Ibu rajin melakukan shalat 5 waktu dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatannya dan bayinya.
5. Ibu dan keluarga ingin persalinannya di BPS / rumah dan ingin ditolong oleh Bidan.
6. Kebutuhan bayi dan biaya persalinan sudah disiapkan.
7. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari – hari
1. Nutrisi
~ Sebelum hamil
• Frekuensi : 3 kali sehari
• Pola makan : Teratur (nasi, sayur, dan lauk - pauk)
• Pola minum : 6 - 8 gelas sehari
~ Selama hamil
• Frekuensi : 3 kali sehari
• Pola makan : Teratur (nasi, sayur, dan lauk - pauk)
• Pola minum : 8 - 11 gelas/ hari
2. Eliminasi
a. BAK (Buang Air Kecil)
~ Sebelum hamil
• Frekuensi : 3 – 4 kali sehari
• Warna : Kuning
• Bau : Amoniak
~ Selama hamil
• Frekuensi : 4 - 5 kali sehari
• Warna : Kuning
• Bau : Amoniak
b. BAB (Buang Air Besar)
~Sebelum hamil
• Frekuensi : 1 – 3 kali sehari
• Warna : Kuning
• Konsistensi : Lunak
~ Selama hamil
• Frekuensi : 1 – 2 kali sehari
• Warna : Kuning
• Konsistensi : Lunak
3. Pola Istirahat
~ Sebelum hamil
• Tidur siang : ± 1 - 2 jam sehari (Pukul 14.00 - 16.00 wita)
• Tidur malam : ± 7 - 8 jam sehari ( 21.00 Pukul - 05.00 wita)
~ Selama hamil
• Tidur siang : ± 1 - 2 jam sehari (Pukul 12.00 - 13.00 wita)
• Tidur malam : ± 7 - 8 jam sehari (Pukul 22.00 - 06.00 wita)
4. Personal Hygiene
~ Sebelum hamil
• Mandi : 2 kali sehari pake sabun.
• Sikat gigi : 2-3 kali sehari pakai pasta gigi.
• Keramas : 2-3 seminggu.
• Ganti pakaian dalam dan luar setiap selesai mandi.
~ Selama hamil
• Tidak ada perubahan.
8. Pemeriksaan Fisik
1. Penampilan ibu : Rapi, Postur tubuh Lordosis, Kesadaran komposmentis, Emosi stabil, pola komunikasi akrab dan koopeatif.
2. Keadaan umum :
a. TB : 152 cm
b. BB : 54 kg (sebelum hamil 50 kg)
c. LILA: 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 103/ 80 mmHg (N:S:100-130,D:70-80)
• Nadi : 80 x/ menit (N: 70- 80 x/ menit)
• Suhu : 36, 5ºC (N: 36,5- 37,5ºC)
• Pernafasan : 22 x/menit (N: 20- 24 x/ menit)
3. Kepala dan rambut
Inspeksi : Kulit rambut bersih, rambut ombak dan tidak rontok.
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
4. Wajah
Inspeksi : Tidak ada cloasma dan tidak nampak adanya oedema
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
5. Mata
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan Konjungtiva merah muda Sclera putih bersih.
6. Telinga
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, tidak ada serume.
Palpasi : Tidak teraba adanya nyeri tekan.
7. Hidung
Inspeksi : Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada, Polip dan secret.
Palpasi : Tidak teraba adanya massa dan nyeri tekan.
8. Mulut dan gigi
Inspeksi : Keadaan mulut dan gigi bersih, tidak ada caries dan gigi tanggal.
9. Leher
Inspeksi : Tidak tampak adanya pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe dan vena jugularis
Palpasi : Tidak teraba pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe dan vena jugularis.
10. Payudara
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, puting susu terbentuk, tampak adanya hyperpigmentasi pada areola mammae.
Palpasi : Belum ada kolostrum saat puting dipencet, tidak ada massa tumor.
11. Abdomen
Inspeksi : Tampak pembesaran perut sesuai umur kehamilan, striae alba, linea nigra, tidak ada luka bekas operasi, tonus otot perut tegang.
Palpasi :
• Leopold I : 2 jrbpx (30 cm), teraba bokong.
• Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
• Leopold III : Presentase kepala
• Leopold IV : BAP (Bergerak Atas Panggul / Konvergen)
Auskultasi DJJ 148 x/ menit, teratur, kuat dan terdengar paling jelas pada daerah kuadran kiri bawah perut.
12. Vulva dan Vagina
• Tidak ada kelainan
13. Eksterimitas Bawah
• Inspeksi :Simetris kiri dan kanan.
• Palpasi : Tidak ada udema dan varices.
• Perkusi : Refleks patella (+) kiri dan kanan.
14. Pemeriksaan laboratorium
• Hb : 14 gram %
• Albumin : -
• Reduksi : -
LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 36 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BAP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.
1. GII PI A0
DS : Ibu mengatakan ini adalah kehamilan kedua, melahirkan satu kali dan tidak pernah keguguran.
DO :
• Tampak pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
• Tonus otot perut ibu tampak tegang.
• Tampak striae alba dan linea nigra.
• Palpasi :
Leopold I : 2 jrbpx (30 cm)
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Presentase kepala
Leopold IV : BAP (Bergerak Atas Panggul / Konvergen)
Analisa dan interprestasi data
Uterus akan membesar pada bulan – bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesterone yang kadarnya meningkat yang disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus, serabut kolagen menjadi higroskopik akibat kadar peningkatan estrogen. Uterus membesar sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin.
(Ilmu kebidanan Sarwono hal 89)
Striae livide disebabkan oleh terdapatnya deposit pigmen dan hyperpigmentasi pada kulit yang disebabkan oleh pengaruh Metanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat yang dikeluarkan oleh lobus hipofisis anterior, dimana striae mirip keadaan pada kulit yang seolah- olah retak- retak, warna berubah agak hypermik dan kebiru- biruan dan pada seorang primigravida sering tampak striae livide. Setelah partus livide berubah menjadi putih disebut striae albicans.Pada sorang multigravida tampak striae livide dengan striae albicans.
(Ilmu Kebidanan Sarwono hal.97- 98)
2. Gestasi 36 minggu 2 hari
DS :
• HPHT tanggal 26 - 07- 2010
• Ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan.
• Pergerakan janinnya dirasakan pertama kali pada umur kehamilan 4 bulan.
DO :
• HTP tanggal 03 - 05 - 2011
• Palpasi leopold I TFU 2jrbpx
• Tanggal pengkajian 15-03-2011
Analisa dan interprestasi data
Menurut rumus neagle, dihitung dari HPHT tanggal 26 - 07 - 2010 sampai tanggal kunjungan 14-04-2011, maka umur kehamilan ibu 36 minggu 2 hari.(0bstetri Fisiologi Padjajaran Hal. 127)
3. Situs memanjang (Pu-Ki)
DS : Pergerakan janin dirasakan kuat dan teratur pada sebelah kanan perut ibu.
DO : Palpasi abdomen
Leopold I : 2 jrbpx
Leopold II : PU-Ki
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP
Analisa dan interprestasi data
Pergerakan janin kuat terutama disebelah kanan menandakan bagian- bagian janin seperti tangan dan kaki berada pada sebelah kanan sehingga punggung berada pada sebelah kiri.
(Obstetri Willians hal. 23)
Palpasi Leopold II teraba tahanan keras, lebar dan datar seperti papan yang merupakan punggung janin di sisi kiri ibu.
(Ilmu Kebidanan,Sarwono Prawiroharjohal 15)
4. Presentase Kepala
DS : -
DO : Palpasi Leopold III teraba kepala.
Analisa dan Interpretasi data
Pada Leopold III pemeriksaan dilakukan untuk menentukan bagian terendah janin. Pada daerah simpisis teraba bagian bulat,keras,dan melenting serta mudah digerakkan menandakan bahwa janin dalam presentase kepala.
(Manuaba,1998.Hal 135)
5. Intra uterin
DS : Ibu mengatakan tidak pernah mengalami nyeri perut yang hebat selama hamil.
DO : Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Ibu tidak merasa nyeri pada saat palpasi.
Pada saat palpasi teraba bagian-bagian janin.
Analisa dan interprestasi data
Cavum uteri adalah bagian dari uterus yang merupakan tempat berkembang dan bertumbuhnya janin. Disinilah hasil konsepsi dapat tumbuh dan berkembang hingga uterine tanpa menyebabkan nyeri. (Obstetri Fisiologi UNPAD hal 196- 198)
6. BAP (Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
DS : -
DO : Palpasi Leopold IV: BAP (Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
Analisa dan interpretasi data
Pada saat pemeriksaan leopold IV pemeriksa menghadap kearah kaki ibu untuk menetapkan bagian terendah janin yang masuk pintu atas panggul terbesarnya maka tangan yang melakukan pemeriksaan divergen(BDP) sedagkan bila lingkaran terbesanya belum masuk PAP maka tangan pemeriksa konvergen. ( Manuaba hal 211)
7. Tunggal
DS :
• Ibu tidak memiliki riwayat kembar dari pihak ibu maupun suami.
• Janin ibu bergerak kuat dan teratur (1-2 kali/ jam)
DO :
• Palpasi abdomen
Leopold I : 2 jrbpx (30 cm)
Leopold II : PU-KI
Leopold III : Kepala
Leoopold IV : BAP
• Pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
• Auskultasi DJJ terdengar jelas secara teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 142 x/ menit.
Analisa dan interprestasi data
Dari hasil pemeriksaan tidak ada riwayat kembar dari pihak istri ataupun suami didukung oleh pemeriksaan Leopold I, dan III teraba 2 bagian besar janin pada sumbu yang berlawanan, bagian kepala pada kuadran bawah perut dan bagian bokong pada kuadran atas perut. Perbesaran perut sesuai umur kehamilan dan DJJ hanya terdengar disatu tempat menandakan bahwa janin tunggal.
(Sarwono, P.2002. Hal 159)
8. Hidup
DS : Ibu merasakan pergerakan janinnya kuat dan teratur terutama bagian kanan perut ibu.
DO : DJJ terdengar jelas secara teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 142 x/ menit.
Analisa dan interpretasi data
a. Adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu saat pengkajian dan DJJ terdengar jelas menandakan jantung janin berfungsi dengan baik dan janin hidup serta berkembang.
(Sarwano, 2002. Hal. 129)
b. Salah satu tanda pasti janin hidup adalah adanya pergerakan janin pada umur kehamilan 22 minggu untuk primi dan 16 minggu untuk multi.
(Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana .hal. 136)
9. Keadaan Janin Baik
DS : janin bergerak kuat dan teratur.
DO : DJJ 142 x/ i terdengar jelas pada kuadran kiri bawah perut ibu
Analisa dan interprestasi data
a. Adanya pergerakan janin, DJJ terdengar jelas dan teratur dengan frekuensi 142x/menit menandakan janin dalam keadaan baik.
b. DJJ kurang dari 120/menit atau lebih dari 160/menit atau tidak teratur menandakan janin dalam asfiksia (kekurangan O2)
(Obstetric Fisiologi Padjajaran, Hal 170)
10. Keadaan ibu baik
DS : Ibu tidak ada keluhan.
DO :
• Palpasi Leopold IV convergen (bergerak atas panggul)
• Tidak ada oedema pada wajah dan tungkai.
• Keadaan composmentis dan scelera merah mudah.
• Tanda- tanda vital
- Tekanan Darah : 130/80 mmHg
- Nadi : 80x/ menit
- Suhu : 36, 7ºC
- Pernafasan : 22 x/menit
• Palpasi menurut Leopold
- Leopold I : TFU 2jrbpx (30cm)
- Leopold II : Pu-Ki
- Leopold III : Kepala
- Leopold : BAP
Analisa dan interprestasi data
Kesadaran ibu composmentis serta tanda-tanda vital dalam batas normal serta tidak ada tanda-tanda yang membahayakan, itu menggambarkan bahwa keadaan ibu baik.
(Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan dan Keluarga Berencana).
LANGKAH III. MERUMUSKAN DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL
Tidak ada data yang menunjang terjadinya masalah potensial.
LANGKAH IV. PERLUNYA TINDAKAN SEGERA/ KOLABORASI
Tidak ada data yang menunjang terjadinya masalah potensial.
LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN/ INTERVENSI
Diagnosa : GIII PI A0, gestasi 36 minggu 2 hari, situs memanjang dengan PUKI, Kepala, BAP, Intra uteri, tunggal, hidup, keadaan janin baik keadaan ibu baik.
Tujuan :
• Pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung normal.
• Keadaan ibu dan janin baik.
Kriteria :
• DJJ dalam batas normal (120-160x/i)
• Terjadi kelahiran letak kepala.
• Tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Tekanan Darah : sistole:100-130 mmHg
Diastole: 70-90 mmHg
- Nadi : 70- 90 x/ menit
- Suhu : 36,5⁰C - 37,5ºC
- Pernafasan : 16- 24 x/ menit
• Pergerakan janin dirasakan dirasakan minimal 10x dalam sehari.
INTERVENSI
Tanggal 4 April 2011, Pukul 09.40 wita
1. Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Rasional : Ibu tahu tentang keadaan janinnya dan ibu lebih mempersiapkandiri dalam menghadapi persalinannya dan ibu tidak perlu merasa cemas.
2. Anjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi beban kerja.
Rasional : Istirahat yang cukup akan memberikan relaksasi pada otot - otot serta mengurangi beban kerja jantung.
3. Memberi HE tentang :
a. Pemberian makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang mengandung karbohidrat (Nasi, Roti, Jagung, Kentang, Umbi-Umbi), Protein (Ikan, telur), Kalsium, Vit C (Jeruk, tomat, papaya, dll), Kalsium, Fe (kangkung, bayam, daun ubi dis).
Rasional : Karbohidrat dan protein salah satu sumber kalori yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, makanan yang mengandung Fe untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin minum air putih 6-8 gelas / hari.
b. Personal hygiene termasuk perawatan payudara.
Rasional : Keadaan yang bersih dapat mencegah masuknya mikroorganisme kedalam tubuh sehingga membuat ibu merasa nyaman.
4. Berikan penjelasan tentang 10 tanda bahaya kehamilan.
Rasional : Ibu mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan dapat memeriksan diri segera di tempat pelayanan kesehatan terdekat jika ibu mengalami salah satu tanda bahaya dalam kehamilan.
5. Beri promosi kesehatan tentangPemberian suplemen Fe dan vitamin.
Rasional : ~ Suplemen zat besi (Fe) dapat membantu meningkatkan kadar HB ibu disamping intake makanan yang mengandung zat besi.
~ Kebutuhan akan vitamin meningkat untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin sehingga dibutuhkan tambahan suplemen.
6. Anjurkan ibu untuk menghitung gerakan janin
Rasional : Mengajarkan ibu menghitung gerakan janin dan ibu dapat memahami sendiri keadaan janin sekaligus menambah pengetahuan ibu.
7. Anjurkan ibu untuk datang/ kunjungan ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluhan.
Rasional : Ibu bersedia dating 1 minggu kemudian memeriksakan kehamilan dan akan dating lebih awal jika terjadi indikasi untuk mendapat penanganan segera.
8. Beri HE tentang :
B : Bidan
A : Alat
K : Kendaraan
S : Surat
O : Obat
K : Keluarga
U : Uang
Rasional : Mempersiapkan sedini mungkin apabila terjadi komplikasi dalam kehamilannya dan proses persalinan yang akan di hadapi.
LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 4 April 2011, Pukul 09.45 wita
1. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa kondisi dan letak janin dalam rahimnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidak merasa cemas.
2. Menganjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi beban kerja dirumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban kerja dirumah.
3. Memberi HE tentang
a. Pemberian makanan yang bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbonhidrat, protein, kalsium, vit c, kalsium dan Fe.
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
b. Personal hygiene termasuk perawatan payudara (Persiapan ASI)
Hasil : Ibu akan menjaga kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara (Persiapan ASI).
4. Berikan tahu penjelasan pada ibu tentang 10 tanda bahaya dalam kehamilan.
a. Sakit kepala yang menetap.
b. Penglihatan kabur.
c. Mual muntah yang berlebih.
d. Oedema pada wajah dan jari-jari tangan.
e. Nyeri perut yang hebat.
f. Deman tinggi.
g. Penurunan gerakan janin.
h. Kejang-kejang.
i. Perdarahan dari jalan lahir.
j. Pengeluaran cairan tiba-tiba dari jalan lahir.
5. Penatalaksanaan obat oral : suplemen Fe 1x1 dan vit B1, B12 2x1.
Hasil : Ibu rajin mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Mengajukan ibu untuk datang ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluahan.
Hasil : Ibu bersedia datang 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan datang lebih awal jika ada keluhan.
7. Memberikan HE tentang Baksoku.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melaksanakannya.
LANGKAH VII. EVALUASI
Tanggal 04 April 2011, Pukul 10. 00 wita
1. Ibu mengerti tentang kehamilannya sekarang.
2. Ibu gembira mendengar keadaan janinnya baik.
3. Ibu mengerti dan mau meleksanakan apa yang dianjurkan kepadanya.
4. Keadaan umum ibu baik,
Tanda- tanda vital (TTV) dalam batas normal
• Tekanan Darah : 130/ 80 mmHg (N, sistol 100-130mmHg, diastol 70-90mmHg)
• Nadi : 80 x/menit (N, 70-90x/menit)
• Suhu : 36, 7º C (N,36,5°-37,5°c)
• Pernapsan : 22 x/menit (N, 16-24 x/menit)
5. Ibu bersediah datang untuk follow up 1 minggu kemudian, atau datang lebih awal jika ada keluhan.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 36 MINGGU 2 HARI DENGAN SERING KENCING
D I P U S K E S M A S B I R U
TANGGAL 18 MARET 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 04 April 2011, Pukul 09.30 Wita
Tanggal Pengkajian : 04 April 2011, Pukul 09.35 Wita
DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Kehamilan kedua, 1 kali melahirkan dan tidak pernah keguguran (GII PI A0).
2. HPHT 26-07-2010 HTP 03-05-2011
3. Umur kehamilan 36 minggu 2 hari, ± 9 bulan.
4. Pergerakan janin dirasakan ibu pada umur kehamilan 16 minggu.
5. Pergerakan janin kuat dan teratur, terutama kuadran kanan perut ibu.
6. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama hamil.
7. Ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak 6 kali di puskesmas biru. Dan 2 kali di BPS Hj. Harfiani.
8. Mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2x selama hamil di puskesmas biru.
DATA OBJEKTIF ( O )
1. Penampilan ibu : Rapi postur tubuh lordosis, kesadaran composmentis, emosi stabil, pola komunikasi akrab dan kooperatif.
2. Keadaan ibu : Baik.
a. Berat badan : 54 kg ( sebelum hamil 50 kg)
b. Tinggi badan : 152 cm
c. LILA : 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 130/80 mmHg (N, S 100-130 mmHg,D 70-90mmHg)
• Nadi : 80 x/ menit (N, 70-90 x/menit)
• Suhu : 36,5ºC (N, 36, 5ºC -37, 5ºC)
• Pernafasan : 22 x/menit (N, 16-24x/menit)
3. Kulit kepala bersih,rambut lurus,hitam dan tidak rontok,tidak ada massa dan nyeri tekan.
4. Wajah tidak ada cloasma,ekspresi wajah tampak biasa,tidak ada oedema.
5. Mata tampak simetris kiri dan kanan,konjungtiva tidak icterus,sclera merah mudah.
6. Tidak peradangan, tidak ada secret dan polip pada lubang hidung.
7. Bibir tampak lembab, keadaan mulut gigi bersih, tidak ada caries dan gigi tanggal.
8. Telinga simetris kanan dan kiri,tidak ada serumen.tidak ada nyeri tekan.
9. Tidak ada pembesaran pada kelenjar lyroid, Limfe dan vena jugularis.
10. Payudara simetris kiri dan kanan,putting susu terbentuk dan hiperpigmentasi pada areola mammae,tidak ada massa dan nyeri tekan.
11. Abdomen tampk striae albicans dan linea nigra,tonus otot tampak regang,tidak ada luka bekas operasi dan pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Palpasi :
• Tidak ada nyeri tekan, teraba bagian janin pada saat palpasi.
• Palpasi menurut leopold
Leopold I : TFU 3 jrbpx
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP
Auskultasi : DJJ terdengar kuat dan teratur pada kuadran kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 148x/menit.
12. Vulva dan vagina tidak ad kelainan.
13. Ektramitas atas bawah.
- Simetris kiri dan kanan.
- Tidak ada varices.
- Tidak ada oedema pada kaki.
- Refleks patella kiri dan kanan(+/+)
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII P1 A0, Gestasi 39 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BDP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.
PLANNING ( P )
Tanggal 04 April 2011, Pukul 09.45 wita
1. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa kondisi dan letak janin dalam rahimnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidak merasa cemas.
2. Menganjurkan pada ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi beban kerja di rumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban bekerja di rumah.
3. Memberikan HE tentang
• Mengkonsumsi makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbohidrat( nasi, kentang, umbi-umbian), protein (telur,ikan).
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
• Personal hygiene tentang perawatan payudara(persiapan ASI).
Hasil : Ibu akan menjega kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan, dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara. (persiapan ASI).
4. Beritahu dan menjelaskan pada ibu tentang 10 tanda bahaya dalam kehamilan.
a. Sakit kepala yang menetap.
b. Penglihatan kabur.
c. Mual muntah yang berlebih.
d. Oedema pada wajah dan jari-jari tangan.
e. Nyeri perut yang hebat.
f. Deman tinggi.
g. Penurunan gerakan janin.
h. Kejang-kejang.
i. Perdarahan dari jalan lahir.
j. Pengeluaran cairan tiba-tiba dari jalan lahir.
5. Penatalaksanaan obat oral : suplemen Fe 1x1 dan vit B1, B12 2x1.
Hasil : Ibu rajin mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Mengajukan ibu untuk datang ulang 1 minggu kemudian atau bila ada keluahan.
Hasil : Ibu bersedia datang 1 minggu kemudian untuk memeriksakan kehamilannya dan datang lebih awal jika ada keluhan.
7. Memberikan HE tentang Baksoku.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melaksanakannya.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 38 MINGGU 2 HARI
DI BPS BIDAN Hj. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAL 18 MARET 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 18 April 2011, Pukul 16.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 18 April 2011, Pukul 16.05 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan pergerakan janinnya sering.
2. Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut hebat selama hamil.
3. Ibu mengatakan sering kencing.
DATA OBJEKTIF ( O )
1) Penampilan ibu : Rapi, postur tubuh
2) Keadaan umum ibu : baik
a. TB : 152 cm
b. BB : 54,2 kg (sebelum hamil 50 kg)
c. LILA : 24 cm
d. Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 110/ 80 mmHg
• Nadi : 82 x/ menit
• Suhu : 36,5ºC
• Pernafasan : 24 x/menit
3) Kulit kepala bersih,rambut lurus,hitam dan tidak rontok.
4) Wajah tidak ada cloasma,ekspresi wajah tampak biasa,tidak ada oedema.
5) Mata tampak simetris kiri dan kanan,konjungtiva merah muda,sclera putih.
6) Lubang hidung simetris kanan dan kiri,tidak ada polip dan secret,serta tidak ada nyeri tekan.
7) Keadaan mulut dan gigi tampak bersih tidak ada caries.
8) Telinga simetris kanan dan kiri,tidak ada serumen.tidak ada nyeri tekan.
9) Leher tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,kelenjar limfe,dan vena jugularis.
10) Payudara simetris kiri dan kanan,putting susu terbentuk dan hiperpigmentasi pada areola mammae,tidak ada massa dan nyeri tekan.
11) Abdomen tampk striae albicans dan linea nigra,tonus otot tampak regang,tidak ada luka bekas operasi dan pembesaran perut sesuai umur kehamilan.
Palpasi :
• Tidak ada nyeri tekan, teraba janin saat palpasi.
• Palpasi menurut leopold
Leopold I : TFU 3 jrbpx (33 cm)
Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
Leopold III : Kepala
Leopold IV : BAP(Bergerak Atas Panggul/ Konvergen)
• Auskultasi : DJJ terdengar kuat kiri bawah perut ibu dengan frekuensi 146 x/menit.
12) Vulva dan vagina tidak ada kelainan.
13) Ekstramitas atas dan bawah.
- Simetris kiri dan kanan.
- Tidak ada avarices.
- Tidak ada oedema pada kaki.
- Refleks patella kiri dan kanan (+/+)
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 38 minggu 2 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BAP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik.
PLANNING ( P )
Tanggal 18 April 2011, Pukul 16.30 wita
1. Memberitahukan ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa kondisi dan letak janinnya dalam keadaan normal.
Hasil : Ibu mengerti dengan informasi yang disampaikan dan ibu tidakmerasa cemas.
2. Menganjurkan kepada ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi beban kerja di rumah.
Hasil : Ibu akan memperhatikan jadwal istirahat dan akan mengurangi beban kerja di rumah.
3. Memberi HE tentang
a. Mengkonsumsi makanan bergizi yang tidak perlu mahal yang penting mengandung karbohidrat (nasi, kentang, umbi-umbian), protein (telur,ikan).
Hasil : Ibu akan memperhatikan kebutuhan akan zat gizi untuk ibu terutama janinnya.
b. Personal hygiene tentang perawatan payudara(persiapan ASI).
Hasil : Ibu akan menjega kebersihan tubuh terutama lipatan kulit dan daerah genetalia, cara mengeringkan, dan membersihkan atau mengganti pakaian luar dan dalam dan jika basah atau lembab. Termasuk perawatan payudara. (persiapan ASI).
4. Beri tahu ibu tanda-tanda persalinan.
a) Mules-mules yang teratur timbul semakin sering dan semakin lama.
b) Pengeluaran lendir dan darah dari jalan lahir.
c) Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecah selaput ketuban.
Hasil : Agar ibu mengetahui tanda-tanda persalinan dan akan memanggil bidan jika ibu mengalami tanda-tanda persalinan.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap minum suplemen Fe 1x1 perhari.
Hasil : Ibu akan mengkomsumsi setiap obat yang diberikan dan meminumnya sesuai petunjuk yang diberikan.
6. Beri HE tentang BAKSOKU
Hasil : Ibu sudah menyiapkan.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL KOMPREHENSIF
PADA NY. ”H” GESTASI 38 MINGGU 4 HARI DENGAN NYERI PERUT
DI BPS BIDAN HJ. HARFIANI JL.S. ASAHAN
TANGGAL 18 MARET 2011
No. Register :
Tanggal Kunjungan : 20 April 2011, Pukul 10.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 20 April 2011, Pukul 10.00 Wita
DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang sejak pukul 02.00 wita, tanggal 20 April 2011.
2. Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah mengalami satu dari 9 tanda bahaya kehamilan.
3. HPHT : 26-07-2010.
4. Ibu mengatakan ada pengeluaran lendir bercampur darah dari jalan lahir.
DATA OBJEKT IF ( O )
1) Keadaan umum ibu baik.
2) Kesadaran komposmentis.
3) Tanda- tanda vital (TTV)
• Tekanan Darah : 130/ 80 mmHg
• Nadi : 82 x/ menit
• Suhu : 36,5ºC
• Pernafasan : 24 x/menit
4) Ekspresi wajah ibu tampak meringis.
5) TP : 03 - 05 - 2011
6) Konjungtiva merah muda,sclera putih.
7) Tidak ada oedema pada wajah dan tungkai.
8) Tampak linea dan striae livida.
9) Palpasi menurut leopold
• Leopold I : TFU 3 jrbpx (33 cm)
• Leopold II : Punggung Kiri (Pu-Ki)
• Leopold III : Kepala
• Leopold IV : BDP(Bergerak Dasar Panggul/ Divergen)
10) TBJ 33x80 : 2640 g dengan rumus = (TFU x lingkar perut)
= (33x80) 2640 g
11) DJJ terdengar jelas kuat dan teratur pada kuadran kiri perut bawah dengan frekuensi 146 x/menit.
12) Tonus otot tampak tegang.
13) HIS 4x dalam 10 menit durasi 20-40 detik
Hasil VT 1 tanggal 20 April 2010 pukul 10.30 wita
• Vulva dan vagina : Tidak ada kelainan
• Portio : Lunak dan tebal
• Pembukaan : 4 cm
• Ketuban : (+)
• Presentase : Kepala
• Penurunan : Hodge III 0/5
• Penumbungan tali pusat : Tidak ada
• Penyusupan : Tidak ada
• Kesan panggul : Normal
• Pelepasan : Lendir dan darah
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : GII PI A0, Gestasi 39 minggu 4 hari, Situs memanjang (Pu-Ki), Presentase kepala, BDP, Intra uterine, Tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan ibu baik, Infartu kala I fase aktif.
PLANNING ( P )
Tanggal 20 April 2011, Pukul 11.45 wita
1. Menganjurkan kepada ibu untuk mengosongkan kandung kemih.
Hasil : Ibu sudah mengosongkan kandung kemihnya.
2. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu hamil dan keluarganya.
Hasil : Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.
3. Menjelaskan penyebab dan manfaat nyeri.
Hasil : Ibu mengerti dan tidak terlalu meringis saat timbul nyeri (HIS).
4. Menganjurkan ibu memilih posisi menyenangkan untuk teknik relaksasi dan upaya mengurangi resiko nyeri.
Hasil : Ibu ibu memilih berjalan-jalan, dan sesekali berbaring miring kekiri dibantu oleh suami/keluarga untuk menekan daerah sacrum dan sacro agar nyeri berkurang dan menarik napas panjang melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut saaat timbul kontraksi.
5. Memberikan support dan memotivasi ibu.
Hasil : Ibu menerima dengan baik.
6. Menganjurkan ibu untuk makan dan minum serta beristirahat diantara dua kontraksi / saat relaksasi !
Hasil : Ibu makan dan minum.
7. Mengajarkan pada ibu cara meneran yang baik.
Hasil : Ibu melakukan sesuai petunjuk.
8. Mengobservasi kemajuan persalinan, keadaan ibu dan keadaan janin.
Hasil :
a) Tanda-tanda vital
• TD : 130/80 mmHg
• N : 82 x/menit
• S : 36,5 °c
• P : 24 x/menit
b) His 4 x dalam 10 menit (durasi 20-40 detik), DJJ 146 x /menit.
c) Ibu merasakan nyeri timbul lebih sering dan lebih lama. Serta keinginan untuk meneran seperti BAB.
9. Mengobservasi DJJ, His dan nadi ibu setiap 30 menit dan mendokumentasikan hasil pemantauan dalam partograf.
Hasil :
• 10.30 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40, nadi 82x/i
• 11.00 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40,nadi 82x/i
• 11.30 wita : DJJ 142 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi 20-40,nadi 80x/i
• 12.00 wita : DJJ 142 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 80x/i • 12.30 wita : DJJ 146 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 84x/i • 13.00 wita : DJJ 148 x/i, His 4x dalam 10 menit durasi <40,nadi 84x/i • 13.30 wita : DJJ 148 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i • 14.00 wita : DJJ 146 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i • 14.30 wita : DJJ 142 x/i, His 5x dalam 10 menit durasi <40, nadi 88x/i 10. Menyiapkan alat partus set, siap pasien dan PI lengkap serta pakaian ibu dan bayi dalam keadaan siap pakai. PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP) KALA II PERSALINAN DATA SUBJEKTIF (S) 1. Ibu mengeluh nyeri perut bertambah dan semakin kuat. 2. Ibu mempunyai dorongan yang kuat saat timbul kontraksi. 3. Ibu merasa ingin meneran. DATA OBJEKTIF (S) 1. Tanda-tanda vital normal. 2. His adekuat 5x selama 10 durasi <40 detik. 3. DJJ terdengar jelas dengan frekuensi 142 x/menit 4. Perineun tampak menonjol. 5. Vulva dan anus membuka 6. Pelepasan lendir dan darah. ASSESMENT (A) Kala II persalinan PLANNING (P) Tanggal 20 April 2011, Pukul 14.30 wita 1. Mengamati tanda dan gejala kala II Hasil : Adanya dorongan kuat untuk meneran, Adanya tekanan yang meningkat pada anus, Perineum tampak menonjol, dan Vulva dan spinger ani membuka. 2. Memeriksa kelengkapan alat dan mendekatkan alat-alat ketempat tidur. Hasil : Alat partus sudah lengkap dan siap didekatkan tempat tidur. 3. Menyiapkan diri dan memakai celemek Hasil : Penolong memakai celemek. 4. Mencuci tangan dengan teknik steril dengan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir dan keringkan dengan handuk. Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih. 5. Memakai sarung tangan pada tangan yang digunakan untuk pemeriksaan dalam. Hasil : Sarung tangan sudah dipasang pada tangan kanan. 6. Mengisi spoit dengan oxitocin 10 unit dengan teknik satu tangan. Hasil : Oxitocin sudah dalam spoit. 7. Memeriksa vulva dan perineum dengan menggunakan kapas sublimat / savion. Hasil : Vulva dan perineun bersih. 8. Melakukan pemeriksaan dalam (VT) pukul 14.30 wita Hasil : • Vulva dan vagina : Tidak ada kelainan • Portio : Lunak dan tebal • Pembukaan : 4 cm • Ketuban : (+) • Presentase : Kepala • Penurunan : Hodge IV 0/5 • Penumbungan tali pusat : Tidak ada • Penyusupan : Tidak ada • Kesan panggul : Normal • Pelepasan : Lendir dan darah • His 5 x dalam 10 menit durasi >40 detik.
9. Mencelupkan sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5% dan buka sarung tangan secara terbalik dan rendam selama 10 menit.
Hasil : Sarung tangan terendam dalam larutan clorin 0,5% selama 10 m
10. Memeriksa DJJ untuk memastikan janin dalam keadaan normal
Hasil : DJJ 142 x/menit.
11. Memberitahukan ibu hamil hasil pemeriksaan dan keadaan janinnya.
Hasil : Ibu mengetahui keadaan diri dan janinya.
12. Meminta keluarga untuk mendampingi ibu.
Hasil : Ibu didampingi oleh suaminya.
13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan untuk meneran dan anjurkan ibu untuk istirahat, dan menilai DJJ saat His berkurang.
Hasil : Saat tidak ada His, ibu istirahat dan minum susu dibantu oleh suaminya, DJJ 14 x/menit.
14. Menganjurkan ibu untuk berjalan-jalan, jongkok atau mengambil posisi nyaman jika merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.
Hasil : Ibu miring kiri, miring kanan.
15. Memasang handuk bersih diatas perut ibu saat kepala bayi nampak 5-6cm didepan vulva.
Hasil : Handuk bersih diatas perut.
16. Memasang Duk bersih dan steril dibawah bokong ibu
Hasil : Duk bersih dibawah bokong ibu.
17. Membuka partus set
Hasil : Partus set sudah terbuka.
18. Memakai sarung tangan pada kedua tangan
Hasil : Sarung tangan terpasang pada kedua tangan.
19. Melahirkan kepala dengan menahan puncak kepala dan menyokong perenium.
Hasil : Kepala sudah lahir.
20. Membersihkan jalan nafas dengan kasa yang sudah disiapkan pada mulut dan hidung bayi,memeriksa adanya lilitan tali pusat.
Hasil : Jalan nafas sudah dibersihkan dan tidak ada lilitan tali pusat.
21. Menunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar.
Hasil : Kepala sudah melakukan paksi luar.
22. Melahirkan bahu belakang dengan menyangga bayi pada saat terjadi kontraksi.
Hasil : Bahu depan dan belakang sudah lahir.
23. Melahirkan lengan dan tubuh bayi dengan menyangga bayi pada saat terjadi kontrasi.
Hasil : Lengan dan tubuh sudah lahir.
24. Melahirkan tungkai dengan menelusuri punggung kearah kaki bayi pada saat ada kontraksi.
Hasil : Pukul 14.55 wita lahir seorang bayi ♀ secara spontan dengan PBK.
25. Menilai pernafasan, warna kulit, tonus otot bayi dengan cepat.
Hasil : Bayi bernafas spontan, menangis kuat serta warna kulit kemerahan.
26. Meletakkan bayi diatas handuk dan keringkan serta bungkus bayi.
Hasil : Bayi sudah dikeringkan.
27. Memeriksa kembali kontraksi uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi didalam uterus (hamil tunggal)
Hasil : Bayi tunggal.
28. Memberitahukan ibu bahwa ia akan disuntik.
Hasil : Ibu bersedia disuntik.
29. Menyuntikkan oxitocin 10 unit / 1/3 pada bagian distal lateral.
Hasil : Oxitocin sudah disuntikkan pada paha ibu.
30. Menjepit tali pusat dengan klem kira-kira 3cmdari pusar dan klem ke 2 kira-kira 2 cm dari klem pertama.
Hasil : Tali pusat dijepit dengan klem.
31. Memotong tali pusat diantara kedua klem
Hasil : Tali pusat sudah terpotong.
32. Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering dan bersih.
Hasil : Bayi terbungkus dengan kain kering dan bersih.
33. Bayi diberikan kepada ibu untuk disusui
Hasil : Bayi sudah mulai menyusui.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP)
KALA III PENGELUARAN URI
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan mules pada bagian bawah.
2. Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya.
3. Ibu mengatakan pengeluaran darah dari jalan lahir.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Bayi lahir spontan tanggal 20 April 2011 pukul 14.55 wita dengan jenis kelamin perempuan menangis kuat, bernafas spontan dan warnah kulit kemerahan.
2. TFU setinggi pusat.
3. Tampak pengeluaran dari jalan lahir.
ASSESMENT (A)
Kala III pengeluaran URI
PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul14.55 wita-15.05 wita
34. Memindahkan klem pada tali pusat sekitar 5-10 cm dari vulva.
Hasil : Klem dipindahkan dengan jarak 5-10cm dari vulva.
35. Meletakkan satu tangan diatas perut ibu dan melekukan dorsol cranial.
Hasil : Dorsol cranial telah dilakukan.
36. Melakukan PTT sambil tetap juga melakukan dorsol cranial.
Hasil : Tali pusat bertambah panjang.
37. Melahirkan plasenta dengan menarik tali pusat kearah bawah kemudian kearah atas.
Hasil : Plasenta terlepas.
38. Menjemput plasenta dengan kedua tangan dan memutar searah jarum jam saat Nampak pada vulva.
Hasil : Plasenta lahir dengan selaput ketuban terpilin pada pukul 15.05 wita.
39. Melakukan masase uterus dengan gerakan melingkar searah jarum jam.
Hasil : Uterus teraba bundar dan keras.
40. Memeriksa kelengkapan plasenta.
Hasil : Plasenta lahir lengkap dengan selaput ketuban.
41. Memeriksa adanya laserasi pada vagina dan perineum.
Hasil : Ada caserasi dengan rupture tingkat 1.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN (SOAP)
KALA IV PEMANTALIAN
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengeluh nyeri perut bagian bawah dan masih terasa.
2. Ibu merasa lelah dan ingin istirahat.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Plasenta lahir lengkap dengan selaput terpilin pukul 15.05 wita.
2. Kontraksi uterus baik (keras dan bundar).
3. TFU setinggi pusat.
4. Pengeluaran darah ± 150 cc
5. Kandung kemih kosong.
6. TTV :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
7. Ibu tampak lelah setelah proses persalinan.
ASSESMENT (A)
Kala IV pemantauan.
PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul 15.10 wita.
42. Memantau kontraksi uterus dan tinggi fundus serta perdarahan pervaginam.
Hasil : Kontraksi uterus teraba keras dan bundar, TFU setinggi pusat dan pendarahan normal sekitar 50cc.
43. Membiarkan bayi melakukan kontak kulit dengan ibunya.
Hasil : Bayi tetap melakukan kontak kulit dengan ibunya.
44. Menimban berat badan bayi dan ukur panjang badan lalu bungkus dengan kain kering dan bersih serta memberikan salep mata, menyunttikan vit K dan imunisasi hepatitis B.
Hasil : ~ Bayi dibungkus dengan selimut.
• BBL : 2600 g
• PBL : 48 cm
~ Salep mata dan vit K tidak diberikan.
45. Memberikan suntikan imunisasi hepatitis B pada paha kanan antero lateral.
Hasil : Imunisasi hepatitis B belum diberikan, rencana hari ke2 post partum.
46. Menilai ulang kontraksi uterus.
Hasil : Kontraksi keras dan bundar.
47. Menganjurkan ibu untuk melakukan masase uterus dan pemeriksaan kontraksi uterus.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
48. Melakukan penjahitan perineum, hecting perineum secara terputus-putus sambil mengevaluasi jumlah kehilangan darah.
Hasil : Perineum sudah diherting dengan rapi.
49. Memerksa TTV ibu dan kandung kemih.
Hasil :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
50. Memeriksa kembali kondisi bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik (40-60) serta suhu tubuh normal.
Hasil :
Pernapasan : 48 x/menit
Suhu : 38ºc
51. Merendam peralatan dalam larutan klorin 0,5 % untuk dekontaminasi selama 10 menit setelah itu mencuci dan membilas peralatan.
Hasil : Semua peralatan terendam dalam larutan klorin 0,5 %
52. Membuang bahan- bahan yang terkontaminasi ketempat yang tersedia.
Hasil : Bahan-bahan dibuang pada tempat sampah.
53. Membersihkan ibu menggunakan DTT, membersihkan sisa-sisa air ketuban, lender dan darah. Lalu bantú ibu memakai pakaian bersih dan kering.
Hasil : Ibu sudah bersih dari air ketuban, lendir, darah serta ibu sudah memakai pakaian kering dan bersih.
54. Memastikan ibu merasa nyaman, membantu ibu memberikan ASI, menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu dan minum yang diinginkan.
Hasil : Ibu merasa nyaman, sudah menyusui dan makan nasi.
55. Mendekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0,5%
56. Mencelupakan sarung tangan kotor kedalam larutan 0,5% lalu merendam secara terbalik selama 10 menit.
Hasil : Sarung tangan sudah terendam dalam larutan klorin0,5%.
57. Mencuci kedua tangan dengan sabun dibawah air mengalir.
Hasil : Kedua tangan sudah bersih.
58. Lengkapi partograf (hal. Depan dan belakang)
Hasil : Partograf sudah dilengkapi.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PNC KOMPREHENSIF
PADA NY “H” DENGAN NYERI LUKA PERINEUM HARI I
DI BPS HJ. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAN 21 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal pengkajian : 21 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ini merupakan persalinan yang kedua
2. Ibu melahirkan tanggal 20 April 2011, pukul 14.55 wita
3. Ibu mengeluh nyeri pada luka perineum.
4. Ibu merasa nyeri pada perut bagian bawah. Sifat nyeri hilang timbul.
5. ASI ibu belum ada.
6. Ibu belum BAB, BAK lancar.
7. Ada pengeluaran darah dari jalan lahir.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV dalam batas normal.
TD : 130/80 mmHg (N, sistol 100-130mmHg, distol 70-90 mmHg)
N : 82 x/menit (N, 70-90 x/menit)
S : 37ºc (N, 36,5ºc-37,5ºc)
P : 24x/menit. (N, 16-24 x/menit)
4. Ekspresi wajah ibu meringis saat bergerak.
5. Kolostrum ada saat puting susu dipencet.
6. Kontraksi uterus baik teraba keras dan bundar.
7. TFU 1 jrbwpst.
8. Tampak jahitan pada perineum.
9. Pengaluaran lochia rubra, berwarnah merah, berbau khas (amis)
10. Nyeri tekan pada perineum.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari I
Masalah aktual : Nyeri luka jahitan perineum.
Masalah potensial : Potensial terjadinya infeksi.
PLANNING (P)
Tanggal 21 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV
Hasil :
TD : 130/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºc
P : 24x/menit.
2. Menganjurkan ibu beristirahat yang cukup yaitu tidur siang 1-2 jam. Malam 7-8 jam.
Hasil : Ibu bersedia dengan apa yang dianjurkan.
3. Menganjurkan ibu mengkomsumsi makanan yang bergizi mengandung karbohidrat, protein dan vitamin
Hasil : Ibu mengerti tentang makanan yang bergizi dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
4. Menjelaskan pada ibu tantang masa nifas yaitu perasaan sakit pada bagian bawah disebabkan kontraksi rahim dan adanya lochia yang berupa cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina serta keluarnya ASI.
Hasil : Ibu mengerti tentang perubahan masa nifas.
5. Mengobservasi TFU, kontraksi uterus.
Hasil : ~ TFU 1 jrbwpusat.
~ Kontraksi baik teraba bundar 2dan keras.
6. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia berwanah merah berbau khas.
7. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
8. Melakukan penjelasan tentang personal hygine yaitu sering mengganti duk dan pakaian dala bila basah.
Hasil : Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia melakukannya.
9. Menjelaskan penyebab nyeri pada daerah perineum disebabkan karena terputusnya kontinuitas jaringan otot, kulit dan serabut syaraf akibat dari rangsangan oto perineum yang berlebihan saat kepala melewati jalan lahir. Dengan adanya luka ini maka dapat merangsang ujung-ujung syaraf sehingga timbul rasa nyeri.
Hasil : Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan.
10. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara On demand dan menjelaskan pentingnya ASI untuk bayinya.
Hasil : Ibu mengerti apa yang sudah dijelaskan dan mau melakukan apa yang dianjurkan.
11. Penatalaksanaan pemberian obat oral.
Hasil : ~Amoxcilin 3x1 ~Paracetamol 3x1
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE II
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 22 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu masih mengeluh nyeri luka perineum.
2. Pengeluaran ASI belum lancar (sedikit) bayi sudah disusui setiap saat.
3. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
4. Ibu sudah BAK, namun belum BAB.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu masih meringis saat bergerak.
5. ASI (+), colostrum (+) sedikit pada saat dipencet.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 1 jrbpst
8. Tampak jahitan pada perineum.
9. Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis)
10. Nyeri tekan pada perineum.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari II
Masalah actual : Nyeri luka perineum
Masalah potensial :
PLANNING (P)
Tanggal 22 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi yaitu mengandung karbonhidrat, protein, dan vitamin dan ibu mengerti tentang makanan yang bergizi.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri.
Hasil : TFU 1 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas.
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu melakukan personal hygiene yaitu sering mengganti duk dan pakaian dalam bila basah.
Hasil : Ibu melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk melakukan vulva hygiene yaitu membersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
9. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE III
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 23 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Nyeri pada luka perineum sudah agak berkurang.
2. ASI sudah ada namun belum lancar bayi sudah disusui setiap saat.
3. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
4. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
5. BAK lancar, namun BAB belum.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu tampak biasa.
5. Payudara terasa keras, ASI keluar saat putting susu di pencet.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 2 jrbpst.
8. Jahitan pada perineum tampak agak kering.
9. Pengeluaran lochia.
10. Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis)
11. Nyeri tekan pada perineum sudah agak berkurang.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post partum hari III
Masalah actual : Nyeri luka jahitan perineum agak berkurang.
Masalah potensial :
PLANNING (P)
Tanggal 23 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang berserat dan buah-buahan.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri (TFU)
Hasil : TFU 2 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia rubra berwarna merah, berbau khas (amis).
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan personal hygiene yaitu membersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
POST PARTUM HARI KE IV
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 24 April 2011, Pukul 08.00 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Nyeri pada luka perineum sudah agak berkurang.
2. ASI sudah adbanyak dan lancar.
3. Ada pengeluaran dara dari jalan lahir.
4. BAK lancar, BAB 1 x.
5. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. TTV :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
4. Ekspresi wajah ibu tampak biasa dan sudah tidak meringis saat bergerak..
5. Payudara tampak keras, ASI sudah banyak, bayi menyusui setiap saat.
6. Kontraksi uterus teraba keras dan bundar.
7. TFU 3 jrbpst.
8. Jahitan pada perineum tampak agak kering.
9. Pengeluaran lochia sanguinolenta.
10. Nyeri tekan pada perineum sudah agak berkurang.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Post Partum hari IV
Masalah actual : -
Masalah potensial : -
PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, Pukul 08.15 wita
1. Mengobservasi TTV.
Hasil :
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
S : 37ºc
P : 22x/menit.
2. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang berserat dan buah-buahan
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
3. Mengobservasi tinggi fundus uteri (TFU)
Hasil : TFU 3 jrpst.
4. Mengobservasi pengeluaran lochia.
Hasil : Pengeluaran lochia sanguinolenta.
5. Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dan ibu berjalan-jalan di sekitar tempat tidur.
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu untuk melakukan personal hygiene yaitu sering mengganti duk dan pakaian dalam bila basah dan menganjurkan ibu melakukan vulva hygiene yaitumembersihkan vulva dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
7. Menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya secara on demand.
Hasil : Ibu menyusui bayinya.
8. Menganjurkan ibu untuk tetap meminum obatnya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PERINATAL KOMPREHENSIF
PADA BAYI NY. ”H” DENGAN BCB / SMK / SPONTAN / PBK
DI BPS HJ. HARFIANI JL. S. ASAHAN
TANGGAL 20 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 20 April 2011, Pukul 15.45 Wita
IDENTITAS BAYI DAN ORANG TUA
1. Identitas Bayi
Nama : By Ny “H”
Tanggal lahir : 20 April 2011, puku14.45 wita
Umur : 0 hari
Jenis kelamin : ♀ (Perempuan)
Anak ke : II (dua)
2. Identitas Orang Tua
Nama ibu / ayah : Ny “H” / Tn “S”
Umur : 36 tahun / 28 tahun
Mikah : 1 kali / ± 7 tahun
Suku : bugis / bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMU /SMU
Pekerjaan : IRT / wiraswasta
Alamat : Jln. Lanto DG. Pasewang
RIWAYAT PERSALINAN
1. Bayi lahir tanggal 04 April 2011, pukul 14.55 wita
2. Jenis persalinan normal dengan bayi cukup bulan, lahir spontan, langsung menangis.
3. Bayi lahir dengan presentasi belakang kepala.
4. Kesadaran umum bayi baik.
DATA SUBEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan HPHT tanggal 26-07-2010
2. Ibu memeriksakan kehamilannya di puskesmas Biru dan BPS Hj. Harfiani.
3. Ibu mengatakan imunisasi TT lengkap.
4. Ibu mengatakan mengkomsumsi tablet Fe dan vitamin selama kehamilan.
5. Ibu mengatakan bayinya langsung menangis saat lahir.
DATA OBJEKTIF (O)
1. HTP Tanggal 03-05-2011
2. Anak lahir tanggal 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
3. Umur kehamilan 38 minggu 4 hari.
4. AFGAR SCORE setelah lahir 8/10.
Tanda AFGAR 0 1 2 1 menit 5 menit
A. Apperonce
(warna kulit)
P. Palse
(frekuensi jantung)
G. Grimance
(Refleks)
A. Activity
((Tonus otot)
R.Respiration
(usaha bernafas)
Pucat
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak bernafas Tubuh merah
Ekstramitas biru
<100 Menangis merintih Fleksi ekstramitas sedikit Lambat dan teratur Merah seluruh tubuh >100
Menangis, batuk, bersin
Fleksi baik aktif
Tangis kuat 2
2
1
1
2 2
2
2
2
2
5. Pemeriksaan umum
• BBL/PBL : 2600 g / 48 cm (Normal, BB : 2500-4000g / PB : 48-52 cm)
• Jenis kelamin : Perempuan
• Lingkar kepala : 30 cm (Normal,30-35,5 cm)
• Lingkar dada : 32 cm (Normal, 30-35 cm)
• Lingkar badan : 31 cm (Normal, 30,5-33 cm)
6. TTV
Frekuensi jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
Pernafasan : 40x/menit (Normal, 30-60x/menit)
Suhu : 37ºc (Normal, 36,5-37,5ºc)
7. Pemeriksaan Fsik
1) Kepala
• Ubun-ubun besar : Tidak ada luka lecet
• Satura : Tampak jelas
• Rambut : Tampak tipis
2) Mata
• Kesimetrisan : Tampak simetris kiri dan kanan
• Sclera : Putih bersih
• Konjungtiva : Merah mudah
3) Hidung
• Tidak ada secret.
• Hidung simetris kiri dan kanan.
4) Telinga
• Daun telinga : Tidak ada kelainan, lunak
• Secret telinga : Tidak ada
5) Mulut dan Bibir
• Mulut tampak bersih.
• Lidah tidak ada kelainan.
• Gusi tidak nampak berdarah.
• Bibir merah mudah.
6) Leher
Tonus otot leher baik.
7) Dada dan perut
• Gerakan dada dan perut : Aktif
• Tonjolan / tulang dada : Tidak ada
• Keadaan tali pusat : Masih basah tampak putih
8) Punggung dan bokong
• Tonjolan punggung : Baik
• Lipatan kulit bokong : Bersih
9) Genetalia dan anus
• Teraba jelas
• Anus (+)
10) Ekstramitas
• Tangan
~ Pergerakan : Aktif
~ Jari tangan : Lengkap kiri kanan
~ Refleks menggenggam : Baik.
• Kaki
~ Pergerakan : Kaki aktif
~ Jari – jari : Lengkap kiri kanan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir BCB / SMK / spontan / PBK
Masalah actual : -
Masalah potencial : Terjadi infeksi tali pusat.
PLANNING (P)
Tanggal 20 April 2011, Pukul 14.50 wita.
1. Mempertahankan susu bayi dengan cara membungkus bayi dengan menggunakan selimut dan kain bersih.
a. Membungkus kepala bayi dan tapia tau dengan selimut kering.
Hasil : Bayi terbungkus selimut kering dan memakai topi.
b. Meletakkan bayi pada tempat yang aman dan kering.
Hasil : Bayi berada diatas tempat tidur yang aman dan kering.
2. Mengobservasikan KU dan TTV
Hasil : Keadaan umum baik.
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 40x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37ºc (Normal, 36,5-37,5 ºc)
3. Merawat tali pusat dengan kasa steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus kasa kering dan steril dengan rapi.
4. Memekaikan pakaian bayi seperti, kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaiakan pada bayi.
5. Menganjurkan ibu untuk membersihkan payudara dan puting susu apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kasa yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
6. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMANT.
Hasil : Ibu sementara menyusui bayinya dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
7. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
• Sebelum menyusui keluarkan duluh ASI sedikit kemudian oleskan pada puting susu dan areola sebagai desinfektan menjaga kelembatan puting susu.
• Bayi diletakkan menghadap payudara/perut ibu.
• Pegang bayi dengan satu tangan, kepala bayi diletakkan pada lengkung siku ibu dan bokong bayi diletakkan pada lengan.
• Satu tangan bayi diletakkan dibelakang ibu dan satu tangan didepan.
• Perut bayi menempel ke badan ibu, kepala bayi menghadap ke payudara.
• Telingan dan lengan bayi diletakkan pada satu garis lurus.
• Tataplah bayi dengan kasih sayang (Bounding Attachment)
• Payudara dipegang dengan ibu jari lainnya menopang dibawah.
• Tes refleks rooting hingga bayi membuka mulutnya.
Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukannya.
8. Mengajarkan ibu cara menyendawakan bayinya yaitu cara menepuk pundak bayi secara lembut.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melakukannya.
9. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (Personal Hygiene)
Hasil : Ibu bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
10. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi.
Hasil : Ibu mengetahui dan mengerti tanda-tanda bahaya paa bayi.
11. Menganjurkan ibu untuk ketenaga kesehatan setempat jika terdapat tanda bahaya dan tanda infeksi pada bayi.
Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukan apa yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE I
TANGGAL 21 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 21 April 2011, Pukul 08.15 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAKdan 1x BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah ada namun masi kurang.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril namun masi tampak basah.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke II)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : Potensial terjadinya infeksi tali pusat.
PLANNING (P)
Tanggal 21 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
12. Menyuntikan imunisasi Hepatitis B pada 1/3 paha lateral bagian atas sebelah kanan.
Hasil : Imunisasi Hepatitis B disuntikan pada paha kanan atas.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE II
TANGGAL 22 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 22 April 2011, Pukul 08.18 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAKdan 1x BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah ada namun masi kurang.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril namun masi tampak basah.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke II)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : Potensial terjadinya infeksi tali pusat.
PLANNING (P)
Tanggal 22 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 140x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 42x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi.
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE III
TANGGAL 23 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal Pengkajian : 23 April 2011, Pukul 08.15 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya tertidur pulas dan jarang menangis.
2. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
3. Ibu mengatakan bayinya sering BAK dan BAB.
4. Ibu mengatakan ASInya sudah banyak dan lancar.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat terbungkus kasa steril dan sudah kering dan berwarna coklat..
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke III)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : -
PLANNING (P)
Tanggal 23 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 37 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat terbungkus has kering dan steril dengan rapi.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
11. Memberitahukan ibu tanda-tanda bahaya pada bayi
Hasil : Ibu tidak menemukan tanda-tanda bahaya pada bayinya.
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN
BAYI BARU LAHIR NORMAL HARI KE IV
TANGGAL 24 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 Wita
Tanggal kunjungan : 24 April 2011, Pukul 08.00 Wita
Tanggal Pengkajian : 24 April 2011, Pukul 08.15 Wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu mengatakan bayinya kuat mengisap.
2. Ibu mengatakan bayinya sering BAK dan BAB.
3. Ibu mengatakan ASInya sudah banyak dan lancar.
DATA OBJEKTIF (O)
1. Keadaan umum baik.
2. Tanda-tanda vital
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 44x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 36,5 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Bayi tertidur pulas.
4. Tali pusat sudah puput.
5. Bayi bergerak aktif.
6. Warna kulit bayi kemerahan.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Bayi baru lahir cukup bulan/SMK/Spontan/PKB (hari ke IV)
Masalah Aktual : -
Masalah Potensial : -
PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, Pukul 08.30 wita
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
Hasil : Tangan sudah dicuci dengan bersih.
2. Mengobservasi TTV
Hasil :
• Denyut jantung : 148x/menit (Normal, 120-160x/menit)
• Pernafasan : 46x/menit (Normal, 30-60x/menit)
• Suhu : 36,5 oc (Normal, 36,5-37,5 oc)
3. Mengobservasi tanda- tanda infeksi pada tali pusat.
Hasil : Tidak ada terdapat tanda- tanda infeksi seperti merah, bengkak, dan berbau busuk.
4. Memandikan bayi dengan air bersih dan hangat.
Hasil : Bayi sudah dimandikan dan bersih.
5. Merawat tali pusat dengan kasa kering dan steril.
Hasil : Tali pusat sudah puput.
6. Memakaikan pakaian pada bayi seperti kurita, loyor, dan baju serta membedongnya.
Hasil : Pakaian sudah dipakaikan pada bayi.
7. Menganjurkan ibu untuk membaersihkan payudaranya apabila akan menyusui bayinya dengan menggunakan kapas yang dibasahi air DTT.
Hasil : Ibu sudah melakukan apa yang dianjurkan.
8. Menganjurkan ibu menyusui bayinya secara ON DEMAND.
Hasil : Ibu menyusui bayinya sesering mungkin .
9. Mengajarkan ibu cara menyusui yang baik dan benar.
Hasil : Ibu mengetahui cara menyusui yang baik dan benar.
10. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan (personal hygiene) bayinya.
Hasil : Ibu sudah melakukan yang dianjurkan.
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA
PADA NY “H” DENGAN METODE AMENOREA LAKTASI (MAL)
DI RUMAH KLIEN JLN. LANTO DG.PASEWANG
TANGGAL 24 APRIL 2011
No. Register :
Tanggal Partus : 20 April 2011, Pukul 14.55 wita
Tanggal Kunjungan : 24 April 2011 , Pukul 08.00 wita
Tanggal pengkajian : 24 April 2011 , Pukul 08.30 wita
DATA SUBJEKTIF (S)
1. Ibu telah melahirkan tanggal 20 April 2011, pukul 14.55 wita.
2. Ibu menyusui bayinya.
3. Ibu memilih dan bersedia mengikuti program KB Metode Amenorea Laktasi (MAL).
DATA OBJEKTIF (O)
1. KU ibu baik.
2. Kesadaran composmentis.
3. Tanda-tanda vital.
TD : 120/80mmHg
N : 82 x/menit
S : 37ºC
P : 22 x/menit
BB : 50 kg
TB : 152 cm
4. Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar limfe, tidak ada massa dan nyeri tekan.
5. Payudara simetris kiri dan kanan, puting susu terbentuk, tidak ada massa dan nyeri tekan.
6. Tidak ada massa dan nyeri tekan pada abdomen.
ASSESMENT (A)
Diagnosa : Akseptor KB Metode Amenorea Laktasi (MAL)
PLANNING (P)
Tanggal 24 April 2011, pukul 09.00 wita
1. Jalin hubungan baik dengan ibu melalui 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Hasil : Klien mau terbuka dengan petugas saat dilakukan pengkajian.
2. Memberikan konseling pada klien mengenai keuntungan dan kerugian KB dengan Metode Amenorea Laktasi (MAL)
a. Keuntungan
• Efektifitas tinggi (Keberhasialan 98 % pada enam bulan pasca persalinan)
• Segera efektif.
• Tidak mengganggu senggama.
• Tidak ada efek secara sistematik.
• Tidak perlu pengawasan medis.
b. Kerugian
• Perlu sejak pengawasan kehamilan segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan.
• Mungkin sulit dilakukan karna kondisi sosial.
• Efektifitas tinggi karna hanya sampai kembalinya haid atau sampai enam bulan.
• Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus Hepatitis B / HIV / AIDS.
Hasil : Ibu mengerti dengan konseling yang diberikan.
3. Melakukan Informed consent pada ibu.
Hasil : Ibu memilih Metode Amenorea Laktasi.
4. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan seimbang seperti makan nasi 3 piring, telur, ikan, ayam ataudaging 4-5 potong, tempe atau tahu2-4 potong, sayur yang berwarna hijau 2-3 mangkok setiap hari dan buah-buahan kaya akan vitamin(jeruk manis, pepaya, mangga, dll) 3 potong perhari, serta minum air 6-8 gelas perhari, susu menyusui 200cc perhari, hindari minum teh dan kopi.
Hasil : Ibu mengerti dan mau melakukan apa yang dianjurkan.
Browse » Home » All posts
Akuntan atau akuntansi publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntansi publik. Ketentuan mengenai akuntan atau akuntasi publi publik di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Setiap akuntan atau akuntasi publik wajib menjadi anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), asosiasi profesi yang diakui oleh Pemerintah.
• Value of money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada 3 elemen utama, yaitu :
– Ekonomi : pemerolehan input dengan kualitas tertentu pada harga yang terendah.
– Efisiensi : pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu.
Efektivitas : tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan atau perbandingan outcome dengan ouput.
MANFAAT IMPLEMENTASI VALUE OF MONEY
• Meningkatkan pelyanan publik
• Meningkatkan efektifitas pelayan publik, pelayan tepat sasaran.
• Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan penghematan dalam penggunaan input.
Akuntabilitas publik terdiri atas 2 macam, yaitu :
1. Akuntabilitas vertikal
2. Akuntabilitas Horisontal
Manfaat Implementasi Konsep Value for Money
1.Meningkatan efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang diberikan tepat sasaran
2.Meningkatkan mutu pelayanan publik
3.Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya penghematan dalam penggunan input
4.Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik
5.Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar pelaksanaan akuntanbilitas public
Tujuan yang dikehendaki terkait pelaksanaan value for money:
ekonomi: hemat cermat dalam pengadaan dan alokasi sumber daya
efisiensi: Berdaya guna dalam penggunaan sumber daya
efektivitas: berhasil guna dalam arti mencapai tujuan dan sasaran.
equity: Keadilan dalam mendapatkan pelayanan publik.
equality: Kesetaran dalam penggunaan sumber daya.
Contoh konsep value for money pada Program pelayanan kesehatan (JAMKESMAS)
(Jaminan Kesehatan Masyaraka (jamkesmas)
IMPLEMENTASI KONSEP VALUE FOR MONEY
Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. `
Ekonomi:
pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter.
Efisiensi:
pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang rendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standard kinerja atau target yang telah ditetapkan.
Efektivitas:
tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.
Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok value for money, namun beberapa sumber berpendapat bahwa ke tiga elemen saja belum cukup .Perlu ditambah dua elemen lain yaitu :
Equity: kesempatan sosial yang sama untuk memperoleh pelayanan publik .
Equality: pemerataan/kesetaraan penggunaan dana publik dilakukan secara merata.
Input :merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan, program, dan aktivitas
Output : merupakan hasil yang dicapai dari suatu program, aktivitas, dan kebijakan.
Outcome : adalah dampak yang ditimbulkan dari suau aktivitas tertentu.
Akuntabilitas Publik
Akuntabilitas (accountability) secara harfiah dapat diartikan sebagai ”pertanggung jawaban”. Namun penerjemahan secara sederhana ini dapat mengaburkan arti kata accountability itu sendiri bila dikaitkan dengan pengertian akuntansi dan manajemen. Governmental Accounting Standard Board (GASB) di Amerika Serikat mendefinisikan istilah accountability sebagai “the requirement for government to answer to the citizenry – to justify the raising of public resources and the purposes for which they used”.
Akuntabilitas publik mengandung makna bahwa hasil dari suatu entitas kedalam bentuk fungsinya, program dan kegiatan, maupun kebijakan suatu lembaga publik harus dapat dijelaskan dan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat (public disclosure), dan masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dimaksud tanpa hambatan. Konsep akuntabilitas tersebut senada dengan apa yang dikemukakan oleh Stewart tentang jenjang atau tangga akuntabilitas (Stewart’s ladder of Accountability) yang terdiri dari 5 (lima) jenis tangga akuntabilitas yakni :
1. Accountability for probity and legality;
2. Process Accountability;
3. Performance Accountability;
4. Programme Accountability;
5. Policy Accountability.
(lihat : B. Akbar dan Siti Nurbaya, 2000:26)
Akuntabilitas publik juga melekat pada fungsi pengendalian dan pengawasan, maka informasi yang disajikan terutama aspek pelaporan keuangan kepada publik harus auditable atau dapat diaudit oleh baik aparat internal dan eksternal pengawasan fungsional Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) maupun auditor lainnya yang terkait. Selain itu, akuntansi pemerintahan sebagai penyedia informasi tidak hanya menyediakan informasi yang bersifat keuangan tetapi juga menyediakan informasi tentang penggunaan resources oleh setiap entitas publik yang terkait dengan tujuan Nngara kesejahteraan (welfarestate), yang merupakan landasan filosofi akuntansi pemerintahan (non profit organization) yang akuntabel dan transparan.
Akuntabilitas publik yang dilakukan organisasi sektor publik terdiri atas empat dimensi akuntabilitas yang mesti dipenuhi organisasi sektor publik (Ellwood, 1993).
1. Accountability for probity and legality, akuntabilitas kejujuran dan hukum. Akuntabilitas hukum terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang diterapkan.
2. Process accountability, akuntabilitas proses. Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, dan prosedur administrasi. Akuntabilitas ini diterjemahkan melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah biaya. Pengawasan dan pemeriksaan dapat dilakukan terhadap akuntabilitas proses, untuk dapat menghindari kolusi, korupsi dan nepotisme.
3. Program accountability, akuntabilitas program, untuk pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat tercapai, dan apakah ada alternatif program lain yang memberikan hasil maksimal dengan biaya minimal.
4. Policy accountability, akuntabilitas kebijakan, terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang diambil terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas.
WWW.ANTHOGOODWILL@GMAIL.COM
• Value of money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada 3 elemen utama, yaitu :
– Ekonomi : pemerolehan input dengan kualitas tertentu pada harga yang terendah.
– Efisiensi : pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang terendah untuk mencapai output tertentu.
Efektivitas : tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan atau perbandingan outcome dengan ouput.
MANFAAT IMPLEMENTASI VALUE OF MONEY
• Meningkatkan pelyanan publik
• Meningkatkan efektifitas pelayan publik, pelayan tepat sasaran.
• Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan penghematan dalam penggunaan input.
Akuntabilitas publik terdiri atas 2 macam, yaitu :
1. Akuntabilitas vertikal
2. Akuntabilitas Horisontal
Manfaat Implementasi Konsep Value for Money
1.Meningkatan efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang diberikan tepat sasaran
2.Meningkatkan mutu pelayanan publik
3.Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya penghematan dalam penggunan input
4.Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik
5.Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar pelaksanaan akuntanbilitas public
Tujuan yang dikehendaki terkait pelaksanaan value for money:
ekonomi: hemat cermat dalam pengadaan dan alokasi sumber daya
efisiensi: Berdaya guna dalam penggunaan sumber daya
efektivitas: berhasil guna dalam arti mencapai tujuan dan sasaran.
equity: Keadilan dalam mendapatkan pelayanan publik.
equality: Kesetaran dalam penggunaan sumber daya.
Contoh konsep value for money pada Program pelayanan kesehatan (JAMKESMAS)
(Jaminan Kesehatan Masyaraka (jamkesmas)
IMPLEMENTASI KONSEP VALUE FOR MONEY
Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. `
Ekonomi:
pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang dinyatakan dalam satuan moneter.
Efisiensi:
pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang rendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standard kinerja atau target yang telah ditetapkan.
Efektivitas:
tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.
Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok value for money, namun beberapa sumber berpendapat bahwa ke tiga elemen saja belum cukup .Perlu ditambah dua elemen lain yaitu :
Equity: kesempatan sosial yang sama untuk memperoleh pelayanan publik .
Equality: pemerataan/kesetaraan penggunaan dana publik dilakukan secara merata.
Input :merupakan sumber daya yang digunakan untuk pelaksanaan suatu kebijakan, program, dan aktivitas
Output : merupakan hasil yang dicapai dari suatu program, aktivitas, dan kebijakan.
Outcome : adalah dampak yang ditimbulkan dari suau aktivitas tertentu.
Akuntabilitas Publik
Akuntabilitas (accountability) secara harfiah dapat diartikan sebagai ”pertanggung jawaban”. Namun penerjemahan secara sederhana ini dapat mengaburkan arti kata accountability itu sendiri bila dikaitkan dengan pengertian akuntansi dan manajemen. Governmental Accounting Standard Board (GASB) di Amerika Serikat mendefinisikan istilah accountability sebagai “the requirement for government to answer to the citizenry – to justify the raising of public resources and the purposes for which they used”.
Akuntabilitas publik mengandung makna bahwa hasil dari suatu entitas kedalam bentuk fungsinya, program dan kegiatan, maupun kebijakan suatu lembaga publik harus dapat dijelaskan dan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat (public disclosure), dan masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dimaksud tanpa hambatan. Konsep akuntabilitas tersebut senada dengan apa yang dikemukakan oleh Stewart tentang jenjang atau tangga akuntabilitas (Stewart’s ladder of Accountability) yang terdiri dari 5 (lima) jenis tangga akuntabilitas yakni :
1. Accountability for probity and legality;
2. Process Accountability;
3. Performance Accountability;
4. Programme Accountability;
5. Policy Accountability.
(lihat : B. Akbar dan Siti Nurbaya, 2000:26)
Akuntabilitas publik juga melekat pada fungsi pengendalian dan pengawasan, maka informasi yang disajikan terutama aspek pelaporan keuangan kepada publik harus auditable atau dapat diaudit oleh baik aparat internal dan eksternal pengawasan fungsional Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) maupun auditor lainnya yang terkait. Selain itu, akuntansi pemerintahan sebagai penyedia informasi tidak hanya menyediakan informasi yang bersifat keuangan tetapi juga menyediakan informasi tentang penggunaan resources oleh setiap entitas publik yang terkait dengan tujuan Nngara kesejahteraan (welfarestate), yang merupakan landasan filosofi akuntansi pemerintahan (non profit organization) yang akuntabel dan transparan.
Akuntabilitas publik yang dilakukan organisasi sektor publik terdiri atas empat dimensi akuntabilitas yang mesti dipenuhi organisasi sektor publik (Ellwood, 1993).
1. Accountability for probity and legality, akuntabilitas kejujuran dan hukum. Akuntabilitas hukum terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang diterapkan.
2. Process accountability, akuntabilitas proses. Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, dan prosedur administrasi. Akuntabilitas ini diterjemahkan melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah biaya. Pengawasan dan pemeriksaan dapat dilakukan terhadap akuntabilitas proses, untuk dapat menghindari kolusi, korupsi dan nepotisme.
3. Program accountability, akuntabilitas program, untuk pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat tercapai, dan apakah ada alternatif program lain yang memberikan hasil maksimal dengan biaya minimal.
4. Policy accountability, akuntabilitas kebijakan, terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang diambil terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas.
WWW.ANTHOGOODWILL@GMAIL.COM
Browse » Home » All posts
DEFINISI KOMUNIKASI MENURUT PARA AHLI
1. Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
2. Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981, Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
3. Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
4. David K. Berlo, 1965 Ilmu pengantar komunikasi Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan masyarakat. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 3, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
5. Harorl D. Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 69, Dedy Mulyana)
6. Steven, Komunikasi Juga dapat terjadi kapan saja suatu organisme memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
7. Raymond S. Ross, Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
8. Menurut Prof. Dr. Alo Liliweri, Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami. [Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan, 2003, hal 4
9. Bernard Berelson & Gary A. Steiner, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 68] Komunikasi : Transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol – kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut dengan komunikasi.
10. Menurut John R. Wenburg dan William W Wilmot, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 68] Komunikasi adalah suatu usaha untuk memperoleh makna.
11. Menurut Carl I.Hovland, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 62] komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain
12. Menurut Harorl D. Lasswell, 1960. [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 62] Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)
13. Judy C pearson & Paul E melson, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 69] Komunikasi adalah Proses memahami dan berbagi makna
14. Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 69] Komunikasi adalah proses makna diantara dua orang atau lebih.
15. Menurut William I. Gordon, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 69] Komunikasi secara ringkas dapat didefinisikan sebagai suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.
16. Menurut M. Djenamar. SH, [Komunikasi dan pidato, 1986, hal 2] Komunikasi adalah seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide, seseorang kepada orang lain.
17. Menurut William Albig, [komunikasi, persuasi, & rektorika, 1983, hal 13,] komunikasi adalah proses pengoperan lambang yang berarti diantara individu-individu.
18. Menurut Prof. Dr. Alo Liliweri, [Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan, 2003, hal 4] Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.
19. Menurut Anwar arifin (1988:17), komunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna. Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan Komunikasi sebagai proses sosial Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku.
20. Markman, 1981 : Murphy & Mendelson. 1973 : Komunikasi merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.
21. Aristoteles (ruben, 2002:21) komunikasi adalah alat dimana warga masyarakat dapatberpartisipasi dalam demokrasi
22. Drs. Redi Panuju, Msi (2001:1) Komunikasi merupakan sistem aliran yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi.
23. Hoben , Simbol/verbal/ujaran, komunikasi adalah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal.
24. Anderson, Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku.
25. Barnlund, 1964, Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
26. Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya.
27. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
28. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Hovland, Janis & Kelley:1953
29. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Gode, 1959
30. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Ruesch, 1957
31. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Weaver, 1949
32. Achmad S. Ruky, Sukses sebagai manajer Profesional tanpa gelar MM atau MBA - Komunikasi adalah proses pemindahan dan pertukaran pesan yang dapat berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi dari seseorang kpd org lain, utk mempengaruhi dan/atau mengubah informasi dan tingkah laku orang yang menerima pesan.
33. Atep Aditya Barata, dasar-dasar pelayanan prima adalah poses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita (informasi) antara 2 orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
34. DRS. Agus M. Hardjana, M.Sc., ED KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN INTRAPERSONAL, Komunikasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan dari media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh kemampuan, penerimaan pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertyentu pula kepada orang yang menyampaukan pesan itu kepadanya.
35. Sindu mulianto, Panduan Lengkap supervisi Perspektif Syariah Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh pengirim kepada penerima pesan melalui cara dan media tertentu.
36. Wuryanano, Super Mind for Successful Life, Komunikasi adalah melibatkan keseluruhan pribadi anda, cara berbicara, sikap anda, tingkah laku anda, dan segala sesuatu yag terpancar dari pribadi anda.
1. Everett M. Rogers, Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
2. Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981, Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
3. Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
4. David K. Berlo, 1965 Ilmu pengantar komunikasi Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan masyarakat. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 3, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
5. Harorl D. Lasswell, 1960. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.) (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 69, Dedy Mulyana)
6. Steven, Komunikasi Juga dapat terjadi kapan saja suatu organisme memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 19, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
7. Raymond S. Ross, Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal 62, Dedy Mulyana)
8. Menurut Prof. Dr. Alo Liliweri, Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami. [Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan, 2003, hal 4
9. Bernard Berelson & Gary A. Steiner, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 68] Komunikasi : Transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol – kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut dengan komunikasi.
10. Menurut John R. Wenburg dan William W Wilmot, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 68] Komunikasi adalah suatu usaha untuk memperoleh makna.
11. Menurut Carl I.Hovland, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 62] komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain
12. Menurut Harorl D. Lasswell, 1960. [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 62] Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)
13. Judy C pearson & Paul E melson, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 69] Komunikasi adalah Proses memahami dan berbagi makna
14. Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 69] Komunikasi adalah proses makna diantara dua orang atau lebih.
15. Menurut William I. Gordon, [dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 69] Komunikasi secara ringkas dapat didefinisikan sebagai suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.
16. Menurut M. Djenamar. SH, [Komunikasi dan pidato, 1986, hal 2] Komunikasi adalah seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide, seseorang kepada orang lain.
17. Menurut William Albig, [komunikasi, persuasi, & rektorika, 1983, hal 13,] komunikasi adalah proses pengoperan lambang yang berarti diantara individu-individu.
18. Menurut Prof. Dr. Alo Liliweri, [Dasar-dasar Komunikasi Kesehatan, 2003, hal 4] Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.
19. Menurut Anwar arifin (1988:17), komunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna. Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan Komunikasi sebagai proses sosial Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku.
20. Markman, 1981 : Murphy & Mendelson. 1973 : Komunikasi merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.
21. Aristoteles (ruben, 2002:21) komunikasi adalah alat dimana warga masyarakat dapatberpartisipasi dalam demokrasi
22. Drs. Redi Panuju, Msi (2001:1) Komunikasi merupakan sistem aliran yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi.
23. Hoben , Simbol/verbal/ujaran, komunikasi adalah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal.
24. Anderson, Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku.
25. Barnlund, 1964, Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
26. Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya.
27. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
28. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Hovland, Janis & Kelley:1953
29. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Gode, 1959
30. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Ruesch, 1957
31. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Weaver, 1949
32. Achmad S. Ruky, Sukses sebagai manajer Profesional tanpa gelar MM atau MBA - Komunikasi adalah proses pemindahan dan pertukaran pesan yang dapat berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi dari seseorang kpd org lain, utk mempengaruhi dan/atau mengubah informasi dan tingkah laku orang yang menerima pesan.
33. Atep Aditya Barata, dasar-dasar pelayanan prima adalah poses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita (informasi) antara 2 orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
34. DRS. Agus M. Hardjana, M.Sc., ED KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN INTRAPERSONAL, Komunikasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan dari media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh kemampuan, penerimaan pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertyentu pula kepada orang yang menyampaukan pesan itu kepadanya.
35. Sindu mulianto, Panduan Lengkap supervisi Perspektif Syariah Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh pengirim kepada penerima pesan melalui cara dan media tertentu.
36. Wuryanano, Super Mind for Successful Life, Komunikasi adalah melibatkan keseluruhan pribadi anda, cara berbicara, sikap anda, tingkah laku anda, dan segala sesuatu yag terpancar dari pribadi anda.
Browse » Home » All posts
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok. (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17).
Filosofi / falsafah merupakan gambaran keyakinan yang menjadi sebuah anutan seorang bidan yang berupa asuhan kebidanan. Konseb asuhan kebidanan identik dengan seorang wanita yaitu kaum wanita.
Asuhan kebidanan pada seorang wanita meliputi :
• Antenatal Care / ANC (masa kehamilan).
• Intranatal Care / INC (masa melahirkan).
• Postnatal Care / PNC (masa setelah melahirkan).
• Childbirth (masa bayi baru lahir).
Asuhan kebidanan merupakan metode pemberian asuhan yang berbeda dengan model perawatan medis.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan tentang Filosofi ?
2. Jelaskan prinsip pokok asuhan kehamilan ?
3. Jelaskan tujuan asuhan kehamilan dan Refocusing asuhan kehamilan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN
A.
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok. (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu.
1. Kehamilan merupakan proses yang alamiah. Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.
2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000).
3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family centered)
Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya tidak hanya melibatkan ibu hamil saja melainkan juga keluarganya, dan itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan dari ibu hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Selain itu, keluarga juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan yang kuat bagi anggotanya. (Lowdermilk, Perry, Bobak, 2000).
4. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi dan memperoleh pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya. Tenaga profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil, karenanya ibu hamil perlu mendapat informasi dan pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Perempuan harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui tindakan KIE dan konseling yang dilakukan bidan.
B. PRINSIP-PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN
1. Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal, alami dan sehat.
Sebagai bidan kita meyakini bahwa model asuhan kehamilan yang membantu serta melindungi proses kehamilan & kelahiran normal adalah yang paling sesuai bagi sebagian besar wanita. Tidak perlu melakukan intervensi yang tidak didukung oleh bukti ilmiah (evidence-based practice).
2. Pemberdayaan.
Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan. Oleh karena itu, bidan harus memberdayakan ibu (dan keluarga) dengan meningkatkan pengetahuan & pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat dan menolong diri sendiri pada kondisi tertentu. Hindarkan sikap negatif dan banyak mengkritik.
3. Otonomi.
Pengambil keputusan adalah ibu & keluarga. Untuk dapat mengambil suatu keputusan mereka memerlukan informasi. Bidan harus memberikan informasi yang akurat tentang resiko dan manfaat dari semua prosedur, obat-obatan, maupun test/pemeriksaan sebelum mereka memutuskan untuk menyetujuinya. Bidan juga harus membantu ibu dalam membuat suatu keputusan tentang apa yang terbaik bagi ibu & bayinya berdasarkan sistem nilai dan kepercayaan ibu/keluarga.
4. Tidak membahayakan
Intervensi harus dilaksanakan atas dasar indikasi yang spesifik, bukan sebagai rutinitas sebab test-test rutin, obat, atau prosedur lain pada kehamilan dapat membahayakan ibu maupun janin. Bidan yang terampil harus tahu kapan ia harus melakukan sesuatu dan intervensi yang dilakukannya haruslah aman berdasarkan bukti ilmiah.
5. Tanggung jawab
Asuhan kehamilan yang diberikan bidan harus selalu didasari ilmu, analisa, dan pertimbangan yang matang. Akibat yang timbul dari tindakan yang dilakukan menjadi tanggungan bidan. Pelayanan yang diberikan harus berdasarkan kebutuhan ibu & janin, bukan atas kebutuhan bidan. Asuhan yang berkualitas, berfokus pada klien, dan sayang ibu serta berdasarkan bukti ilmiah terkini (praktek terbaik) menjadi tanggung jawab semua profesional bidan.
C. TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN
Tujuan utama ANC adalah menurunakn/mencegah kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. Adapun tujuan khususnya adalah :
1. Memonitor kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu & perkembangan bayi yang normal.
2. Mengenali secara dini penyimpangan dari normal dan memberikan penatalaksanaan yang diperlukan.
3. Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan keluarga secara fisik, emosional, dan logis untuk menghadapi kelahiran serta kemungkinan adanya komplikasi.
D. REFOCUSING ASUHAN KEHAMILAN
Hasil survey kesehatan rumahtangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan angka kematian ibu sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup dengan penyebab utama adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Sebenarnya bidan memiliki peran penting dalam mencegah dan atau menangani setiap kondisi yang mengancam jiwa ini melalui beberapa intervensi yang merupakan komponen penting dalam ANC seperti : mengukur tekanan darah, memeriksa kadar proteinuria, mendeteksi tanda-tanda awal perdarahan/infeksi, maupun deteksi & penanganan awal terhadap anemia. Namun ternyata banyak komponen ANC yang rutin dilaksanakan tersebut tidak efektif untuk menurunkan angka kematian maternal & perinatal.
Fokus lama ANC :
1. Mengumpulkan data dalam upaya mengidentifikasi ibu yang beresiko tinggi dan merujuknya untuk mendapatkan asuhan khusus.
2. Temuan-temuan fisik (TB, BB, ukuran pelvik, edema kaki, posisi & presentasi janin di bawah usia 36 minggu dsb) yang memperkirakan kategori resiko ibu.
3. Pengajaran /pendidikan kesehatan yang ditujukan untuk mencegah resiko/komplikasi.
Hasil-hasil penelitian yang dikaji oleh WHO (Maternal Neonatal Health) menunjukkan bahwa :
• Pendekatan resiko mempunyai bila prediksi yang buruk karena kita tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dan yang tidak. Hasil studi di Kasango (Zaire) membuktikan bahwa 71% ibu yang mengalami partus macet tidak terprediksi sebelumnya, dan 90% ibu yang diidentifikasi sebagai beresiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi.
• Banyak ibu yang digolongkan dalam kelompok resiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi, sementara mereka telah memakai sumber daya yang cukup mahal dan jarang didapat. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian asuhan khusus pada ibu yang tergolong dalam kategori resiko tinggi terbukti tidak dapat mengurangi komplikasi yang terjadi (Enkin, 2000 : 22).
• Memberikan keamanan palsu sebab banyak ibu yang tergolong kelompok resiko rendah mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui dan apa yang dapat dilakukannya.
Isi refocusing ANC :
Penolong yang terampil/terlatih harus selalu tersedia untuk :
1. Membantu setiap bumil & keluarganya membuat perencanaan persalinan : petugas kesehatan yang terampil, tempat bersalin, keuangan, nutrisi yang baik selama hamil, perlengkapan esensial untuk ibu-bayi).
2. Membantu setiap bumil & keluarganya mempersiapkan diri menghadapi komplikasi (deteksi dini, menentukan orang yang akan membuat keputusan, dana kegawatdaruratan, komunikasi, transportasi, donor darah,) pada setiap kunjungan. Jika setiap bumil sudah mempersiapkan diri sebelum terjadi komplikasi maka waktu penyelamatan jiwa tidak akan banyak terbuang untuk membuat keputusan, mencari transportasi, biaya, donor darah, dsb.
3. Melakukan skrining/penapisan kondisi-kondisi yang memerlukan persalinan RS (riwayat SC, IUFD, dsb). Ibu yang sudah tahu kalau ia mempunyai kondisi yang memerlukan kelahiran di RS akan berada di RS saat persalinan, sehingga kematian karena penundaan keputusan, keputusan yang kurang tepat, atau hambatan dalam hal jangkauan akan dapat dicegah.
4. Mendeteksi & menangani komplikasi (preeklamsia, perdarahan pervaginam, anemia berat, penyakit menular seksual, tuberkulosis, malaria, dsb).
5. Mendeteksi kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 minggu, dan letak/presentasi abnormal setelah 36 minggu. Ibu yang memerlukan kelahiran operatif akan sudah mempunyai jangkauan pada penolong yang terampil dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.
6. Memberikan imunisasi Tetanus Toxoid untuk mencegah kematian BBL karena tetanus.
7. Memberikan suplementasi zat besi & asam folat. Umumnya anemia ringan yang terjadi pada bumil adalah anemia defisiensi zat besi & asam folat.
8. Untuk populasi tertentu:
• Profilaksis cacing tambang (penanganan presumtif) untuk menurunkan insidens anemia berat,
• Pencegahan/ terapi preventif malaria untuk menurunkan resiko terkena malaria di daerah endemic
• Suplementasi yodium
• Suplementasi vitamin A
E. STANDARD ASUHAN KEHAMILAN
Sebagai profesional bidan, dalam melaksanakan prakteknya harus sesuai dengan standard pelayanan kebidanan yang berlaku. Standard mencerminkan norma, pengetahuan dan tingkat kinerja yang telah disepakati oleh profesi. Penerapan standard pelayanan akan sekaligus melindungi masyarakat karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat dilakukan atas dasar yang jelas. Kelalaian dalam praktek terjadi bila pelayanan yang diberikan tidak memenuhi standard dan terbukti membahayakan.
Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan antenatal seperti sebagai berikut:
1. Standar 3; Identifikasi ibu hamil
Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.
2. Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal.
Bidan memberikan sedikitnya 4 x pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS/ infeksi HIV; memberikan pelayanan imunisasi, nasehat dan penyuluhan kesehtan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
3. Standar 5: Palpasi Abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan plapasi untuk memperkirakan usia kehamilan, serta bila umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.
4. Standar 6: pengelolaan anemia pada kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan / atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda tanda serta gejala preeklamsia lainnya, seta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
6. Standar 8: Persiapan Persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ketiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba tiba terjadi keadaan gawat darurat. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.
(Standard Pelayanan Kebidanan, IBI, 2002)
F. TIPE PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN
1. Independent Midwive/ BPS
Center pelayanan kebidanan berada pada bidan. Ruang lingkup dan wewenang asuhan sesuai dengan kepmenkes 900/ 2002. Dimana bidan memberikan asuhan kebidanan secara normal dan asuhan kebidanan “bisa diberikan” dalam wewenang dan batas yang jelas. Sistem rujukan dilakukan apabila ditemukan komplikasi atau resiko tinggi kehamilan. Rujukan ditujukan pada sistem pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.
2. Obstetrician and Gynecological Care
Center pelayanan kebidanan berada pada SPOG. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi. Rujukuan dilakukan pada tingkat yang lebih tinggi dan mempunyai kelengkapan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Public Health Center/ Puskemas
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan dokter umum. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi sesuai dengan pelayanan yang tersedia. Rujukan dilakukan pada system yang lebih tinggi.
4. Hospital
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan kebidanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada rumah sakit yang lebih tinggi tipenya.
5. Rumah Bersalin
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG sebagai konsultant. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada system pelayanan yang lebih tinggi.
G. HAK-HAK IBU DALAM LAYANAN ANC DAN TENAGA PROFESSIONAL ASUHAN KEHAMILAN
Hak-hak ibu ketika menerima layanan asuhan kehamilan (Saifuddin, 2002), yaitu :
1. Mendapatkan keterangan mengenai kondisi kesehatannya. Informasi harus diberikan langsung kepada klien (dan keluarganya).
2. Mendiskusikan keprihatinannya, kondisinya, harapannya terhadap sistem pelayanan, dalam lingkungan yang dapat ia percaya. Proses ini berlangsung secara pribadi dan didasari rasa saling percaya.
3. Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan terhadapnya.
4. Mendapatkan pelayanan secara pribadi / dihormati privasinya dalam setiap pelaksanaan prosedur.
5. Menerima layanan senyaman mungkin.
6. Menyatakan pandangan dan pilihannya mengenai pelayanan yang diterimanya.
Tenaga Professional Asuhan Kehamilan
a. Bidan/ midwives
b. Dokter umum
c. SPOG/ dokter spesialis obstetric dan ginekology
d. Team/ antara dokter dan bidan
H. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN KEHAMILAN
Peran dan tanggungjawab bidan dalam memberikan asuhan kehamilan adalah:
1. Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi.
2. Mendeteksi dan mengobati komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan, baik yang bersifat medis, bedah maupun tindakan obstetric.
3. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik, mental dan social ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan, suplemen dan immunisasi.
4. Membantu mempersiapkan ibu untuk memnyususi bayi, melalui masa nifas yang normal serta menjaga kesehatan anak secara fisik, psikologis dan social.
BAB III
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok.
B. Saran
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok. (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17).
Filosofi / falsafah merupakan gambaran keyakinan yang menjadi sebuah anutan seorang bidan yang berupa asuhan kebidanan. Konseb asuhan kebidanan identik dengan seorang wanita yaitu kaum wanita.
Asuhan kebidanan pada seorang wanita meliputi :
• Antenatal Care / ANC (masa kehamilan).
• Intranatal Care / INC (masa melahirkan).
• Postnatal Care / PNC (masa setelah melahirkan).
• Childbirth (masa bayi baru lahir).
Asuhan kebidanan merupakan metode pemberian asuhan yang berbeda dengan model perawatan medis.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan tentang Filosofi ?
2. Jelaskan prinsip pokok asuhan kehamilan ?
3. Jelaskan tujuan asuhan kehamilan dan Refocusing asuhan kehamilan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN
A.
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok. (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu.
1. Kehamilan merupakan proses yang alamiah. Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.
2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000).
3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family centered)
Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya tidak hanya melibatkan ibu hamil saja melainkan juga keluarganya, dan itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan dari ibu hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Selain itu, keluarga juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan yang kuat bagi anggotanya. (Lowdermilk, Perry, Bobak, 2000).
4. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi dan memperoleh pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya. Tenaga profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil, karenanya ibu hamil perlu mendapat informasi dan pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Perempuan harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui tindakan KIE dan konseling yang dilakukan bidan.
B. PRINSIP-PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN
1. Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal, alami dan sehat.
Sebagai bidan kita meyakini bahwa model asuhan kehamilan yang membantu serta melindungi proses kehamilan & kelahiran normal adalah yang paling sesuai bagi sebagian besar wanita. Tidak perlu melakukan intervensi yang tidak didukung oleh bukti ilmiah (evidence-based practice).
2. Pemberdayaan.
Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan. Oleh karena itu, bidan harus memberdayakan ibu (dan keluarga) dengan meningkatkan pengetahuan & pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat dan menolong diri sendiri pada kondisi tertentu. Hindarkan sikap negatif dan banyak mengkritik.
3. Otonomi.
Pengambil keputusan adalah ibu & keluarga. Untuk dapat mengambil suatu keputusan mereka memerlukan informasi. Bidan harus memberikan informasi yang akurat tentang resiko dan manfaat dari semua prosedur, obat-obatan, maupun test/pemeriksaan sebelum mereka memutuskan untuk menyetujuinya. Bidan juga harus membantu ibu dalam membuat suatu keputusan tentang apa yang terbaik bagi ibu & bayinya berdasarkan sistem nilai dan kepercayaan ibu/keluarga.
4. Tidak membahayakan
Intervensi harus dilaksanakan atas dasar indikasi yang spesifik, bukan sebagai rutinitas sebab test-test rutin, obat, atau prosedur lain pada kehamilan dapat membahayakan ibu maupun janin. Bidan yang terampil harus tahu kapan ia harus melakukan sesuatu dan intervensi yang dilakukannya haruslah aman berdasarkan bukti ilmiah.
5. Tanggung jawab
Asuhan kehamilan yang diberikan bidan harus selalu didasari ilmu, analisa, dan pertimbangan yang matang. Akibat yang timbul dari tindakan yang dilakukan menjadi tanggungan bidan. Pelayanan yang diberikan harus berdasarkan kebutuhan ibu & janin, bukan atas kebutuhan bidan. Asuhan yang berkualitas, berfokus pada klien, dan sayang ibu serta berdasarkan bukti ilmiah terkini (praktek terbaik) menjadi tanggung jawab semua profesional bidan.
C. TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN
Tujuan utama ANC adalah menurunakn/mencegah kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. Adapun tujuan khususnya adalah :
1. Memonitor kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu & perkembangan bayi yang normal.
2. Mengenali secara dini penyimpangan dari normal dan memberikan penatalaksanaan yang diperlukan.
3. Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan keluarga secara fisik, emosional, dan logis untuk menghadapi kelahiran serta kemungkinan adanya komplikasi.
D. REFOCUSING ASUHAN KEHAMILAN
Hasil survey kesehatan rumahtangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan angka kematian ibu sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup dengan penyebab utama adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Sebenarnya bidan memiliki peran penting dalam mencegah dan atau menangani setiap kondisi yang mengancam jiwa ini melalui beberapa intervensi yang merupakan komponen penting dalam ANC seperti : mengukur tekanan darah, memeriksa kadar proteinuria, mendeteksi tanda-tanda awal perdarahan/infeksi, maupun deteksi & penanganan awal terhadap anemia. Namun ternyata banyak komponen ANC yang rutin dilaksanakan tersebut tidak efektif untuk menurunkan angka kematian maternal & perinatal.
Fokus lama ANC :
1. Mengumpulkan data dalam upaya mengidentifikasi ibu yang beresiko tinggi dan merujuknya untuk mendapatkan asuhan khusus.
2. Temuan-temuan fisik (TB, BB, ukuran pelvik, edema kaki, posisi & presentasi janin di bawah usia 36 minggu dsb) yang memperkirakan kategori resiko ibu.
3. Pengajaran /pendidikan kesehatan yang ditujukan untuk mencegah resiko/komplikasi.
Hasil-hasil penelitian yang dikaji oleh WHO (Maternal Neonatal Health) menunjukkan bahwa :
• Pendekatan resiko mempunyai bila prediksi yang buruk karena kita tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dan yang tidak. Hasil studi di Kasango (Zaire) membuktikan bahwa 71% ibu yang mengalami partus macet tidak terprediksi sebelumnya, dan 90% ibu yang diidentifikasi sebagai beresiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi.
• Banyak ibu yang digolongkan dalam kelompok resiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi, sementara mereka telah memakai sumber daya yang cukup mahal dan jarang didapat. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian asuhan khusus pada ibu yang tergolong dalam kategori resiko tinggi terbukti tidak dapat mengurangi komplikasi yang terjadi (Enkin, 2000 : 22).
• Memberikan keamanan palsu sebab banyak ibu yang tergolong kelompok resiko rendah mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui dan apa yang dapat dilakukannya.
Isi refocusing ANC :
Penolong yang terampil/terlatih harus selalu tersedia untuk :
1. Membantu setiap bumil & keluarganya membuat perencanaan persalinan : petugas kesehatan yang terampil, tempat bersalin, keuangan, nutrisi yang baik selama hamil, perlengkapan esensial untuk ibu-bayi).
2. Membantu setiap bumil & keluarganya mempersiapkan diri menghadapi komplikasi (deteksi dini, menentukan orang yang akan membuat keputusan, dana kegawatdaruratan, komunikasi, transportasi, donor darah,) pada setiap kunjungan. Jika setiap bumil sudah mempersiapkan diri sebelum terjadi komplikasi maka waktu penyelamatan jiwa tidak akan banyak terbuang untuk membuat keputusan, mencari transportasi, biaya, donor darah, dsb.
3. Melakukan skrining/penapisan kondisi-kondisi yang memerlukan persalinan RS (riwayat SC, IUFD, dsb). Ibu yang sudah tahu kalau ia mempunyai kondisi yang memerlukan kelahiran di RS akan berada di RS saat persalinan, sehingga kematian karena penundaan keputusan, keputusan yang kurang tepat, atau hambatan dalam hal jangkauan akan dapat dicegah.
4. Mendeteksi & menangani komplikasi (preeklamsia, perdarahan pervaginam, anemia berat, penyakit menular seksual, tuberkulosis, malaria, dsb).
5. Mendeteksi kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 minggu, dan letak/presentasi abnormal setelah 36 minggu. Ibu yang memerlukan kelahiran operatif akan sudah mempunyai jangkauan pada penolong yang terampil dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.
6. Memberikan imunisasi Tetanus Toxoid untuk mencegah kematian BBL karena tetanus.
7. Memberikan suplementasi zat besi & asam folat. Umumnya anemia ringan yang terjadi pada bumil adalah anemia defisiensi zat besi & asam folat.
8. Untuk populasi tertentu:
• Profilaksis cacing tambang (penanganan presumtif) untuk menurunkan insidens anemia berat,
• Pencegahan/ terapi preventif malaria untuk menurunkan resiko terkena malaria di daerah endemic
• Suplementasi yodium
• Suplementasi vitamin A
E. STANDARD ASUHAN KEHAMILAN
Sebagai profesional bidan, dalam melaksanakan prakteknya harus sesuai dengan standard pelayanan kebidanan yang berlaku. Standard mencerminkan norma, pengetahuan dan tingkat kinerja yang telah disepakati oleh profesi. Penerapan standard pelayanan akan sekaligus melindungi masyarakat karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat dilakukan atas dasar yang jelas. Kelalaian dalam praktek terjadi bila pelayanan yang diberikan tidak memenuhi standard dan terbukti membahayakan.
Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan antenatal seperti sebagai berikut:
1. Standar 3; Identifikasi ibu hamil
Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.
2. Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal.
Bidan memberikan sedikitnya 4 x pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS/ infeksi HIV; memberikan pelayanan imunisasi, nasehat dan penyuluhan kesehtan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
3. Standar 5: Palpasi Abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan plapasi untuk memperkirakan usia kehamilan, serta bila umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.
4. Standar 6: pengelolaan anemia pada kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan / atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda tanda serta gejala preeklamsia lainnya, seta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
6. Standar 8: Persiapan Persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ketiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba tiba terjadi keadaan gawat darurat. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.
(Standard Pelayanan Kebidanan, IBI, 2002)
F. TIPE PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN
1. Independent Midwive/ BPS
Center pelayanan kebidanan berada pada bidan. Ruang lingkup dan wewenang asuhan sesuai dengan kepmenkes 900/ 2002. Dimana bidan memberikan asuhan kebidanan secara normal dan asuhan kebidanan “bisa diberikan” dalam wewenang dan batas yang jelas. Sistem rujukan dilakukan apabila ditemukan komplikasi atau resiko tinggi kehamilan. Rujukan ditujukan pada sistem pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.
2. Obstetrician and Gynecological Care
Center pelayanan kebidanan berada pada SPOG. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi. Rujukuan dilakukan pada tingkat yang lebih tinggi dan mempunyai kelengkapan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Public Health Center/ Puskemas
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan dokter umum. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi sesuai dengan pelayanan yang tersedia. Rujukan dilakukan pada system yang lebih tinggi.
4. Hospital
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan kebidanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada rumah sakit yang lebih tinggi tipenya.
5. Rumah Bersalin
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG sebagai konsultant. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada system pelayanan yang lebih tinggi.
G. HAK-HAK IBU DALAM LAYANAN ANC DAN TENAGA PROFESSIONAL ASUHAN KEHAMILAN
Hak-hak ibu ketika menerima layanan asuhan kehamilan (Saifuddin, 2002), yaitu :
1. Mendapatkan keterangan mengenai kondisi kesehatannya. Informasi harus diberikan langsung kepada klien (dan keluarganya).
2. Mendiskusikan keprihatinannya, kondisinya, harapannya terhadap sistem pelayanan, dalam lingkungan yang dapat ia percaya. Proses ini berlangsung secara pribadi dan didasari rasa saling percaya.
3. Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan terhadapnya.
4. Mendapatkan pelayanan secara pribadi / dihormati privasinya dalam setiap pelaksanaan prosedur.
5. Menerima layanan senyaman mungkin.
6. Menyatakan pandangan dan pilihannya mengenai pelayanan yang diterimanya.
Tenaga Professional Asuhan Kehamilan
a. Bidan/ midwives
b. Dokter umum
c. SPOG/ dokter spesialis obstetric dan ginekology
d. Team/ antara dokter dan bidan
H. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN KEHAMILAN
Peran dan tanggungjawab bidan dalam memberikan asuhan kehamilan adalah:
1. Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi.
2. Mendeteksi dan mengobati komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan, baik yang bersifat medis, bedah maupun tindakan obstetric.
3. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik, mental dan social ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan, suplemen dan immunisasi.
4. Membantu mempersiapkan ibu untuk memnyususi bayi, melalui masa nifas yang normal serta menjaga kesehatan anak secara fisik, psikologis dan social.
BAB III
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok.
B. Saran
Browse » Home » All posts
INILAH TANDA-TANDA KEMATIAN MANUSIA
Adapun tanda-tanda ini terbagi pada beberapa keadaan :
1.Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
2.Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian
Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
3.Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.
4.Tanda 3 hari
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
5.Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
6.Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
PENUTUP
Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon ampunan baik dari Allah SWT maupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahwa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga pikiran dalam upaya kita untuk mencari keridaan Allah SWT di dunia maupun akhirat kelak.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. WALLAHUALAM
Daftar Pustaka
http://goodwill-example.blogspot.com/
Adapun tanda-tanda ini terbagi pada beberapa keadaan :
1.Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
2.Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian
Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
3.Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.
4.Tanda 3 hari
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
5.Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
6.Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
PENUTUP
Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon ampunan baik dari Allah SWT maupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahwa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga pikiran dalam upaya kita untuk mencari keridaan Allah SWT di dunia maupun akhirat kelak.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. WALLAHUALAM
Daftar Pustaka
http://goodwill-example.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)
